Redaksi
Halal Bihalal Asosiasi MBG di Surabaya: Targetkan Kontribusi 1% untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Surabaya— Suasana pagi di Hotel Santika Surabaya dipenuhi wajah-wajah penuh semangat dalam gelaran Halal Bihalal Asosiasi MBG Indonesia. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan arah dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya Kepala KPPG Surabaya dan Jember, Ketua Kadin Jawa Timur, para Koordinator Wilayah SPPG se-Jawa Timur, serta perwakilan perbankan di wilayah Jawa Timur, Minggu(6/4).
Ketua panitia Halal Bihalal Asosiasi MBG, Hj. Indah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi.
“Silaturahmi ini untuk membangun kebersamaan. Semoga dapat saling bekerja sama untuk pengabdian di dapur MBG ini,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi MBG Indonesia, M. Turino Junaidy, menyampaikan visi besar organisasi yang dipimpinnya. Ia menargetkan kontribusi sebesar 1 persen terhadap 8 persen pertumbuhan ekonomi nasional sebuah target yang dinilai ambisius namun realistis jika didukung sinergi kuat.
“Para yayasan dan mitra harus bersinergi untuk membangun dapur MBG yang mampu memberikan pelayanan menu terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi I Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan pentingnya pengelolaan dana secara bertanggung jawab. Ia menyebutkan bahwa dana insentif dari BGN yang mencapai sekitar enam juta rupiah per hari harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan bahan makanan anak.
“Dana tersebut sudah cukup, sehingga tidak boleh ada pengurangan kualitas bahan. Menu yang disajikan tidak boleh asal-asalan. Jika terdapat kerusakan atau kekurangan fasilitas dapur MBG, maka menjadi tanggung jawab yayasan atau mitra,” tegasnya.
Kegiatan semakin dinamis dengan digelarnya talkshow yang menghadirkan Kepala KPPG Surabaya, Kusmayanti, Kepala KPPG Jember, Said Karim, serta Turino Junaidy.
Diskusi tersebut menyoroti peran dapur MBG bukan sekadar sebagai tempat memasak, tetapi juga sebagai simbol sinergi, kedisiplinan, dan komitmen dalam pelayanan masyarakat.
Lebih dari sekadar pertemuan, Halal Bihalal ini menjadi semacam deklarasi bersama bahwa dapur MBG memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Target kontribusi 1 persen mungkin terlihat kecil, namun dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. (DON/Red)