Ekonomi

Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp17.928 pada Perdagangan 3 Juni 2026

Published

on

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tekanan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.

Berdasarkan data kurs USD/IDR, posisi rupiah berada di level Rp17.928,9 per dolar AS, menandai pelemahan yang masih berlanjut di tengah dinamika pasar keuangan global.

Data perdagangan menunjukkan nilai tukar rupiah mengalami perubahan harian sebesar 0,5 persen, sementara dalam periode bulanan tercatat kenaikan tekanan hingga 3,08 persen.

Secara tahunan, pelemahan rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam mencapai hampir 9,99 persen, mencerminkan tekanan yang cukup signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa mata uang Garuda masih menghadapi tantangan besar di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan indeks dolar AS, hingga sentimen pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika, Federal Reserve (The Fed).

Pelemahan rupiah umumnya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri, maupun keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik.

Meski demikian, pelaku pasar masih menanti langkah lanjutan dari otoritas moneter, khususnya Bank Indonesia (BI), dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah fluktuasi pasar global.

Sejumlah pengamat memperkirakan intervensi pasar dan penguatan instrumen moneter tetap menjadi opsi untuk menahan tekanan yang lebih dalam terhadap rupiah.

Sementara itu, proyeksi kuartal kedua (Q2) memperkirakan kurs USD/IDR berada di kisaran Rp17.801,3 per dolar AS, meski pergerakan aktual tetap sangat dipengaruhi kondisi geopolitik global, inflasi AS, serta arus investasi asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Melemahnya rupiah berpotensi memberikan dampak pada harga barang impor, biaya produksi industri, hingga inflasi domestik.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut dapat memberi keuntungan bagi sektor berorientasi ekspor karena produk Indonesia menjadi relatif lebih kompetitif di pasar internasional.(JK/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version