Redaksi

Apakah Prabowo Siap “Balik Bertarung” di 2029? Presiden Tantang Kritikus dan Singgung Ancaman Kerusuhan

Published

on

Sentul – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang tidak puas terhadap pemerintahannya: perbedaan sikap politik seharusnya disalurkan melalui jalur demokratis, bukan aksi jalanan.

Pernyataan tersebut sekaligus memunculkan spekulasi publik mengenai kemungkinan Prabowo kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2029.

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Prabowo menyatakan, “Kalau saudara tidak suka 2–3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung.”

Meski tidak disampaikan secara eksplisit, pernyataan itu ditafsirkan sejumlah pengamat sebagai sinyal kesiapan politik Prabowo menghadapi Pemilu 2029.

Prabowo menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak warga negara, namun tidak boleh berujung pada tindakan anarkistis.

“Demo boleh, tapi jangan berharap kerusuhan. Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia menyoroti aksi yang mengarah pada pembakaran atau penggunaan bom molotov sebagai tindak kriminal yang dapat langsung diproses secara hukum.

“Kamu 5.000 kali demo, tidak akan ada satu pabrik pun dibuka,” tambahnya.

Selain itu, Presiden menuding sebagian kelompok yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah diduga dipengaruhi oleh kekuatan asing.

“Kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak sadar, dikendalikan oleh kekuatan asing. Saya yakin, dan saya punya bukti,” terangnya.

Pernyataan tersebut menjadi peringatan bagi kelompok oposisi agar menyampaikan kritik secara sah dan terbuka melalui mekanisme politik, serta menghindari aksi yang berpotensi memicu kerusuhan dan merugikan bangsa. (By/Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version