Redaksi

Program MBG di Tulungagung Tercoreng: Gagal Jaga Mutu, Roti Berjamur Dibagikan ke Siswa SDN 4 Kampungdalem

Published

on

TULUNGAGUNG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah di Kabupaten Tulungagung justru tercoreng. Pada Jumat pagi (6/3/2026), sejumlah siswa di SDN 4 Kampungdalem menemukan roti dalam paket kudapan (snack) yang dibagikan di sekolah dalam kondisi berjamur dan diduga tidak layak konsumsi.

Temuan tersebut langsung memicu kekhawatiran di kalangan guru maupun orang tua murid. Pasalnya, makanan yang seharusnya menjadi bagian dari program peningkatan gizi justru berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak jika sampai dikonsumsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket snack tersebut merupakan bagian dari program pendampingan gizi yang rutin dibagikan kepada para siswa. Paket makanan itu diketahui berasal dari penyedia jasa boga Sultan Resto, yang menjadi rekanan penyedia makanan dalam program MBG di wilayah Tulungagung.

Kejadian bermula ketika para siswa menerima paket snack seperti biasa dan hendak mengonsumsi roti yang ada di dalamnya. Namun saat kemasan dibuka, beberapa siswa melihat adanya bercak jamur pada permukaan roti.

Bercak tersebut terlihat cukup jelas dan menimbulkan kecurigaan bahwa makanan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi. Para siswa kemudian melaporkan temuan tersebut kepada guru yang berada di kelas.

Mengetahui adanya roti yang diduga telah rusak, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat. Guru dan pihak sekolah langsung menginstruksikan para siswa untuk tidak memakan roti tersebut.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya keracunan makanan di kalangan siswa.

Selain itu, beberapa paket snack yang ditemukan bermasalah juga langsung diamankan oleh pihak sekolah guna dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius terkait proses pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah. Mengingat makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak sekolah dasar, standar keamanan dan kebersihan makanan seharusnya menjadi prioritas utama.

Sejumlah orang tua murid pun menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menilai adanya kelemahan dalam sistem kontrol kualitas dari pihak penyedia makanan.

Menurut mereka, setiap makanan yang disalurkan ke sekolah seharusnya melalui proses pengecekan ketat agar benar-benar aman dikonsumsi oleh para siswa.

“Seharusnya pihak katering memastikan setiap makanan yang dikirim ke sekolah dalam kondisi segar dan higienis. Ini menyangkut kesehatan anak-anak sekolah dasar,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Dirinya juga menilai bahwa program yang bertujuan meningkatkan gizi siswa tidak seharusnya justru menimbulkan risiko kesehatan akibat makanan yang tidak layak konsumsi.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sabrina Mahardika mengatakan pihaknya akan menelusuri sumber distribusi makanan tersebut.

“Dari SPPG Aquatic sepertinya pak, saya sedang cari tahu juga,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi 90detik.com Jumat(6/3).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk mengetahui asal distribusi makanan serta kemungkinan adanya kesalahan dalam rantai penyediaan makanan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SDN 4 Kampungdalem maupun pihak SPPG yang berkaitan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti roti tersebut berjamur.

Belum dapat dipastikan apakah kerusakan makanan tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam proses produksi, distribusi, atau penyimpanan sebelum sampai ke tangan siswa.

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi pelaksanaan program MBG di daerah. Masyarakat berharap dinas terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan serta kinerja rekanan penyedia makanan. (DON/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version