TNI & Polri

Kodim 0808/Blitar Tuntaskan 260 KDKMP, Tercepat di Indonesia Kejar Target Ekonomi Desa

Published

on

BLITAR – Kodim 0808/Blitar mencatat capaian signifikan dalam mendukung program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar kini telah mencapai 100 persen pada seluruh 260 titik yang menjadi target.

Capaian tersebut dipastikan telah memenuhi milestone pembangunan hingga akhir Juli 2026. Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Kodim 0808/Blitar sebagai salah satu satuan yang tercepat dalam menyelesaikan pembangunan KDKMP untuk mendukung target nasional sebanyak 35.000 titik.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, S.H., M.M., M.H.I. mengatakan, dari total 260 titik KDKMP di wilayah Blitar Raya, proses pengoperasian koperasi dilakukan secara bertahap dan sistematis.

Menurutnya, keberadaan KDKMP diharapkan dapat membantu memperpendek rantai distribusi sehingga kebutuhan pokok masyarakat dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.

“Dari 260 titik tersebut, sebanyak 85 KDKMP saat ini sudah resmi beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Virlani.

Sebanyak 85 KDKMP yang telah beroperasi tersebut terdiri atas 13 titik di Kota Blitar dan 72 titik di Kabupaten Blitar.

Sementara itu, sebanyak 175 titik lainnya masih dalam tahap persiapan operasional. Rinciannya, 8 titik berada di Kota Blitar dan 167 titik di Kabupaten Blitar. Seluruhnya ditargetkan melaksanakan launching secara resmi pada Agustus 2026.

Dilengkapi Fasilitas Perdagangan dan Distribusi

Dari sisi infrastruktur, setiap unit gerai KDKMP dibangun di atas lahan dengan ukuran standar 30 x 20 meter. Bangunan tersebut dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang menunjang aktivitas koperasi sekaligus pelayanan masyarakat.

Fasilitas yang tersedia meliputi area gerai penjualan, gudang penyimpanan dan logistik, klinik kesehatan, serta ruang kantor administrasi koperasi.

Untuk mendukung distribusi barang hingga ke wilayah permukiman masyarakat, setiap KDKMP juga mendapatkan dukungan kendaraan operasional. Fasilitas tersebut terdiri atas satu unit truk pengangkut berkapasitas besar, satu unit kendaraan pick-up, serta dua unit kendaraan roda tiga.

Tidak hanya mengandalkan fasilitas fisik, gerai KDKMP juga dilengkapi berbagai perangkat pendukung untuk menunjang pelayanan.

Di dalam bangunan tersedia sistem pendingin ruangan, meja dan kursi, rak penjualan, perangkat kasir digital, CCTV, jaringan internet LTE, hingga printer untuk mendukung administrasi dan transaksi.

Kelengkapan tersebut diharapkan membuat KDKMP tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Sasar Sembako hingga Produk UMKM

Dalam pelaksanaannya, Kodim 0808/Blitar juga terus mendorong penyediaan sarana dan prasarana pendukung agar seluruh KDKMP dapat segera beroperasi secara optimal.

Dari sisi komoditas, KDKMP diproyeksikan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari beras, minyak goreng, gula, LPG, hingga pupuk untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian.

Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.

KDKMP di masing-masing wilayah telah membuka peluang bagi produk UMKM masyarakat untuk dipasarkan melalui gerai koperasi. Produk dapat didaftarkan untuk kemudian dipasarkan kepada masyarakat melalui jaringan KDKMP.

Dengan demikian, keberadaan KDKMP diharapkan mampu memberikan manfaat dari dua sisi sekaligus, yakni mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Capaian 100 persen pembangunan di 260 titik tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi desa. Kodim 0808/Blitar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program tersebut agar pembangunan yang telah dilakukan dapat berlanjut pada tahap operasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal, memperkuat kemandirian desa, sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat menuju terwujudnya perekonomian yang lebih kuat dan berkelanjutan.(Jef/Red/0808)

Editor: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version