Connect with us

Nasional

Sejumlah Polisi di Pegunungan Bintang Diganjar Pin Emas Kapolri hingga KPLB

Published

on

JAKARTA, 90detik.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada sejumlah polisi yang bertugas di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Penghargaan itu antara lain Pin Emas Kapolri, promosi sekolah kedinasan hingga Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

“Pada pukul 09.00 WIT, bertempat di Lapangan Apel Mako Polres Pegunungan Bintang, Polda Papua telah dilaksanakan upacara pemberian penghargaan Kapolri berupa KPLB, promosi pendidikan dan Pin Emas yang dipimpin oleh Asops Kapolri Irjen Verdianto I. Bitticaca selaku Inspektur Upacara,” kata Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (7/5/2024).

Upacara pemberian penghargaan ini diikuti personel Brimob Polda Sulteng Satgas Operasi Damai Cartenz, personel Brimob Den A Polda Papua, gabungan personel Polres Pegunungan Bintang, Kelompok Gabungan Intel, Reskrim dan Resnarkoba, dan personel Polda Papua.

Dedi menjelaskan ada 5 personel yang mendapatkan KPLB, satu polisi yang mendapatkan penghargaan promosi Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen)m dua personel promosi Sekolah Inspektur Polisi (SIP), dan tiga personel mendapatkan Pin Emas Kapolri.

Berikut personel yang mendapat KPLB satu tingkat lebih tinggi dari pangkat lama:

1. Brigpol Arman Rante Limbong, Jabatan Banit 3 SPKT Polres Pegunungan Bintang

2. Briptu Melkias Petrus Sada Tapu, Jabatan Bamin Satintelkam Polres Pegunungan Bintang

3. Bripda Hajai Pulalo, Jabatan Ba Si Propam Polres Pegunungan Bintang

4. Bripda Hamow Yosua Yapsenang, Jabatan Ba Polres Pegunungan Bintang

5. Bripda Riyan Capri Zona, Jabatan Ba Ro Ops Polda Papua

Personel penerima promosi pendidikan Sespimmen T.A. 2025:

1. Kompol Micha Toding Potty, Wakapolres Pegunungan Bintang

Personel yang menerima penghargaan promosi SIP T.A. 2025:

1. Bripka Natalius Kalep Paisei, Jabatan Pa Siaga Bagops Polres Pegunungan Bintang

2. Bripka Randy Christian Korwa, Jabatan Kanit Dalmas Satu Satsamapta Polres Pegunungan Bintang

Personel yang menerima penghargaan Pin Emas Kapolri:

1. AKP Nama Menase Sayori, S.E., Jabatan Kabagops Polres Pegunungan Bintang

2. Iptu Sutokit, Jabatan Kasat Intelkam Polres Pegunungan Bintang

3. Iptu Jarwo Sasmito, S.H., M.H., Jabatan Kasatreskrim Polres Pegunungan Bintang. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Hari Santri Nasional 2026, Pengasuh Al Azhaar Tulungagung Tekankan Santri Siap Bela Negara

Published

on

TULUNGAGUNG – Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, KH Imam Mawardi Ridlwan, menegaskan bahwa santri tidak hanya dituntut untuk menuntut ilmu dan berdakwah, tetapi juga harus siap membela negara ketika dibutuhkan.

Pesan tersebut disampaikan dalam amanah peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung, pada Kamis (22/10).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 santri dan 200 guru. Sejumlah undangan turut hadir, di antaranya Kapolsek Kedungwaru, Kepala Desa Kedungwaru, serta pengurus komite sekolah.

Dalam amanahnya, KH Imam Mawardi Ridlwan, yang akrab disapa Abah Imam, menyampaikan enam karakter yang perlu dimiliki seorang santri. Keenam karakter tersebut meliputi setia, aktif dan bertindak, tawakal, terampil, resik atau bersih, serta ikhlas.

Menurutnya, kesetiaan merupakan salah satu fondasi penting bagi santri, yakni setia kepada syariat Allah SWT, mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW, serta menghormati kiai, ulama, dan pemimpin.

Selain itu, santri diharapkan tidak hanya memahami ilmu yang dipelajari, tetapi juga mampu mengambil tindakan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Abah Imam juga mengingatkan peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ketika kemerdekaan menghadapi ancaman, kalangan santri turut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian santri tidak terbatas pada lingkungan pesantren, tetapi juga mencakup kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Karakter berikutnya adalah tawakal, yakni bersungguh-sungguh dalam berusaha sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Santri juga diharapkan memiliki keterampilan hidup atau prigel, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menjalankan setiap pekerjaan dengan ikhlas.

Enam karakter tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menjalani kehidupan sekaligus mengembangkan kemampuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

KH Imam Mawardi Ridlwan, saat memberikan penghargaan kepada santriwati berprestasi,(dok/Al Azhaar).

Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pesantren Al Azhaar Kedungwaru juga memberikan apresiasi kepada santri berprestasi.

Abah Imam menyerahkan trofi kepada para santri yang meraih kejuaraan dalam bidang tahfidz Al-Qur’an dan membaca kitab. Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Selain trofi, para santri juara juga menerima dana pembinaan dari LAZTA Al Azhaar untuk mendukung pengembangan prestasi mereka.

Menjelang akhir amanahnya, Abah Imam kembali menekankan pentingnya kesiapan santri untuk belajar, berdakwah, dan membela negara.

Pesan tersebut menegaskan bahwa santri diharapkan mampu menjalankan peran keagamaan sekaligus mengambil bagian dalam menjaga dan membangun bangsa.

Peringatan Hari Santri Nasional di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pendidikan pesantren, termasuk kedisiplinan, keterampilan, keikhlasan, dan pengabdian kepada masyarakat serta negara.(DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Yabika Tuban Gelar Sholawat Bersama Habib Hilmy

Published

on

TUBAN – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban berlangsung khidmat dan penuh semangat melalui kegiatan sholawat bersama Habib Hilmy bin Ja’far Baraqbah di Hall Yabika, Bukit Insan Kamil, Sabtu (24/10/2026).

Lantunan sholawat yang diikuti para santri, guru, wali santri, dan tokoh masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, menanamkan nilai-nilai keislaman, serta meneguhkan peran santri dalam membangun bangsa menuju Indonesia yang berakhlak dan berkemajuan.

Ribuan doa dan pujian kepada Rasulullah SAW menggema di lingkungan Bukit Insan Kamil. Para santri, guru, wali santri, hingga tokoh masyarakat mengikuti lantunan sholawat dengan penuh khidmat dan antusias. Suasana kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat persatuan dalam memperingati Hari Santri Nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Habib Idrus Al Jufri, KH Yahya Romly, Ketua Umum Yabika Tuban KH Imam Mawardi Ridlwan beserta jajaran pengurus yayasan, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tuban, unsur TNI-Polri, serta Persatuan Orang Tua Santri (POTS) Insan Kamil bersama para wali santri.

Peringatan Hari Santri Nasional ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat jati diri santri, meningkatkan semangat menuntut ilmu, serta menanamkan nilai-nilai akhlak dan kepedulian sosial dalam menghadapi tantangan zaman.

Ketua Umum Yabika Tuban, KH Imam Mawardi Ridlwan, dalam pesannya mengingatkan bahwa santri bukan sekadar seseorang yang tinggal di pesantren atau mengenakan sarung. Menurutnya, santri merupakan pribadi yang senantiasa menuntut ilmu sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

“Jati diri seorang santri adalah mereka yang selalu menuntut ilmu dan peduli terhadap keadaan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semangat belajar dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari karakter seorang santri. Nilai-nilai tersebut perlu terus dipelihara agar santri tidak hanya berkembang dalam pengetahuan agama, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

KH Imam Mawardi Ridlwan juga mengingatkan bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran santri. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional, santri memiliki kontribusi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus memperjuangkan kepentingan bangsa.

Menurutnya, tantangan santri pada masa kini telah berkembang seiring perubahan zaman. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan, kini santri dituntut berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, akhlak, dan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi serta dinamika kehidupan masyarakat.

Karena itu, generasi santri diharapkan mampu menjadi bagian dari pembangunan bangsa dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

Pesan serupa disampaikan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Lukman Hakim. Ia menyebut Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk melahirkan kader-kader teladan yang mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kurikulum berbasis cinta yang digagas Kementerian Agama. Konsep tersebut menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sesama manusia, serta tanah air.

Nilai-nilai cinta tersebut diharapkan menjadi landasan bagi santri untuk membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, memperkuat kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

Dengan demikian, pendidikan santri tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan kemampuan hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat.

Habib Hilmy Tekankan Adab, Ketaatan, dan Pengabdian Santri

Suasana semakin khidmat ketika Habib Hilmy bin Ja’far Baraqbah menyampaikan nasihat kepada para santri dan jamaah. Ia mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Yang semangat bersholawat akan dibahagiakan oleh Nabi kita, Sayyidina Muhammad,” tuturnya.

Pesan tersebut disambut antusias oleh jamaah yang hadir. Sholawat tidak hanya menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mengingat kembali pentingnya meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam nasihatnya, Habib Hilmy juga menekankan bahwa karakter seorang santri harus tercermin melalui adab, kesungguhan dalam mengaji, serta kemauan untuk berkhidmat atau mengabdi.

Ia menyampaikan bahwa ketaatan kepada guru dan ulil amri atau pemimpin yang memiliki kewenangan juga menjadi bagian dari pembentukan karakter santri. Guru, menurutnya, memiliki kedudukan penting karena menjadi wasilah dalam menyampaikan ilmu dan membimbing santri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Adab kepada guru, lanjutnya, perlu senantiasa dijaga seiring dengan semangat menuntut ilmu. Sebab, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami materi pelajaran, tetapi juga pembentukan sikap, perilaku, dan tanggung jawab.

Habib Hilmy juga mengingatkan agar seseorang tidak meninggalkan nilai-nilai kesantrian meskipun telah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

“Santri yang baik adalah sosok yang diakui oleh Nabi Muhammad. Dan sebagaimana pesan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki bahwa kita harus tetap jadi santri selamanya,” tuturnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa menjadi santri bukan sekadar status selama menempuh pendidikan di pesantren. Lebih dari itu, nilai-nilai kesantunan, penghormatan kepada guru, semangat menuntut ilmu, dan pengabdian harus terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Hari Santri Jadi Momentum Menyiapkan Generasi Berakhlak

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Yabika Tuban mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat pendidikan, menjaga tradisi keagamaan, serta mendukung lahirnya generasi muda yang berilmu dan berakhlak.

Kegiatan sholawat bersama tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan melalui keteladanan, perilaku yang baik, serta kepedulian terhadap sesama.

Semangat Hari Santri Nasional juga diharapkan mampu mendorong para santri untuk terus mengembangkan kemampuan diri, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Dengan berpegang pada ilmu pengetahuan, adab, dan pengabdian, santri diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang mampu menjaga warisan perjuangan para pendahulu sekaligus berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia.(DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Rakerwil PW IPHI Jawa Timur Fokus Perkuat Koperasi Digital Koperhaji Al Mabrur

Published

on

SURABAYA— Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Lidah Wetan, Ahad (18/10). Rakerwil tersebut berfokus pada penguatan Koperasi Digital Koperhaji Al Mabrur sebagai upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan, memberdayakan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan anggota IPHI.

Ketua PW IPHI Jawa Timur, H. Emil Elestiano Dardak, menegaskan bahwa IPHI memiliki komitmen untuk menjalankan program yang berorientasi pada upaya menjaga kemabruran haji sepanjang hayat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

Menurut Emil, Rakerwil merupakan tindak lanjut atas amanah Pengurus Pusat (PP) IPHI, khususnya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah strategis yang ditempuh ialah mengembangkan Koperasi Digital Koperhaji Al Mabrur.

Emil juga mengamanahkan seluruh Pengurus Daerah (PD) IPHI se-Jawa Timur agar merealisasikan hasil Rakerwil. Ia berharap program tersebut dapat mendorong sinergi di bidang ekonomi dan usaha di seluruh daerah sehingga potensi anggota IPHI dapat dihimpun dan dikembangkan secara bersama-sama.

Sekretaris Bidang Ekonomi dan Usaha PW IPHI Jawa Timur, KH Abdul Majid, menjelaskan bahwa Koperhaji Al Mabrur dirancang sebagai koperasi digital yang melibatkan seluruh anggota IPHI. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

Menurutnya, pengembangan koperasi tersebut merupakan bagian dari perjuangan ekonomi yang sejalan dengan amanah para pendiri bangsa, yakni membangun sistem perekonomian yang mengedepankan kebersamaan dan keadilan.

“Program ini sebagai gerakan wasathiyah agar ada keseimbangan antara sistem kapitalisme yang dikuasai segelintir pihak dan sistem yang menempatkan negara sebagai pengendali utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, Koperhaji Al Mabrur diharapkan menjadi wadah ekonomi bersama yang memberikan ruang bagi anggota untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha sekaligus memperoleh manfaat dari pengembangan koperasi.

Sekretaris PW IPHI Jawa Timur juga menuturkan bahwa program tersebut sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan prinsip kebersamaan, gotong royong, dan asas kekeluargaan dalam perekonomian. Karena itu, Rakerwil menjadi forum untuk menyusun langkah-langkah konkret dan memperkuat sinergi antarpengurus IPHI di Jawa Timur.

Ketua Biro Ekonomi Kerakyatan dan UMKM PP IPHI, Dr. H. Eko Prihantoro, menekankan pentingnya pelaksanaan amanah PP IPHI terkait penguatan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, program tersebut perlu diwujudkan hingga tingkat Pengurus Daerah (PD) IPHI agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh para anggota.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Usaha PW IPHI Jawa Timur, Hj. Indah, menegaskan bahwa keberhasilan Koperhaji Al Mabrur membutuhkan keterlibatan aktif seluruh anggota. Selain sebagai wadah usaha bersama, koperasi tersebut juga diharapkan menjadi sarana pemberdayaan jamaah haji.

“Koperhaji Al Mabrur wasilah menggerakkan ekonomi kerakyatan IPHI,” tutur Indah.

Ia berharap seluruh anggota dapat mengambil bagian dalam pengembangan koperasi, sehingga program tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga berkembang menjadi gerakan ekonomi yang memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Dukungan terhadap pengembangan Koperhaji Al Mabrur juga disampaikan Ketua PW Majelis Taklim Perempuan (MTP) IPHI Jawa Timur, Hj. Imadatul Zahro. Ia menuturkan bahwa kaum perempuan yang tergabung dalam MTP IPHI memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan organisasi di Jawa Timur.

“Kekuatan terbesar IPHI Jawa Timur ada kaum perempuan yang tergabung di MTP,” tegasnya.

Imadatul menambahkan, kaum perempuan IPHI telah menyiapkan langkah konkret untuk mendukung program ekonomi organisasi. PW MTP IPHI Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk ikut memperkuat Koperasi Digital Koperhaji Al Mabrur melalui partisipasi aktif para anggotanya.

Keterlibatan perempuan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan partisipasi anggota dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis kebersamaan.

Menutup keterangannya, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur menegaskan bahwa Rakerwil kali ini secara khusus membahas pengembangan Koperasi Digital Koperhaji Al Mabrur. Koperasi tersebut diarahkan menjadi wadah untuk menghimpun, memberdayakan, dan meningkatkan kesejahteraan anggota IPHI di seluruh Jawa Timur.

Melalui penguatan koperasi digital dan sinergi antarpengurus daerah, PW IPHI Jawa Timur berharap gerakan ekonomi kerakyatan dapat berjalan berkelanjutan serta menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemabruran haji sepanjang hayat. (DON/Red)

Continue Reading

Trending