Redaksi

Skandal Roti Berjamur di Program Makan Bergizi Gratis, Sultan Resto Diduga Terlibat

Published

on

TULUNGAGUNG— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan anak-anak sekolah justru jadi petaka. Sejumlah siswa SDN 4 Kampungdalem, Tulungagung, dikejutkan dengan temuan roti berjamur dalam paket snack yang dibagikan di sekolah, pada Jumat pagi (6/3) pagi.

Kejadian ini langsung viral di kalangan orang tua murid dan memicu kemarahan publik. Pasalnya, makanan yang didistribusikan oleh pihak katering Sultan Resto itu nyaris dimakan oleh para siswa sebelum akhirnya diamankan oleh guru.

Peristiwa bermula saat para siswa menerima paket snack seperti biasa. Namun, kegaduhan terjadi ketika beberapa anak membuka kemasan roti dan melihat bercak jamur jelas menempel di permukaan roti.

Reflek, para siswa langsung melapor ke wali kelas. Pihak sekolah pun sigap. Guru langsung memerintahkan seluruh siswa untuk tidak memakan roti tersebut dan mengamankan paket snack yang mencurigakan.

Paket makanan tersebut diketahui merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh SPPG Sultan Resto,salah satu rekanan penyedia MBG di wilayah Tulungagung.

Orang tua murid pun geram. Mereka menuding adanya kelalaian fatal dalam proses kontrol kualitas makanan sebelum dikirim ke sekolah.

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak SD. Seharusnya makanan dicek dulu, jangan asal kirim. Kalau sampai dimakan, gimana nasib anak kami?” ujar salah satu wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan gizi siswa justru berpotensi menjadi bumerang jika makanan yang diberikan tidak layak konsumsi.

BGN Tulungagung Gercep: Beri SP1 dan Evaluasi Supplier.

Menanggapi insiden ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sabrina Mahardika, langsung buka suara. Pihaknya berjanji akan menelusuri rantai distribusi makanan dan menindak tegas penyedia jasa boga yang lalai.

“Saya sudah minta yang bersangkutan membuat laporan dan memberikan SP 1 kepada supplier. Kami akan pertimbangkan kembali kerja sama dengan supplier tersebut karena terbukti tidak mampu memberikan kualitas yang baik,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) terkait belum memberikan keterangan resmi. Belum diketahui pasti apakah kerusakan roti disebabkan oleh kesalahan produksi, distribusi, atau penyimpanan.

Insiden roti berjamur ini menjadi alarm keras bagi pengelola program MBG. Mengingat konsumennya adalah anak-anak, standar keamanan dan higienitas makanan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas.

Publik kini menanti tindakan nyata dari BGN dan pihak terkait. Jangan sampai program bernilai positif ini tercoreng oleh kelalaian yang membahayakan generasi penerus bangsa. (DON/Red)

Editor : Joko Prasetyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version