Politik

Atika Maulida,“Ibu” PKN DIY: Bersama Agus Setia Budi, Bangun Organisasi yang Solid dan Kokoh Hadapi Segala Tantangan 

Published

on

YOGYAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ke-5 menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar PKN, khususnya jajaran Pimpinan Daerah (Pimda) DIY, untuk memperkuat persatuan, soliditas, dan keharmonisan dalam menjalankan roda organisasi.

Sekretaris Pimda PKN DIY, Atika Maulida, menyampaikan harapannya agar PKN DIY ke depan semakin solid, kuat, dan kokoh. Baginya, kekuatan organisasi bukan semata-mata terletak pada struktur kepengurusan, melainkan juga pada komunikasi, rasa saling percaya, dan kebersamaan seluruh kader.

Bersama Ketua Pimda PKN DIY, Agus Setia Budi, Atika berkomitmen untuk terus membangun dan memperkuat struktur organisasi PKN DIY agar semakin tangguh.

Ia berharap seluruh jajaran pengurus mampu menjaga kesatuan langkah sehingga organisasi tidak mudah goyah ketika menghadapi berbagai tantangan, layaknya sebuah bangunan kokoh yang tetap berdiri meskipun diterpa badai.

Di lingkungan keluarga besar PKN DIY, Atika Maulida kini menjadi sosok yang lekat dengan sebutan figur seorang ibu. Sosok yang diharapkan mampu merangkul, mengayomi, menjaga komunikasi, serta membangun kedekatan antarkader. Sementara itu, Agus Setia Budi sebagai Ketua Pimda menjadi figur ayah yang memberikan arahan, wejangan, dan penguatan bagi seluruh keluarga besar PKN DIY.

Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi. Sebagai seorang ibu, Atika berupaya menjaga komunikasi dengan seluruh jajaran pengurus sekaligus membangun koordinasi yang baik dengan Ketua Pimda.

Sementara itu, komunikasi dan sinergi dengan Agus Setia Budi menjadi bagian penting dalam menjaga arah kepemimpinan dan memperkokoh fondasi organisasi.

Filosofi ibu dan ayah ini menjadi gambaran bahwa sebuah organisasi membutuhkan lebih dari sekadar kepemimpinan struktural.

Dibutuhkan kasih sayang, ketegasan, komunikasi, kebijaksanaan, serta kesediaan untuk saling mendengarkan.

Atika berharap kepengurusan Pimda PKN DIY saat ini dapat menjadi keluarga besar yang sesungguhnya. Tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tidak saling melemahkan ketika menghadapi persoalan, tetapi justru semakin erat ketika tantangan datang.

“Harapan kami, PKN DIY semakin solid, semakin rukun, dan semakin kokoh. Kita harus menjaga komunikasi, saling menguatkan, dan berjalan bersama. Jangan sampai ketika badai datang, kita justru terpecah. Sebaliknya, jadikan setiap tantangan sebagai alasan untuk semakin kuat,” menjadi pesan yang menggambarkan semangat kebersamaan tersebut.

Memasuki usia ke-5, PKN DIY diharapkan mampu menjadikan momentum ini sebagai awal penguatan organisasi yang lebih matang.

Dengan sinergi antara Ketua Pimda, Sekretaris, seluruh Pimcab, dan jajaran kader di setiap kabupaten/kota, PKN DIY diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah organisasi.

Pada akhirnya, organisasi yang kuat bukanlah organisasi tanpa masalah, melainkan organisasi yang mampu menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi, kebersamaan, dan persaudaraan.

Karena PKN DIY bukan sekadar struktur kepengurusan, melainkan sebuah keluarga besar.

Ada ayah yang mengarahkan, ada ibu yang merangkul, dan ada seluruh kader yang bersama-sama menjaga rumah perjuangan agar tetap berdiri kokoh menghadapi badai apa pun.(By/Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version