TNI & Polri
Kasdim 0808/Blitar Hadiri Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Hidrometeorologi, Wujudkan Sinergitas Antar Instansi

BLITAR – Bertempat di Halaman PIPP Jalan Dr. Moh. Hatta Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Kasdim 0808 Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag. mengikuti kegiatan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Siaga Tanggap Bencana Hidrometeorologi Polres Blitar Kota, pada Rabu (4/11).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mengkonsolidasikan kekuatan lintas instansi dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam di wilayah Kota Blitar dan sekitarnya.
Upacara penting ini turut dihadiri oleh sejumlah unsur pimpinan penting di daerah, di antaranya Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., Kabakesbangpol Kota Blitar Bpk. Toto Robandiyo, S.Sos., M.Si., Kalaksa BPBD Kota Blitar Agus Suherli, S.H., Kasdim 0808 Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag, Wakapolresta Kompol Subiantana, S.H., serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Blitar Kota.
Bertindak sebagai pimpinan apel, Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo membacakan amanat dari Kapolda Jawa Timur yang memaparkan data bahwa sepanjang tahun 2026 telah terjadi 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur.
Dampak dari rentetan bencana tersebut mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 55 orang mengalami luka-luka, serta total kerugian material yang mencapai Rp7,552 miliar.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan mengenai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan periode 2026 hingga 2027 diperkirakan datang lebih lambat dari biasanya.
Indikasi ini menjadi sinyal kuat potensi terjadinya cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Timur, sehingga negara harus hadir secara nyata untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolda Jatim dalam amanatnya memerintahkan seluruh jajaran beserta pemangku kepentingan terkait untuk segera melaksanakan pemetaan wilayah rawan bencana, memperkuat koordinasi dan komunikasi antarinstansi, serta membentuk posko kesiapsiagaan agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Seluruh personel juga diinstruksikan agar selalu berada dalam kondisi prima serta dilengkapi dengan alat perlindungan diri (APD) yang memadai demi menjamin keselamatan petugas di lapangan.
Ditemui secara terpisah seusai kegiatan, Kasdim 0808 Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag. menyatakan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana secara menyeluruh.
Ia berharap melalui sinergitas yang erat antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, and unsur terkait lainnya, seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan, mengoptimalkan langkah antisipasi, serta melakukan penanganan secara terpadu guna meminimalisir dampak bencana terhadap masyarakat di Kota Blitar. (Dim0808).
TNI & Polri
Polisi Bersama Masyarakat : Polres Blitar Serap Aspirasi Warga Lewat Curhat Kamtibmas

BLITAR — Kepolisian Resor Blitar terus memaksimalkan kegiatan curhat Kamtibmas sebagai sarana efektif untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung di Rumah Kepala Desa Sumberagung Bpk Sukram, pada Rabu (4/11/2026).
Kegiatan komunikasi dua arah yang dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar, AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K, M.H, ini bertujuan untuk meruntuhkan sekat birokrasi sekaligus memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Blitar.
Kapolres Blitar AKBP Ardhy yang didampingi Kasat Intel dan Kasat Binmas menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menyerap dinamika sosial di tingkat bawah.
“Kegiatan Curhat Kamtibmas ini merupakan komitmen kami untuk meruntuhkan sekat antara kepolisian dan masyarakat. Kami hadir di sini bukan hanya untuk mendengarkan, tetapi untuk memastikan setiap aspirasi dan keluhan warga mendapatkan solusi nyata,” ujar AKBP Ardhy.
Terlihat dalam suasana penuh keakraban, jajaran perwira duduk melingkar satu meja kayu bersama warga. Sambil menikmati cangkir kopi, para Polisi dan masyarakat tampak tersenyum, mengacungkan jempol, serta berdialog tanpa sekat birokrasi.
Melalui sarana Curhat Kamtibmas di Rumah Kepala Desa Sumberagung, Polres Blitar memanfaatkannya untuk memetakan potensi gangguan kamtibmas, pelayanan publik, hingga isu keamanan lingkungan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, warga bertanya berkaitan maraknya penipuan onlain, warga bertanya berkaitan mekanisme pembuatan SIM.
Menanggapi berbagai masukan warga terkait ketaatan berlalu lintas dan kesadaran hukum masyarakat, Kapolres menekankan koordinasi lintas fungsi kepolisian di Polres Blitar.
“Aspirasi mengenai titik-titik Jalan yang bergelombang rusak dan potensi gangguan keamanan sudah kami catat. Saya telah menginstruksikan lintas Fungsi kepolisian di polres Blitar untuk segera menindaklanjuti Koordinasi dengan Forkopimda melalui peningkatan patroli terjadwal serta edukasi langsung ke komunitas warga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres Blitar menyampaikan apresiasi atas proaktifnya warga yang hadir menyampaikan kritik membangun demi terciptanya kondusivitas wilayah Blitar.
“Keamanan daerah tidak bisa diwujudkan oleh kepolisian semata, melainkan hasil kolaborasi erat bersama seluruh elemen masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas keterbukaan warga hari ini,” pungkasnya.
Melalui sarana Curhat Kamtibmas ini, Polres Blitar berkomitmen untuk terus menggelar program serupa secara berkala di berbagai titik wilayah hukum Polres Blitar guna memperkuat respons cepat kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat.(Hms/Jef)
TNI & Polri
Polda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kapolda: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

SURABAYA – Polda Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Hal itu ditegaskan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Mapolda Jatim, pada Rabu (4/11).
Kapolda Jatim menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kesiapsiagaan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk lebih siap memberikan bantuan apabila terjadi bencana alam di wilayah Jawa Timur,” ujar Irjen Pol Dekananto.
Menurut Kapolda, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya diukur dari jumlah personel yang disiagakan, tetapi juga dari kesiapan peralatan, efektivitas koordinasi, serta kecepatan respons ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Oleh karena itu, seluruh sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan serta disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan potensi bencana yang dihadapi.
Memasuki periode meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, Polda Jatim bersama pemerintah daerah dan instansi terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang, serta berbagai dampak cuaca ekstrem lainnya.
Kapolda Jatim juga menyoroti pentingnya evaluasi penanganan bencana yang telah terjadi, termasuk di wilayah Kabupaten Lumajang, sebagai bahan penguatan kesiapan personel, akses penyaluran bantuan, dan dukungan bagi masyarakat terdampak.
Selain kesiapan operasional, pemetaan wilayah rawan bencana menjadi perhatian penting agar langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan lebih dini.
Untuk memperkuat koordinasi tersebut, Polda Jatim mendorong pelaksanaan simulasi penanganan bencana melalui Tactical Floor Game (TFG) bersama BPBD dan instansi terkait.
Melalui simulasi tersebut, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesamaan pemahaman mengenai pola koordinasi, pembagian tugas, serta langkah penanganan apabila terjadi situasi darurat.
Kapolda Jatim menyampaikan bahwa pihaknya bersama Gubernur Jawa Timur, Pangdam, dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus mengevaluasi kebutuhan personel maupun peralatan pendukung penanggulangan bencana.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam memberikan bantuan kemanusiaan secara cepat dan efektif.
“Negara harus hadir. Kami akan bersama-sama dengan Ibu Gubernur dan Pak Pangdam mengevaluasi kebutuhan tersebut. Karena ini menyangkut kemanusiaan, tentu harus ada upaya percepatan untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegas Irjen Pol Dekananto.
Melalui penguatan kesiapsiagaan dan sinergi lintas instansi, Polda Jatim berkomitmen mendukung upaya mitigasi serta penanganan bencana dengan mengutamakan keselamatan dan perlindungan masyarakat. (Hms/DON)
TNI & Polri
Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen

BLITAR – Sebagai bentuk nyata wujud pendampingan teritorial dan kepedulian terhadap ketahanan pangan di wilayah binaan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0808/15 Gandusari jajaran Kodim 0808/Blitar, Sertu Awang, melaksanakan kegiatan turun langsung ke lapangan untuk membantu petani memanen hasil pertanian, pada Selasa (3/11).
Kegiatan yang mengusung semangat “Bersatu dengan Alam” ini dilaksanakan di lahan pertanian milik Bapak Agus, warga RT 02 RW 03 Dusun Dewi, yang juga merupakan bagian dari Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah kebun cabai tersebut disambut hangat oleh pemilik lahan dan para petani setempat.
Sertu Awang tampak cekatan membantu memetik cabai yang siap panen bersama para petani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam mengawal dan mensukseskan program ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan motivasi serta semangat kepada para petani agar terus produktif dalam mengelola lahan pertanian mereka.
“Pendampingan ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami selaku Babinsa untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Selain untuk membantu meringankan pekerjaan petani, momen kebersamaan seperti ini sangat efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Sertu Awang di sela-sela kegiatan panen.
Sementara itu, Bapak Agus selaku pemilik lahan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan serta kepedulian dari Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari.
Kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi para anggota Poktan Dewi Sri untuk terus meningkatkan hasil pertanian di kawasan Desa Semen. (Dim0808)
Nasional6 hari agoPKN Desak Presiden Kembalikan Hak Keuangan Daerah
Peristiwa2 minggu agoLKS Rp 20 Ribu di SMAN 1 Trenggalek Dipertanyakan, Kepastian Wajib Beli Masih Mengemuka
Hukum3 minggu agoFredi Moses Desak Polda Maluku Tuntaskan Tiga Dugaan Kasus Korupsi
TNI & Polri2 minggu agoPangan Murah, Bantu Masyarakat Dapatkan Bahan Pokok dengan Harga Terjangkau
Opini1 minggu agoSantri Harus Siap Bela Negara, Bukan Sekadar Menjaga Tradisi
Pemerintahan3 minggu agoHearing ADD Blitar Buntu, Empat Organisasi Desa Beri Waktu Pemkab Cari Solusi
Redaksi3 minggu agoPrabowo Subianto Genap Berusia 75 Tahun, Momentum Refleksi dan Harapan bagi Indonesia
TNI & Polri3 minggu agoPolres Blitar Terus Tingkatkan Pelayanan, Hadirkan Jumat Keliling












