Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Jawa Timur · 23 Jan 2024 WIB ·

Kini RS Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya Miliki Layanan DSA


 Kini RS Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya Miliki Layanan DSA Perbesar

SURABAYA, 90detik.com – Kini Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya miliki layanan DSA (Digital Subtraction Angiography) untuk pemeriksaan dan tindakan yang bermasalah di kepala, diantaranya struk dan darah saluran di otak.

Karumkit RS Bhayangkara Polda Jatim, Kombes Pol dr Aris Sukarno, SpOG mengatakan, layanan DSA ini baru ada di RS Bhayangkara Polda Jatim,Surabaya dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat ( RSPAD ) Gatot Subroto Jakarta serta Rumah Sakit Tentara ( RST) Slamet Riyadi di Solo Jawa Tengah.

“Di Indonesia baru ada di Rumah Sakit Polri yang ada di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya,namun demikian sebelumnya layanan ini juga ada di RSPAD Gatot Subroto dan RST Slamet Riyadi di Solo,” ujar Kombes Pol dr Aris Sukarno, SpOG, pada Sabtu (20/01).

Ia menambahkan, bahwa layanan DSA untuk pasien (penderita) yang mengalami kelainan seperti pembuluh darah yang ada diotak.

Hal itu perlu tindakan yang akan dilakukan pemasukan kateter melalui pembuluh darah dengan bantuan dan penyinaran, maka nantinya akan kelihatan pembuluh yang ada di otak, khususnya.

Kemudian dari situ nanti akan terlihat bahwa pembuluh darah mengalami kesempitan – sumbatan/kebuntuhan, yang kemudian dokter akan memasukkan jenis zat tertentu yang tujuannya untuk mengurangi sumbatan yang ada.

“Dengan cara memasukan jenis zat tertentu maka diharapkan dengan penyumbatan tadi sudah berkurang dan bisa lancar sehingga kesehatan di otak lebih baik lagi dan pada akhirnya diharapkan keluhan dari pasien bisa lebih membaik,”ujarnya.

Menurut Kombes Pol dr Aris, tindakan itu juga digunakan untuk mencegah terjadinya pembuntuhan / plak yang ada dalam darah otak.

Sedangkan untuk melakukan tindakan (operasi) butuh waktu 15 – 30 menit dan jika dilakukan dengan persiapan sampai sekitar satu jam.

Tentunya penanganan untuk melakukan tindakan akan melibatkan tim dokter yang memiliki spesialisasi. Diantaranya mulai dari dokter syaraf, Radiologi, dokter penyakit jantung, penyakit Dalam, dan Anastesi.

Sebagai informasi, DSA merupakan Teknik pencitraan paling akurat dalam mengevaluasi sistem pembuluh darah otak dalam menemukan kelainan pembuluh darah di otak, seperti stenosis arteri, malformasi arteri vena dan aneurisma otak.(Red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

OPS Ketupat Semeru 2024 Polisi Bantu Kendaraan Pemudik Mogok di Kota Kediri

17 April 2024 - 10:36 WIB

Perayaan Ketupat, Polres Bangkalan Siagakan Personel Pengamanan Lebaran di Tengah Laut

17 April 2024 - 10:30 WIB

Polres Jember Berhasil Amankan 4 Tersangka dan Puluhan BB Diduga Hasil Curanmor

17 April 2024 - 10:26 WIB

Operasi Ketupat Semeru 2024, Polda Jatim Berhasil Tekan Angka Kecelakaan dan Gangguan Kamtibmas

17 April 2024 - 10:21 WIB

Seluruh Jajaran Forkopimcam Beserta Pemerintah Desa se Kecamatan Sumbergempol Mengikuti Acara Halal Bihalal1445 Hijriah, Ini Harapan Plt Camat

17 April 2024 - 04:10 WIB

Aksi Polisi Kota Kediri Bantu Kendaraan Pemudik Mogok Hingga Kehabisan BBM

16 April 2024 - 15:09 WIB

Trending di Jawa Timur