Redaksi
Sekutu Rayakan Anniversary ke-2, Ratusan Scooteris Padati Angkringan Lawe Tulungagung
TULUNGAGUNG — Ratusan anggota komunitas Scooteris Kampus UIN (SATU) Tulungagung yang tergabung dalam Scooteris Kampus UIN SATU (SEKUTU) menggelar perayaan anniversary ke-2 di Angkringan Lawe, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (27/12) malam.
Perayaan berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan scooteris dari berbagai daerah di Tulungagung dan sekitarnya.
Deretan Vespa klasik hingga modern tampak memenuhi area Angkringan Lawe, menciptakan suasana kebersamaan yang kental dengan nilai solidaritas dan persaudaraan khas komunitas roda dua.
Ketua Panitia Anniversary ke-2 SEKUTU Tulungagung sekaligus Ketua IVTA (Ikatan Vespa Tulungagung), Miftah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan komunitas yang telah memasuki usia dua tahun.
Menurutnya, SEKUTU lahir dari semangat mahasiswa UIN SATU Tulungagung yang memiliki kecintaan terhadap dunia Vespa sekaligus keinginan untuk membangun ruang positif bagi mahasiswa.
“Anniversary ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antaranggota serta memperkuat identitas SEKUTU sebagai komunitas yang solid, santun di jalan, dan aktif dalam kegiatan sosial,” ujar Miftah.
Ia menambahkan, selama dua tahun berdiri, SEKUTU tidak hanya fokus pada hobi otomotif, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Mulai dari bakti sosial, berbagi takjil di bulan Ramadan, hingga kegiatan kemahasiswaan yang mendukung citra positif komunitas scooteris di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Perayaan anniversary ke-2 ini dikemas secara sederhana namun penuh keakraban.
Selain menjadi ajang temu kangen antaranggota dan komunitas Vespa lainnya, acara juga diisi dengan diskusi ringan, hiburan musik reggae, serta doa bersama sebagai bentuk harapan agar SEKUTU terus berkembang dan memberi manfaat.
Miftah menegaskan bahwa SEKUTU berkomitmen menjadi komunitas yang tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga mengedepankan nilai kebersamaan, toleransi, serta tanggung jawab sosial.
“Kami ingin menghapus stigma negatif tentang scooteris. Di SEKUTU, kami menjunjung tinggi etika berlalu lintas, saling menghargai, serta menjaga nama baik kampus UIN SATU,” tegasnya.
Salah satu anggota SEKUTU mengaku bangga menjadi bagian dari komunitas tersebut.
Menurutnya, SEKUTU telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa pecinta Vespa.
“Di sini kami bukan hanya kumpul motor, tetapi juga saling mendukung, belajar berorganisasi, dan membangun persaudaraan tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya.
Perayaan ini juga menjadi ajang memperkuat jaringan antar komunitas Vespa di Tulungagung.
Sejumlah komunitas scooteris dari luar kampus turut hadir dan memberikan ucapan selamat, menandakan bahwa SEKUTU telah diterima dan diakui di lingkungan komunitas Vespa lokal.
Ke depan, SEKUTU Tulungagung berencana memperluas kegiatan positif di bidang sosial, edukasi keselamatan berkendara, serta kegiatan kampus.
Miftah berharap seluruh anggota tetap menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan agar SEKUTU terus eksis dan berkembang.
“Dua tahun ini baru awal. Semoga ke depan SEKUTU semakin solid, bermanfaat, dan mampu membawa nama baik kampus serta komunitas Vespa di Tulungagung,” pungkasnya. (DON/Red)