Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Jawa Timur · 2 Apr 2024 WIB ·

Aliansi Jurnalis Tulungagung Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Oknum TNI AL


 Aliansi Jurnalis Tulungagung Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Oknum TNI AL Perbesar

TULUNGAGUNG, 90detik.com- Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT) Jawa Timur mengecam keras atas tindakan kekerasan yang dilakukan tiga oknum anggota TNI AL terhadap seorang wartawan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

“Kita patut mengecam tindakan penganiayaan terhadap wartawan media online tersebut,” kata Ketua AJT Catur Santoso ditemui dikantornya, Senin (1/4/2024).

Dirinya menegaskan kasus kekerasan terhadap wartawan saat menjalankan tugasnya di lapangan telah melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 pasal 18 ayat 1.

Di samping itu, kata Catur, tersangka penganiayaan juga bisa dijerat Undang-Undang KUHPidana.

“Karena jurnalis adalah satu aktivitas yang baik dalam rangka mencari mengolah sampai mendistribusikan berita adalah salah satu kerja pers yang harus dilindungi dalam konteks pemberitaan, kebutuhan perlindungan fisik dan sebagainya,”sambungnya.

Dia pun menegaskan bahwa apapun bentuk keberatan terhadap pemberitaan, dapat diselesaikan secara etik.

“Ada hak jawab yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang keberatan terhadap pemberitaan disampaikan oleh teman-teman wartawan,”ucapnya.

Karena itu Ia meminta atasan pelaku di Lanal Ternate agar secepatnya memproses kasus tersebut, sehingga ada efek jera bagi oknum aparat yang sengaja menghalangi kerja-kerja jurnalis di lapangan.

“Kita berharap Danlanal Ternate dan jajarannya dapat menindaklanjuti dan mengusut tuntas kasus yang menimpa korban, karena apapun dalihnya, dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Pers,” katanya.

Oleh karena itu, atas perbuatan tiga oknum anggota TNI AL dinilainya tidak pantas menjadi abdi negara.

“Oknum TNI AL tidak mengerti dengan kerja kerja pers harus ditindak sesuai peraturan hukum yang berlaku,” katanya.

Sebagai informasi, seorang jurnalis dari Halmahera Selatan mengalami kekerasan oleh oknum TNI pada Kamis 28 Maret 2024. Kejadian ini bermula korban dijemput dari rumahnya oleh dua oknum prajurit TNI AL tanpa ada surat resmi, artinya dilakukan dengan sewenang-wenang.

Setelah itu korban dibawa ke pos TNI AL yang berada di pelabuhan daerah bacan selatan, Halmahera Selatan. Korban lantas diinterogasi terkait pemberitaan soal pengangkutan BBM subsidi yang diduga milik Polairud oleh TNI AL.

Saat diinterogasi, korban sambil dipukul oleh kurang lebih tiga orang oknum anggota TNI AL. Kemudian ditendang menggunakan sepatu Laras dan dicambuk dengan selang. (Red)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Kamtibmas, Polres Kediri Tingkatkan Patroli Rutin Obyek Vital

19 April 2024 - 09:57 WIB

Tanggap dan Responsif, Personel Polres Mojokerto Bantu Korban Laka Lantas

19 April 2024 - 09:43 WIB

Cegah Laka Laut Pada Lebaran Ketupat Sinergitas TNI – Polri Beri Pengamanan di Pantai Watu Pecak Lumajang

19 April 2024 - 09:39 WIB

Polda Jatim Terapkan KRYD Antisipasi Arus Balik Mudik Tahap Dua

19 April 2024 - 09:34 WIB

Polres Tulungagung Amankan Sejumlah Balon Udara Siap Diterbangkan

19 April 2024 - 09:28 WIB

Polrestabes Surabaya Amankan 11 Orang di Jalan Kunti Diduga Pemain Narkoba

19 April 2024 - 09:17 WIB

Trending di Jawa Timur