Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Jawa Timur · 27 Mar 2024 WIB ·

Cegah Perang Sarung Berulang, Polres Blitar Kota Lakukan Pembinaan


 Cegah Perang Sarung Berulang, Polres Blitar Kota Lakukan Pembinaan Perbesar

BLITAR, 90detik.com Sebanyak 11 anak baru gede alias ABG diamankan Polres Blitar Kota pada Selasa (26/3/2024).

Langkah itu dilakukan lantaran mereka diduga akan melakukan perang sarung di wilayah Hukum Polres Blitar Kota.

Langkah meringkus para remaja itu tepat lantaran tradisi tawur sarung di sejumlah tempat di masa Ramadan kerap berujung kerusuhan.

Polres Blitar Kota juga menyita sejumlah barang bukti berupa sebuah ruyung besi, batu, palu dan belati kecil dari sekelompok remaja itu.

“Sebanyak 11 remaja itu kami bawa ke Polres untuk dilakukan pembinaan,” kata Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Syamsul Anwar.

Iptu Syamsul mengatakan, berawal dari patroli siber Polres Blitar Kota menemukan akun media sosial yang menginformasikan akan ada perang sarung di malam hari saat Ramadan.

Berdasarkan informasi tersebut, anggota Polres Blitar Kota menggelar patroli wilayah mulai Senin (25/3/2024) malam hingga Selasa (26/3/2024) dini hari.

Patroli dipimpin langsung Wakapolres Blitar Kota, Kompol I Gede Suartika.

Dari kegiatan patroli, anggota patroli gabungan menemukan gerombolan anak muda yang diduga akan melaksanakan perang sarung.

Anggota gabungan kemudian menggeledah sekelompok anak muda dan menemukan barang bukti berupa ruyung besi, batu, palu dan belati.

“Kami mengamankan 11 remaja untuk dilakukan pemeriksaan di Polres. Tapi, 11 remaja itu tidak dilakukan penahanan, hanya wajib lapor seminggu sekali,” katanya.

Sebanyak 11 remaja yang diamankan mayoritas masih di bawah umur. Mereka berusia mulai 15 tahun sampai 20 tahun.

“Kami mengimbau kepada para orang tua mengawasi anak-anaknya. Apabila di atas pukul 10.00 WIB, anak-anaknya belum pulang segera cek keberadaannya, jangan sampai anaknya terlibat perang sarung,” ujarnya.

(Red/Hms)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Habiskan Anggaran Setengah Miliar Lebih, Pembangunan Kantor Desa Duwet Tak Kunjung Selesai

17 April 2024 - 11:22 WIB

OPS Ketupat Semeru 2024 Polisi Bantu Kendaraan Pemudik Mogok di Kota Kediri

17 April 2024 - 10:36 WIB

Perayaan Ketupat, Polres Bangkalan Siagakan Personel Pengamanan Lebaran di Tengah Laut

17 April 2024 - 10:30 WIB

Polres Jember Berhasil Amankan 4 Tersangka dan Puluhan BB Diduga Hasil Curanmor

17 April 2024 - 10:26 WIB

Operasi Ketupat Semeru 2024, Polda Jatim Berhasil Tekan Angka Kecelakaan dan Gangguan Kamtibmas

17 April 2024 - 10:21 WIB

Seluruh Jajaran Forkopimcam Beserta Pemerintah Desa se Kecamatan Sumbergempol Mengikuti Acara Halal Bihalal1445 Hijriah, Ini Harapan Plt Camat

17 April 2024 - 04:10 WIB

Trending di Jawa Timur