Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Peristiwa · 29 Mar 2024 WIB ·

Safari Ramadan dan Ritual di Gunung Lawu, Gus Edi Al Ghoibi Dapat Bisikan Ghaib 


 Safari Ramadan dan Ritual di Gunung Lawu, Gus Edi Al Ghoibi Dapat Bisikan Ghaib  Perbesar

MAGETAN, 90detik.com Perjalanan Safari Ramadan tokoh spiritual Gus Edi Al Ghoibi telah sampai di makam Ki Abdulloh Sujati ( Syech Lutfi ) Kyai Ageng Sunan Lawu tepatnya di Mindungan, Tinap kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan, pada Jum’at (29/3/2024).

Dalam perjalanan sebelumnya, Gus Edi Al Ghoibi telah mengunjungi berbagai tempat sakral di provinsi Jawa Timur.

Gus Edi melakukan ziarah ke magbaroh Kanjeng Sunan Lawu juga menjalankan ritual ritual khusus di wilayah tersebut, diiringi 2 santri juga teman seperguruannya.

Tokoh spiritual dari Tulungagung yang selalu memakai pakaian serba hitam, memang mempunyai kelebihan dan keanehan dalam bidang spiritual yang di miliki sejak masih kecil.

”Gus Edi Al Ghoibi, juga putra seorang Kyai, punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh banyak orang,” tutur Abdul Karim yang juga teman Gus Ghoibi semasa belajar di Ponpes wilayah Widang Tuban.

Wukir Mahendra yang nama lain Gunung Lawu ini adalah tempat sakral yang sangat luar biasa, karena gunung Lawu adalah kerajaan pertama kali yg dipimpin orang dari kahyangan.

Pada masa Prabu Brawijaya V Raja Majapahit di abad 15. Banyak tempat tempat sakral diantaranya Sendang Drajad, sendang ini diyakini masyarakat bila ingin kesuksesan duniawi terkait pangkat,derajat, juga kemuliaan maka diadakan ritual mandi di sendang ini.

”Selain itu, ada juga goa yang di sebut Sumur Jolotundo menjelang puncak, goa ini sangat curam turun ke bawah dengan kedalaman 5 meter. Dan sumur ini jaman dulu digunakan untuk bertapa dan juga para guru guru memberikan wejangan kepada muridnya,” kata Gus Edi.

Selanjutnya Gus Ghoibi menuju Argodumilah atau di sebut Argodalem tempat ziarah, disinilah tempatnya Eyang Sunan Lawu, bertahta Raja terakhir Majapahit memerintah bangsa halus. Dan Argodalem adalah makam kuno tempat moksa sang Prabu Brawijaya.

Menurut Gus Ghoibi, penziarah wajib pisowanan ( upacara ritual ) sebanyak tujuh kali untuk melihat penampakan Eyang Sunan Lawu.

Setelah menjalankan ritual Gus Ghoibi dengan ketenangan jiwanya mampu bermediasi dengan Eyang Lawu untuk menjaga stabilitas negara pasca Pilpres dan untuk memastikan isyaroh yang akan jadi pemimpin di Tulungagung ke depan.

Pada saat Gus Ghoibi berbincang kepada para santri juga sahabatnya tentang hasil riyadhoh di Argodalem munculah suara lirih, wong kang biso ngayomi ing tlatah Tulungagung ugo kanggonan wahyu mahkuto romo kuwi wong kang wus tuwo ati lan pikire Ngger, lan ugo bakal kadunungan pusoko Tunjung Drajad lirik Pitu, Kuwi mengko bondo lan saronone bakal tinemu.

”orang yang bisa mengayomi di Tulungagung dan yang dapat pulung Wahyu mahkota rama itu orang yang tua hati dan pikirannya. Juga akan ditempati pusaka Tunjung Drajad lirik tujuh. Itupun nanti dana maupun sarana lainnya akan ketemu atau ada jalannya”(red).

Usai ritual dan mendapatkan bisikan tersebut, Gus Edi mengajak ke dua santri dan sahabatnya turun gunung untuk ke tempat sakral lainnya. (Red/JK)

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

PJU Mati Sebabkan Kecelakaan, Pemkab Tulungagung Tak Respon Keluhan Warga

9 Juni 2024 - 16:18 WIB

Ketua Tugu Lawang Soroti Video Pj Bupati, Justru Membuat Tulungagung Semakin Tak Kondusif

7 Juni 2024 - 15:12 WIB

Warga Keluhkan Acara Ngaji Ngopi Bareng, Pj Bupati Mengelak Hanya Diundang

7 Juni 2024 - 07:30 WIB

Koordinator Aksi: Kami Akan Kembali Demo Dengan Massa Yang Lebih Besar

20 Mei 2024 - 08:33 WIB

Pakar Hukum di Tulungagung Soroti Langkah Kepolisian dan Dinas Kesehatan Terkait Kecelakaan Mobil Ambulan

10 Mei 2024 - 11:12 WIB

Mengenang Sosok KH Sirodjan Muniro, Dimata Alumni Ponpes Nurul Haromain Kulon Progo 

9 Mei 2024 - 14:00 WIB

Trending di D.I Yogyakarta