Redaksi

Viral! Sekdes Ngrance Tulungagung Diduga Nyinyir Soal MBG, Camat Pakel Buka Suara

Published

on

TULUNGAGUNG — Jagat media sosial di Kabupaten Tulungagung mendadak riuh. Sebuah unggahan kontroversial yang diduga menyindir program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perbincangan hangat.

Yang membuat publik terkejut, akun facebook tersebut disebut-sebut milik Sekretaris Desa (Sekdes) Ngrance, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Aparat desa yang seharusnya berada di garda terdepan dalam menyukseskan program nasional justru dipertanyakan loyalitasnya setelah unggahan itu dinilai bernada “nyinyir” dan tidak mendukung kebijakan pemerintah pusat.

“Perangkat desa seperti Sekdes itu juga bagian dari pemerintahan. Seharusnya mendukung program pusat, bukan malah sebaliknya. Yang dipersoalkan bukan SPPG-nya, tapi postingannya,” tulis seorang warganet, memicu perdebatan luas di media sosial.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Desa Ngrance, H. Mujiono, akhirnya angkat bicara.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung program nasional.

“Bagi kami, semua program nasional yang diluncurkan pemerintah tentu sudah melalui proses dan kajian mendalam. Kami di pemerintahan tingkat bawah harus dan wajib menyukseskannya. Selama ini kami selalu berupaya cepat mengeksekusi program-program pemerintah,” tegasnya kepada 90detik.com Sabtu(14/2).

Dirinya juga mengakui bahwa pernyataan sekdesnya di media sosial kurang bijak dan tidak mencerminkan sikap aparatur pemerintah.

“Kami mohon maaf atas pernyataan sekdes kami di medsos yang kurang bijak sebagai aparat pemerintah. Sekali lagi mohon maaf,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Pakel, Endik Eko Wahyudi, mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari wartawan. Ia menyatakan akan melakukan klarifikasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak desa.

“Saya cross check dulu. Maaf, saya baru tahu berita ini dari njenengan,” ujarnya.

Dalam penelusurannya, Camat menemukan adanya latar belakang pribadi yang diduga berkaitan dengan unggahan tersebut.

“Ternyata anaknya sekolah di MI Al Azhar Bandung, dan SPPG-nya juga di wilayah Bandung. Kita tetap lakukan pembinaan, tapi koordinasi dulu dengan atasan langsung, Pak Kades Ngrance,” jelasnya.

Meski diduga dipicu persoalan personal, sebagai aparatur pemerintahan setiap pernyataan di ruang publik tetap dituntut selaras dengan kebijakan negara. Insiden ini pun menjadi pengingat bagi seluruh aparatur desa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Di tengah gencarnya pemerintah pusat mendorong program strategis seperti MBG yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sinergi antarlevel pemerintahan menjadi kunci utama keberhasilan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Sekdes Ngrance belum memberikan klarifikasi secara langsung.

Polemik ini menjadi bahan evaluasi agar pembinaan internal di lingkungan pemerintahan desa semakin diperkuat demi menjaga soliditas dan kepercayaan publik. (DON/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version