Ekonomi & Bisnis
2.279 Pemudik Tiba di Sorong Pasca Idulfitri 1446 H, Arus Balik Padati Pelabuhan Lewat Dua Kapal Pelni

Kota Sorong PBD, – (16/04/2025) Arus balik Lebaran 1446 Hijriah mulai terasa di Kota Sorong. Tercatat sebanyak 2.279 jiwa telah tiba di Pelabuhan Kota Sorong dalam beberapa hari terakhir usai merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman masing-masing.
Pemulangan arus balik ini dilakukan melalui dua kapal penumpang milik PT Pelni (Persero), yakni KM Dobonsolo dan KM Dorolonda. Kedua kapal tersebut mengangkut penumpang dari berbagai daerah di Indonesia menuju Sorong dan wilayah sekitarnya.
Kepala Cabang PT Pelni Sorong, Selamat Yanwardi, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa arus balik tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Total jumlah penumpang yang tiba melalui dua kapal ini mencapai 2.279 jiwa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang merupakan lintasan dua kapal Pelni ini,” jelasnya.
Selamat juga menyebutkan bahwa para penumpang tidak hanya bertujuan ke Kota Sorong saja, namun juga akan melanjutkan perjalanan ke daerah lain di wilayah Papua Barat Daya seperti Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, Raja Ampat, dan Kabupaten Sorong. Pelni bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan kelancaran arus balik, termasuk penyediaan transportasi lanjutan bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan darat ke kabupaten masing-masing.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Pelni tetap menerapkan standar pelayanan yang ketat, termasuk aspek keselamatan pelayaran serta fasilitas kenyamanan di atas kapal. “Kami terus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Setiap penumpang dicek dokumen keberangkatan dan diperiksa kesehatan sesuai prosedur,” ujar Selamat.
Sementara itu, suasana di Pelabuhan Sorong terpantau ramai namun tertib. Para pemudik terlihat membawa berbagai barang bawaan, mulai dari oleh-oleh khas kampung halaman hingga kebutuhan pokok untuk keluarga di perantauan. Petugas pelabuhan bersama aparat keamanan berjaga untuk memastikan proses debarkasi berlangsung aman dan lancar.
Pemerintah daerah pun turut serta dalam menyambut kedatangan para pemudik. Beberapa posko pelayanan dan informasi disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan lanjutan, seperti informasi rute darat, lokasi penginapan, hingga layanan kesehatan.
Momentum arus balik Lebaran ini tidak hanya menjadi tanda berakhirnya masa libur panjang, namun juga menunjukkan betapa kuatnya konektivitas antarwilayah di Indonesia timur. Dengan bertambahnya jumlah penumpang yang menggunakan jalur laut, PT Pelni dan pelabuhan-pelabuhan strategis seperti di Sorong menjadi ujung tombak transportasi nasional.
Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memperkuat sinergi agar proses arus mudik dan balik di masa mendatang dapat berjalan lebih efisien dan aman, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan Papua Barat Daya yang terus berkembang sebagai pusat ekonomi dan transportasi di Indonesia Timur. (Timo)
Ekonomi & Bisnis
Kilas Balik Kayu Seram di Balik Kekayaan Rp 800 Triliun Prajogo Pangestu, Maluku Diminta Jemput Bola Investasi Hilirisasi Gas

AMBON – Majalah Forbes mencatat kekayaan Prajogo Pangestu pada tahun 2026 mencapai Rp800 triliun, menjadikannya manusia terkaya nomor satu di Indonesia.
Namun di balik akumulasi modal yang maha dahsyat tersebut, terdapat kisah panjang yang berawal dari hutan Pulau Seram, Maluku.
Sekretaris Hena Hetu Seram Bagian Barat (SBB) yang akrab disapa Bung Verry atau Veja, menyampaikan kepada sejumlah awak media di Ambon melalui pesan WhatsApp, bahwa perjalanan bisnis Prajogo tidak lahir begitu saja.
“Kisahnya dimulai dari pertemuan dengan Burhan Uray (Bong Sun On), seorang pengusaha kayu asal Serawak, Malaysia. Saat bergabung di PT Djajanti Group yang berbasis di hutan Pulau Seram, ia lalu mengambil lompatan besar dengan membeli CV Pacific Lumber Coy yang hampir bangkrut dan mengubahnya menjadi PT Barito Pacific Timber,” ujar Veja.
Menurutnya, pada puncak kejayaan di era 1980-an hingga 1990-an, Barito Pacific Timber bukan sekadar pemain, melainkan penguasa hutan Nusantara. Prajogo berhasil memperoleh Hak Pengusahaan Hutan (HPH) seluas lebih dari 6 juta hektar di berbagai daerah, termasuk eksploitasi besar-besaran di Pulau Seram.
“Kayu Seram mengalir deras ke pabrik-pabrik plywood. Getah dan serat kayu hutan Maluku menjadi salah satu roda penggerak mesin uang Prajogo yang pertama. Di sinilah dulu darah kekayaannya bersumber, jauh sebelum ia beralih ke petrokimia pada 2007,” tegas Veja.
Dari uang kayu itulah, Prajogo membangun imperium. Pada 2007, ia mengakuisisi 70 persen saham Chandra Asri, perusahaan petrokimia raksasa. Kemudian pada 2011, Chandra Asri melebur dengan Tri Polyta Indonesia menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
Tidak berhenti di situ, ia merambah energi baru terbarukan melalui Barito Renewables Energy (BREN) dan pertambangan melalui Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Hanya dalam beberapa tahun, kekayaannya meledak hingga ratusan triliun.
Veja menyoroti bahwa siklus ekstraksi sumber daya alam dari daerah, akumulasi modal di pusat, lalu transformasi ke industri bernilai tambah tinggi di Jawa, membuat daerah hanya menjadi penonton.
“Pulau Seram dan Maluku umumnya hanya menjadi pemasok bahan mentah. Sementara pabrik petrokimia terbesar berdiri megah di Merak dan Cilegon, Maluku yang dulu kayunya menjadi fondasi awal sumber kekayaan tetap bergulat dengan angka kemiskinan di atas rata-rata nasional,” jelasnya.
Berita Baik dari Blok Masela
Veja menyampaikan bahwa ada kabar baik yang harus dibaca cerdas oleh pemerintah daerah. PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten milik Prajogo Pangestu, baru saja menandatangani kontrak proyek di Blok Masela.
Konsorsium yang beranggotakan Petrosea dengan porsi 36 persen PT Enviromate Technology International, dan PT Nindya Karya (Persero) akan mengerjakan konstruksi perimeter LNG di Lapangan Abadi.
“Pertanyaannya sekarang, apakah kehadiran Prajogo Pangestu di Masela hanya akan berhenti sebagai pembangun jalan dan pagar perimeter, lalu uangnya kembali mengalir ke Jakarta? Atau akankah beliau mengembalikan hutang sejarahnya dengan membangun pabrik petrokimia langsung di tanah Maluku?” ujar Veja.
Ia menambahkan, Blok Masela memiliki cadangan gas raksasa yang berpotensi menghasilkan 9,5 juta metrik ton LNG per tahun dan 35.000 barel kondensat per hari.
Angka-angka ini merupakan peluang besar bagi industri petrokimia. Prajogo pun dinilai sudah memiliki rantai pasok hilirisasi gas yang matang melalui Chandra Asri.
“Mengapa pabriknya tidak dibangun di Pulau Seram? Mengapa tidak membangun kilang metanol, amoniak, atau polypropylene di dekat sumber gas? Dengan begitu, nilai tambah tidak lagi dinikmati sendirian oleh Cilegon, tetapi juga oleh anak-anak muda Maluku yang saat ini menganggur,” tegasnya.
Empat Langkah Strategis Menarik Investasi Prajogo
Pemerintah Provinsi Maluku didorong untuk bergerak taktis, bukan hanya seremoni, dan tidak menunggu belas kasih.
Berikut empat langkah yang harus dilakukan untuk menarik Prajogo Pangestu berinvestasi penuh di Seram Bagian Barat:
1. Pendekatan Personal dan Institusional
Ingatkan bahwa kekayaan Prajogo dimulai dari kayu, dan kayu itu berasal dari Maluku. Jangan gunakan nada menuntut, gunakan nada kemitraan strategis.
“Katakan: ‘Pak Prajogo, dulu Kayu Seram mengantar bapak ke puncak, sekarang Gas Masela akan mengantar warisan bapak ke level berikutnya, dengan meninggalkan pabrik di Seram’.”
2. Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi
Kawasan di Seram Bagian Barat yang dekat dengan infrastruktur gas harus disiapkan. Tidak perlu lahan luas kosong melompong, tetapi pastikan ketersediaan listrik, air, dan akses jalan.
3. Tawarkan Skema KPBU yang Bersih
Tawarkan sistem Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang cepat, transparan, dan bebas pungli.
4. Manfaatkan Kehadiran PT Petrosea
PT Petrosea saat ini sudah ada di Masela mengerjakan proyek Rp989 miliar. Gunakan momen ini untuk negosiasi hilir. Undang petinggi Barito Pacific dan Chandra Asri melihat langsung potensi lahan di Seram.
Jangan biarkan mereka pulang tanpa komitmen memorandum of understanding (MoU) pengembangan kawasan industri petrokimia.
Veja juga mengingatkan bahwa status Maluku sebagai daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) harus dimanfaatkan. Berikan tax holiday, kemudahan izin, dan jaminan keamanan investasi jangka panjang.
Jangan sampai investor besar seperti Prajogo memilih daerah lain karena birokrasi yang berbelit.
“Tuan Prajogo Pangestu bukanlah orang jahat. Ia adalah pengusaha paling visioner yang dimiliki Indonesia. Tapi sejarah tetaplah sejarah. Kayu Seram pernah menjadi darah segar yang menghidupkan mesin bisnisnya. Sekarang, saatnya Seram mendapatkan transfusi darah baru dari pabrik petrokimia yang dibangun oleh tangan yang sama,” ujar Veja.
Ia menutup pernyataannya dengan seruan: “Rakyat Maluku tidak ingin menggoyang masa lalu, mereka ingin masa depan. Mereka tidak ingin Prajogo hanya lewat sebagai kontraktor, tetapi sebagai mitra pembangunan. Pemerintah Provinsi Maluku, jangan tidur, jemput bola“.
“Kepada Tuan Prajogo, kembalilah ke Maluku. Bukan untuk menebang, tetapi untuk membangun. Seram menanti seperti orang tua menantikan kepulangan sang anak yang telah sukses di perantauan,“tutupnya. (Red/By)
Ekonomi & Bisnis
Telkom Regional 5 Dorong Wirausaha Parfum Lokal Lewat Program Indibiz Insight di Makassar

Makassar, — Telkom Regional 5 kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia Timur melalui pelatihan bisnis bertema Parfumpreneur: Peluang Emas di Bisnis Parfum, yang diselenggarakan dalam rangkaian program Just on Indibiz Insight. Kegiatan inspiratif ini berlangsung di Business Solution Space (BSS) Telkom Regional 5 Makassar dan mendapat sambutan antusias dari peserta, terutama pelaku usaha lokal dan komunitas wirausaha.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali masyarakat umum, terutama pelaku UMKM dan komunitas kreatif, dengan pengetahuan praktis serta keterampilan dasar dalam merintis usaha parfum yang bernilai jual tinggi. Program ini menjadi wujud nyata dari upaya Telkom untuk mendorong tumbuhnya pelaku bisnis baru yang berdaya saing dan mampu menciptakan produk lokal unggulan.
Acara dibuka oleh Ismi Nur Adha Shabir, Leader Digital Marketing Operation Telkom Regional 5, yang menyampaikan pengenalan program Indibiz dan peran strategis Telkom dalam mendukung transformasi digital UMKM. Dalam sambutannya, Ismi menjelaskan bahwa Indibiz Insight adalah platform edukasi bisnis yang digagas untuk memperkuat kolaborasi antara Telkom dengan komunitas lokal dan pelaku usaha mikro di wilayah Indonesia Timur.
“Kami percaya bahwa pelaku UKM dan komunitas memiliki potensi besar untuk berkembang jika diberi ruang, pengetahuan, dan akses yang tepat. Indibiz hadir sebagai jembatan kolaborasi untuk membuka peluang bisnis di berbagai sektor, termasuk industri parfum yang saat ini sedang naik daun,” ujar Ismi.
Sebagai pembicara utama, hadir Raoda A, Co-founder O & Co. Class, yang telah berpengalaman dalam membangun bisnis parfum dari nol. Dalam sesinya, Raoda mengupas tuntas potensi industri parfum lokal, memperkenalkan peserta pada jenis-jenis komposisi dasar dalam pembuatan parfum, serta memberikan pelatihan langsung teknik peracikan aroma.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik dasar peracikan parfum. Hal ini membuat pelatihan menjadi lebih interaktif dan aplikatif, sehingga peserta dapat langsung merasakan pengalaman merancang produk parfum dengan identitas khas.
Salah satu peserta, Putri Arsidah, anggota Komunitas Enthusiast Parfum, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga yang diberikan oleh Telkom melalui Indibiz.
“Terima kasih kepada Telkom dan Indibiz yang telah memberikan ruang belajar yang inspiratif. Kegiatannya sangat menarik dan membuka wawasan kami tentang peluang usaha di industri parfum,” ujarnya.
Dengan mengedepankan semangat kolaborasi dan pemberdayaan komunitas, Telkom Regional 5 terus berinovasi dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya mendukung transformasi digital, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis kreativitas.
Program Just on Indibiz Insight ini menjadi langkah nyata Telkom untuk memperluas jaringan wirausaha baru yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional, sembari menciptakan ekosistem bisnis digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.
(Leo)
Ekonomi & Bisnis
Wakapolda PBD Hadiri Penanda Tanganan komitmen Bersama Mendukung dan Perkuat Komitmen Ekspor, Lepas Produk Perikanan ke Singapura dan China

Kota Sorong PBD – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Brigjen pol Gatot Hariwibowo, S.IK, yang di wakili Kombes pol Semmy Ronny Thabaa, S.IK (Wakapolda PBD) bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menghadiri Penanda tanganan kerja sama dan pelepasan ekspor ikan pelagis dan ikan Demersal beku ke Singapura dan ekspor udang udang beku ke China, agar dapat memperkuat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspor komoditas unggulan. Pada Senin pagi tadi, bertempat di Jalan Kompleks Perikanan Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, telah berlangsung acara Penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Ekspor dan Pelepasan Ekspor Perdana produk perikanan pelangis, ikan demersal beku ke Singapura serta udang beku ke China.
Acara ini dihadiri oleh jajaran penting dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan perwakilan Bank Indonesia serta aparat kepolisian. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Hariwibowo, yang diwakili Wakapolda Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa, secara resmi menghadiri kegiatan yang menandai sinergi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor.
Dalam sambutannya, Ketua Bank Indonesia Papua Barat, Setian, menegaskan bahwa momentum pesta sinoli 2025 ini merupakan ajang strategis untuk menghimpun data serta mengoptimalkan pemanfaatan statistik sebagai dasar pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah. “Ekspor menjadi komponen utama yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Papua Barat Daya, bahkan mencapai 29,5%, jauh melampaui konsumsi rumah tangga maupun investasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Setian mengungkapkan bahwa produk ekspor unggulan seperti perikanan, kopi, dan hasil hutan menjadi tulang punggung ekonomi Papua Barat Daya yang harus terus didukung dengan pembentukan tim kerja khusus dan database kolaboratif untuk mempercepat proses ekspor.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, dalam sambutannya menyampaikan salam dari Gubernur yang berhalangan hadir, dan menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat berkomitmen menciptakan kemudahan perizinan dan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha. “Potensi sumber daya alam Papua Barat Daya sangat luar biasa dan menjadi karunia yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ahmad juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong akselerasi ekspor sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, mengingat ketergantungan terhadap sektor migas semakin tinggi. Selain itu, Pemerintah Provinsi terus berupaya mendukung pelaku usaha dalam menyediakan layanan ekspor yang mudah, cepat, dan responsif.
Dalam acara tersebut, juga disinggung mengenai peran penting dunia usaha dalam pembangunan daerah, serta perlunya kolaborasi intensif antara pemerintah dan pelaku bisnis agar potensi Papua Barat Daya bisa direalisasikan secara optimal.
Pelepasan ekspor perdana ini menjadi bukti nyata bahwa Papua Barat Daya siap menjadi pusat ekonomi maritim yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, seperti Raja Ampat, tetapi juga sebagai daerah penghasil produk perikanan dan hasil laut berkualitas untuk pasar internasional.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi dari semua pihak, Papua Barat Daya menatap masa depan yang lebih maju dan mandiri, serta siap bersaing di pasar global melalui penguatan sektor ekspor.
(Timo)
Jawa Timur2 minggu agoKemana Anggaran Program Gizi? Penerima Manfaat SPPG Bendosari 1 Hanya Dapat Dua Buah dan Puding
Nasional1 minggu agoKisruh TORA Ngepoh Memanas, Ketua Pokmas Mergo Mulyo Laporkan Dugaan Fitnah ke Polda Jatim
Nasional5 hari ago9.000 Jamaah Padati GWD Banyuwangi, Dzikir Jama’i Nasional Persyadha Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Nasional2 minggu agoPasca OTT KPK, Ratusan Massa GEMPAR Tuntut Bersih-Bersih Birokrasi di Tulungagung
Jawa Timur1 minggu agoPolemik MBG dan Koperasi Merah Putih di Blitar, Ketua LASKAR : Program Nasional Dibenahi, Bukan Ditolak
Nasional3 jam agoHarga Telur Jebol di Bawah Rp20 Ribu, Peternak Blitar di Ambang Gulung Tikar
Nasional2 minggu agoDesak Kapolri Copot Dirkrimsus Polda Maluku, Aktivis Soroti Mandeknya Dugaan Kasus Gratifikasi di MBD
Nasional1 minggu agoLima Perusahaan Perkebunan Dilaporkan, Akankah Pemkab Tulungagung Berani Membuka Fakta ?












