Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Jawa Timur · 16 Feb 2024 WIB ·

Fenomena Hitung Cepat, “Ojo Kesusu, Sing Sabar”


 Fenomena Hitung Cepat, “Ojo Kesusu, Sing Sabar” Perbesar

TULUNGAGUNG, 90detik.com-Fenomena hitung cepat (Quick Count) dalam pesta demokrasi baik ditingkat Pilkada maupun Pilpres bermunculan. Pelaksanaan yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat, ini juga tak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adanya hal tersebut, menurut KH. Imam Mawardi Ridlwan bahwa lembaga yang menyelenggarakan ‘Exit Poll’ ataupun ‘Quick Count’ hanya membantu masyarakat Indonesia untuk melihat kecenderungan arah pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden.

“Exitpoll dan Quick Count hanyalah alat bantu saja. Bukan hasil yang dapat dijadikan alat bukti kemenangan,” ujar KH Imam Mawardi Ridlwan, pada Jumat (16/02/2024).

Tokoh ulama yang akrab disapa Abah Imam ini menjelaskan, dua metode tersebut sebagai alat bantu hitung cepat hasil pesta demokrasi. Exitpoll dengan metode bertanya pada pemilih setelah selesai memilih. Sedangkan quick count ada metode hitung cepat dari hasil yang sudah dihitung diambil acak kemudian diolah.

“Rakyat terbantu oleh lembaga atau kelompok masyarakat sipil yang independen bekerja keras menyelenggarakan exit poll dan quick count. Masyarakat Indonesia sudah masuk pada masyarakat yang modern yaitu selalu tabayyun dan tidak terjangkit mudah provokasi paska pesta demokrasi,” jelas Abah Imam yang juga sebagai Sekretaris IPHI Jawa Timur ini.

Abah Imam juga mengatakan, masyarakat tentunya tetap akan menunggu hasil hitungan manual KPU. Bahwa metode hitung cepat paling tidak adalah ada hasil sementara.
Untuk itu, sabar dan “ojo kesusu, sing sabar”(jangan tergesa-gesa, yang sabar).

“Jadi hanya perkiraan hasil saja. Sifatnya adalah perkiraan hasil suara sebelum penghitungan manual oleh KPU selesai. Semua sabar menunggu hasil manual KPU,” imbuhnya.

Abah Imam juga menyatakan dengan dinamika yang modern, serta masyarakat saat ini yang membutuhkan informasi cepat.
Hal inilah, yang menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan hasil dari mayoritas pemilih.

“Apakah itu perlu dan diperlukan?, kedua cara tersebut. Karena masyarakat modern itu masyarakat instan akan berupaya mengetahui hasil pemilihan cepat sebelum pengumuman resmi,”ucapnya.

Yang sangat penting adalah peran serat masyarakat mengawasi KPU agar jurdil tidak berbuat kecurangan. Hitungan cepat baik itu Exitpoll dan Quick Count’ dapat membantu untuk mencegah kecurangan.

Bahkan, menurutnya lembaga atau masyarakat sipil yang independen selalu jujur dalam melakukan Exitpoll dan Quick Count. Karena metode tersebut tentu diharapkan dapat membantu mendeteksi jika manipulasi suara dari oknum.

Tak menutup kemungkinan dalam setiap Pilkada atau Pemilu selalu saja ada oknum memanfaatkan kelemahan sistem. Sehingga cenderung berbuat kurang jujur, tidak amanah dan tidak adil.

“Semua masyarakat seyogyanya selalu sabar untuk menanti semua proses berjalan jurdil,” pungkasnya.
(JK/Red)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dugaan Mobil Ambulance Digunakan Halal Bihalal, Apakah Kepala Puskesmas Sudah Diberikan Sanksi ?

23 April 2024 - 15:13 WIB

DPC PDI Perjuangan Tulungagung Mulai Penjaringan Bacalon Kepala Daerah, Siapa Saja Bacalon Tersebut ?

23 April 2024 - 07:39 WIB

Persik Jamu PSS Sleman, Ribuan Personel Diterjunkan Polres Kediri Kota

23 April 2024 - 07:15 WIB

Kapolres Bangkalan Serahterimakan Motor yang Hilang 6 Tahun Silam Kepada Pemiliknya

23 April 2024 - 07:09 WIB

Cegah DBD Polisi Dampingi Dinkes Tulungagung Lakukan Fogging

23 April 2024 - 07:04 WIB

Berpakaian Adat Petugas Satpas SIM Polres Kediri Kota Layani Masyarakat di Hari Kartini

23 April 2024 - 07:00 WIB

Trending di Jawa Timur