Connect with us

Jawa Timur

Junjung Sportifitas Tinggi, 505 Atlit PSHT Bertanding di Kejuaraaan SETIA HATI TERATE CUP XII

Published

on

 

TULUNGAGUNG, 90detik.com – Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tulungagung menggelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Cabang “SETIA HATI TERATE CUP XII” dengan tema “Setia Menjunjung Tradisi, Konsisten Membangun Prestasi”.

Kegiatan yang diadakan selama empat hari, mulai Minggu hingga Rabu, 15-18 September 2024, berlangsung di Padepokan PSHT Cabang Tulungagung, Desa Kauman, Kecamatan Kauman.

Lebih dari 500 atlit dari seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung antusias mengikuti kejuaraan.

Dibuka oleh Wakil Ketua PSHT Tulungagung, Ebin Sunaryo, yang menyampaikan bahwa tujuan kejuaraan ini adalah untuk menghasilkan pesilat yang berprestasi dan memupuk rasa persaudaraan sesama pesilat PSHT.

“Alhamdulillah, total sebanyak 505 atlit yang akan bertanding mulai kelas usia dini hingga dewasa. Junjung tinggi sportifitas dan jadikan kejuaraan ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi”, jelas Ebin.

Salah satu atlit pesilat, Zouchan dari Kecamatan Boyolangu, yang bertanding di Kelas E Remaja Putra (55-59 kg), terlihat antusias dengan adanya gelaran kejuaraan internal PSHT Tulungagung tersebut.

“Semoga terus diberikan kemenangan mulai awal babak penyisihan hingga final dan berhasil menjadi juara”, kata Zouchan.

Suasana Padepokan PSHT Tulungagung terlihat riuh ramai oleh teriakan ribuan pesilat, baik kontingen atlit, penonton maupun official yang memadati area Padepokan.

Mereka penuh semangat memberikan dukungan kepada pesilat yang bertanding. (Abd/Red)

Jawa Timur

Raih 22 Suara, Samanhudi Anwar Pimpin KONI Kota Blitar

Published

on

BLITAR – Samanhudi Anwar resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026-2030. Pemilihan berlangsung di Balai Kota Kusumo Wicitro, Kota Blitar, pada Selasa (19/5).

Dalam pemilihan yang diikuti 37 cabor satu cabor, Perbakin, dinyatakan non-aktif atau SK mati, Samanhudi meraih 22 suara, unggul atas pesaingnya Toni Andreas yang memperoleh 15 suara. Dengan mekanisme satu cabang olahraga (cabor) satu suara.

Samanhudi Anwar, saat menyampaikan keterangan pers, usai acara pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar, (dok/JK).

Usai kegiatan, Samanhudi menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia menegaskan kemenangannya merupakan cerminan aspirasi kolektif.

“Betul-betul masih kuat. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” ujarnya.

Meski menang, Samanhudi menyatakan kesiapannya untuk menjalani proses selanjutnya dengan penuh tanggung jawab. Ia sempat menyebut wacana pengunduran diri dari posisi sebelumnya, namun menyerahkan detail teknis kepada ketua harian terpilih, nantinya.

“Saya tahu diri dan saya sadar diri. Saya pelaku, pegiat olahraga,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi tiga pilar dalam pembinaan olahraga, pelaku (pegiat olahraga, red), legislatif, dan pemerintah.

“Tiga ini harus sinkron. Jangan mengancam. Pemerintah cuma melihat, membina, memberi dana, selesai,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan media dan pemanfaatan teknologi informasi (IT).

“Dunia ini ada tiga, dunia nyata, gaib, dan IT. Saya harus kerja sama dengan semua,” ujar Samanhudi menambahkan.

Menghadapi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027, Samanhudi optimistis dengan potensi besar yang dimiliki.

“Potensi kita sangat besar menghadapi Porprov 2027. Nanti saya beri masukan,” pungkasnya.

Pemilihan berlangsung demokratis dengan total 37 cabor memberikan hak suaranya, menandai babak baru kepengurusan KONI Kota Blitar di bawah kepemimpinan M. Samanhudi Anwar.(JK/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Sarasehan Ekonomi Kerakyatan di Boyolangu, Dorong Sinergi Bangun Kemandirian Desa

Published

on

TULUNGAGUNG — Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan terus digencarkan di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan sarasehan bertema “Memperkuat Ekonomi Kerakyatan” yang digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Senin (18/5).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Dinas Sosial Tulungagung, akademisi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, mahasiswa, pihak swasta dari Yayasan Bima Sakti, hingga sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat sosial.

Sarasehan berlangsung hangat dan interaktif dengan pembahasan seputar penguatan ekonomi masyarakat desa, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor perikanan, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pihak swasta dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

Manager Yayasan Bima Sakti Peduli Negeri, M. Adistiya Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi antar berbagai pihak demi memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

“Melalui sarasehan ini kami ingin menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi nyata antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Harapannya, potensi desa bisa berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ekonomi kerakyatan harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan apabila mendapat dukungan dan pendampingan yang tepat.

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Tulungagung, Andra Rejekening R, S.Pi, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa.

“Ekonomi kerakyatan merupakan pondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mandiri, produktif, dan mampu memanfaatkan potensi lokal yang ada,” terangnya.

Selain menjadi forum diskusi dan pemaparan materi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antar elemen masyarakat guna mempererat kerja sama dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Tulungagung.

Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. (And/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Warga Mencari Ikan di Sungai Brantas Saat Flushing, Seorang Hilang dan Dua Selamat

Published

on

BLITAR – Sebuah peristiwa hanyut terjadi di aliran Sungai Brantas, Kabupaten Blitar, pada Senin (18/5). Seorang warga bernama Isnaini (Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben) dikabarkan hilang terbawa arus saat sedang mengambil ikan imbas kegiatan flushing dari PLTA Jegu Wlingi Raya. Dua warga lainnya, Badi’ dan Yasmani, berhasil selamat.

Flushing atau pladu bendungan adalah proses pembilasan waduk untuk mengeruk dan mengalirkan endapan lumpur (sedimen) agar kapasitas tampungan air kembali maksimal dan operasional PLTA tetap terjaga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi melalui laporan resmi menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu PLTA Jegu Wlingi Raya tengah melakukan flushing, sehingga banyak ikan yang terdampar di sepanjang aliran sungai.

Warga pun berbondong-bondong turun ke sungai untuk mengambil ikan.

Saat asyik mencari ikan, Isnaini dilaporkan terseret arus Sungai Brantas. Informasi ini disampaikan oleh Ali Purwanto, adik ipar korban. Hingga laporan terakhir diterima, Isnaini masih dalam proses pencarian.

“Sementara itu satu orang lainnya bernama Badi’ berhasil menyelamatkan diri. Yang bersangkutan kini dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Wahyudi dalam laporan tertulisnya.

Di lokasi yang berbeda, tepatnya di Kedung Ketek Jegu, seorang warga bernama Yasmani juga sempat hanyut karena kelelahan saat berada di sungai. Namun Yasmani berhasil diselamatkan oleh warga sekitar dan selanjutnya diantar pulang oleh perangkat desa setempat.

Upaya Tim SAR

Tim BPBD Kabupaten Blitar langsung melakukan assessment di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, serta perangkat desa setempat. Tim juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan.

Kondisi cuaca saat laporan dikirim terpantau cerah, yang sedikit memudahkan proses pencarian korban Isnaini.

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mendekati aliran sungai saat PLTA melakukan pembuangan air, karena arus dapat berubah deras tanpa peringatan.(JK/Red)

Continue Reading

Trending