Connect with us

Jawa Timur

Peduli Pendidikan, Polwan Diktukba Polri Angkatan I Tahun 2003 Gelar Baksos di SDN 3 Tegalsari Ambulu Jember

Published

on

 

JEMBER, 90detik.com – Perwakilan Polwan Diktukba Polri Angkatan I Tahun 2003 mengadakan kegiatan bakti sosial yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di SDN 3 Tegalsari, Ambulu, Kab. Jember, Jumat (27/9).

Kegiatan ini difokuskan pada pemberian bantuan berupa meja dan kursi kepada siswa-siswa yang membutuhkan.

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan RI ke 76 yang bertemakan Polwan Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yg Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas.

Tema tersebut diaplikasikan melalui peran aktif Polwan Diktukba Polri Angkatan I Tahun 2003 ditengah masyarakat sehingga kehadiran Polwan Lebih dirasakan dan lebih dicintai oleh masyarakat.

Kepala Sekolah di SDN 3 Tegalsari, Ika Wawi. S.Pd. mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan kepada sekolah.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Meja dan kursi yang baru akan sangat membantu siswa dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Setelah sambutan, perwakilan Polwan Diktukba Polri Gel I Tahun 2003 yang didampingi oleh Kapolsek Ambulu AKP Suhartanto, mulai mendistribusikan meja dan kursi ke dalam kelas-kelas.

Para pelajar di sekolah tersebut terlihat antusias dan ceria saat melihat peralatan baru yang akan digunakan untuk belajar.

“Terimaksih bu Polwan, dengan meja dan kursi yang nyaman, kami bisa belajar dengan lebih baik,” kata salah satu siswa.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian barang, tetapi juga melibatkan siswa dalam proses penataan ruang kelas.

Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan belajar mereka.

Para perwakilan Polwan Diktukba Polri Gel I Tahun 2003 juga memberikan dukungan moral dan motivasi, mengajak siswa untuk terus semangat belajar meski dalam kondisi terbatas.

Senior Polwan Diktukba Polri Gel I Tahun 2003, Ipda Cicik K mengungkapkan pihaknya merasa bersyukur dapat berkontribusi meningkatkan fasilitas pendidikan di SDN 3 Tegalsari, Ambulu, Kab. Jember.

Ia bersama para Polwan Diktukba Polri Gel I Tahun 2003 akan terus berkomitmen hadir di Tengah Masyarakat untuk memberikan perlindungan,pengayoman dan pelayanan yang terbaik.

“Alhamdulillah, kami dan rekan – rekan Polwan Diktukba Polri Gel I Tahun 2003 dalam rangka Hari Jadi Polwan RI ke 76 akan terus berkomitmen memberikan perlindungan,pengayoman dan pelayanan pada Masyarakat,”ungkap Ipda Cicik yang berdinas d Ditintelkam Polda Jatim ini.

Acara ditutup dengan doa bersama dengan harapan agar bantuan ini dapat bermanfaat bagi para siswa dalam mencapai cita-cita mereka.

Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

“Dengan kegiatan seperti ini, kita semua berharap dapat ikut serta dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berdaya saing,”pungkas Ipda Cicik. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawa Timur

Polres Blitar Kota Kerahkan 281 Personel Gabungan Amankan Halal Bihalal Perguruan Silat

Published

on

K0TA BLITAR – Polres Blitar Kota mengerahkan sebanyak 281 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan Halal Bihalal yang digelar salah satu perguruan silat di wilayah hukumnya. Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, pada Minggu (12/04).

Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, Satpol PP, Pamter serta instansi terkait lainnya. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di lokasi kegiatan, hingga patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Kami mengedepankan pengamanan terpadu dan humanis, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Kegiatan Halal Bihalal tersebut dihadiri ratusan anggota perguruan silat dari berbagai daerah wilayah kota Blitar. Selama pelaksanaan, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya insiden yang menonjol.

Polres Blitar Kota juga menghimbau seluruh peserta untuk terus menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi memicu konflik.

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah Kota Blitar.(Jef/Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Polres Blitar Laksanakan Program Polisi Go to School

Published

on

BLITAR – Polres Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri dengan generasi muda melalui program unggulan Polisi Go to School. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menjadi pembina upacara bendera di SDN 2 Kalipang,  Kademangan pada Senin (13/4).

Program Polisi Go to School merupakan salah satu upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya kedisiplinan dan perilaku positif di lingkungan sekolah.

Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menyampaikan bahwa kehadiran anggota Polri sebagai pembina upacara bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin kepada siswa sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta memberikan pemahaman kepada para siswa agar menjauhi perilaku negatif seperti bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam amanatnya, petugas juga memberikan imbauan kepada para siswa agar saling menghormati sesama teman, menjaga kerukunan, serta berani melaporkan kepada guru apabila terjadi tindakan perundungan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa yang terlihat antusias mengikuti jalannya upacara.

Diharapkan, melalui program ini, hubungan antara Polri dan dunia pendidikan semakin erat serta mampu menciptakan generasi muda yang disiplin dan berkarakter. (Jef/Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Gantikan Gatut Sunu Tersangka Korupsi KPK Rp 5 M

Published

on

TULUNGAGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menunjuk Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Penunjukan ini dilakukan menyusul penetapan Bupati Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Lilik Pudjiastuti, membenarkan bahwa penunjukan tersebut sudah sesuai aturan.

“Sudah ada, ya wakil bupati,” ujar Lilik, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, Surat Keputusan (SK) penetapan Plt Bupati telah diterbitkan pada 12 April 2026, meskipun belum diumumkan secara resmi ke publik.

Dasar hukum penunjukan ini adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memperbolehkan wakil kepala daerah menjalankan tugas saat kepala daerah berhalangan tetap.

Lebih lanjut, ia menegaskan penunjukan Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati tertuang dalam Surat Perintah Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.1.4.2/12240/011.2/2026 yang ditandatangani Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 12 April 2026.

Surat tersebut memerintahkan Ahmad Baharudin untuk:

1. Melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Tulungagung selama pejabat definitif berhalangan
2. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Timur

Surat perintah ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai ada kebijakan pemerintah lebih lanjut.

Sementara itu, terkait posisi pejabat di tingkat OPD yang ikut terseret kasus korupsi, Pemprov Jatim menegaskan bahwa kewenangan penunjukan pelaksana tugas berada di pemerintah kabupaten.

Ahmad Baharudin menggantikan Gatut Sunu Wibowo yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada 10 April 2026.

Dalam kasus ini, Gatut diduga memeras 16 organisasi perangkat daerah (OPD) dengan nilai mencapai Rp5 miliar. Modusnya, ia meminta para pejabat menandatangani surat pengunduran diri tanpa tanggal sebagai alat tekanan.

Selain itu, Gatut juga diduga mengatur sejumlah proyek, mulai dari pengadaan alat kesehatan di RSUD hingga jasa cleaning service dan keamanan. Hingga penangkapan, KPK mencatat dana yang telah terkumpul mencapai sekitar Rp2,7 miliar, dengan setoran bervariasi dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Saat ini, Gatut dan ajudannya ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut. (DON/JK)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Trending