Pemerintahan
Pelantikan 120 Pejabat Pemkab Blitar, Rijanto: Rotasi Bagian dari Kebutuhan Organisasi
BLITAR – Bupati Blitar, Rijanto, resmi melantik dan merotasi sebanyak 120 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Pelantikan massal ini mencakup jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas.
Prosesi pelantikan digelar di Ruang Candi Penataran, Kantor Pemkab Blitar, Kecamatan Kanigoro, pada Senin (12/10). Momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Berbeda dari biasanya yang kerap digelar di Pendopo Ronggo Hadinegoro (RHN), pemilihan lokasi kali ini terbilang spesifik. Rijanto menjelaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari penataan organisasi birokrasi untuk menjaga dinamika pemerintahan.
” Hari ini baru saja kita laksanakan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, plus pejabat administrator serta pejabat pengawas. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Rijanto kepada awak media usai kegiatan.
Menanggapi isu yang beredar, Rijanto menegaskan bahwa mutasi ini bukanlah bentuk hukuman atau imbas dari kinerja pejabat yang dinilai buruk. Menurutnya, rotasi adalah hal wajar dalam tata kelola pemerintahan untuk memberikan penyegaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Bukannya enggak jalan, ya tetap jalan. Tapi perlu ada refreshing. Penyegaran itu perlu dan itu di mana-mana. Presiden saja dulu-dulu ya mutasi,” kilahnya.
Meski demikian, ia memastikan evaluasi kinerja akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan setiap pejabat mampu mendukung visi-misi kepala daerah serta program strategis pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur.
Terkait waktu pelaksanaan, Rijanto mengaku sengaja memanfaatkan momen setelah upacara Hari Jadi Jatim. Langkah ini diambil untuk efisiensi waktu dan tenaga agar tidak perlu menggelar acara terpisah dan mengundang pejabat kembali di lain waktu.
“Ini tadi kan kita upacara Hari Jadi Jatim. Dan ini kita manfaatkan situasi ini pas upacara, daripada mengulang lagi, mengundang lagi lain waktu, ya habis upacara langsung,” jelasnya.
Soal pemilihan Ruang Candi Penataran, Rijanto memastikan tidak ada alasan khusus. Ia menilai ruangan tersebut dinilai cukup representatif untuk menampung seluruh pejabat yang mengikuti prosesi pelantikan.
“Kalau dilihat, yang kita lantik ini dengan ruang yang ada di Candi Penataran cukup. Hanya itu permasalahannya, enggak ada masalah lain,” tegasnya.
Pemkab Blitar tidak menutup kemungkinan adanya rotasi lanjutan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan organisasi, termasuk untuk mengisi jabatan kosong akibat ASN yang memasuki masa pensiun. Dengan rotasi ini, diharapkan kesinambungan pelayanan publik dan program pemerintahan tetap terjaga. (JK/Red)
Editor: Joko Prasetyo