Jawa Timur
Polres Kediri Kota Tingkatkan Patroli KRYD, Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada Serentak

KOTA KEDIRI, 90detik.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang semakin dekat, Kepolisian Resor Kediri Kota terus meningkatkan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Patroli KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) oleh Personel Gabungan TNI, Polri dan Satpol PP
Patroli ini digelar pada Minggu dini hari (1/9) dengan tujuan utama untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri Kota
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji,melalui Kabagops Kompol Mukhlason, menegaskan bahwa keamanan masyarakat adalah prioritas utama, terutama dalam menghadapi momen penting seperti Pilkada Serentak.
“Patroli KRYD pada dini hari adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, terutama menjelang Pilkada Serentak,” ujarnya.
Kegiatan tersebut difokuskan patroli pada waktu-waktu yang dianggap rawan, sehingga potensi gangguan Kamtibmas dapat diminimalisir.
Dalam patroli KRYD itu, personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP melakukan pengawasan di berbagai titik strategis yang berpotensi menjadi lokasi gangguan Kamtibmas.
Objek vital, pusat keramaian, fasilitas umum, serta tempat berkumpulnya remaja menjadi sasaran utama patroli.
Selain itu, personel juga melakukan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika melihat atau mengalami hal-hal yang mencurigakan.
“Masyarakat kami harapkan untuk tidak segan melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan melalui Call Centre 110. Layanan ini tersedia 24 jam dan siap merespon cepat setiap laporan dari masyarakat,” tambah Kompol Mukhlason.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya preventif, seperti memberikan pembinaan kepada remaja agar tidak beraktivitas hingga larut malam.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan Kamtibmas yang sering kali melibatkan anak remaja.
Menurut Kompol Mukhlason pembinaan terhadap remaja sangat penting, karena mereka sering kali menjadi pelaku atau bahkan korban dari gangguan Kamtibmas.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di lingkungan mereka sendiri,” jelas Kabagops Polres Kediri Kota
Melalui Patroli KRYD yang intensif dan berkesinambungan, Polres Kediri Kota berharap dapat menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat menjelang Pilkada Serentak.
Kabagops menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kediri Kota sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berlangsung dengan lancar, damai, dan tanpa gangguan.
“Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli, terutama pada titik-titik yang dianggap rawan. Harapan kami adalah agar masyarakat merasa aman dan terjamin kamtibmas yang kondusif menjelang Pilkada serentak ” tutupnya. (Red)
Jawa Timur
Truk Tangki BBM Terbalik di JLS Tulungagung, Sopir Hilang dan Solar 6.000 Liter Diselidiki Polisi

Tulungagung – Sebuah truk tangki pengangkut BBM terguling ke parit di Jalur Lintas Selatan (JLS) arah Pantai Midodaren, Kecamatan Besuki, Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Truk tersebut gagal menanjak, kehilangan tenaga, lalu mundur tak terkendali hingga akhirnya terbalik. Saat polisi tiba di lokasi, sopir sudah tidak ditemukan.
Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila mengatakan kondisi truk dalam keadaan terbalik tanpa pengemudi di sekitar lokasi. Evakuasi memakan waktu berjam-jam. Petugas baru bisa memindahkan sekitar 6.000 liter solar ke truk kosong pada pukul 10.00 WIB sebelum kendaraan ditarik ke gudang laka Satlantas.
Dalam pemeriksaan administrasi, polisi menemukan kejanggalan serius. Plat nomor AG 9462 UT yang menempel di truk tidak cocok dengan data STNK yang seharusnya AG 9642 UT. Warna kendaraan juga berbeda antara dokumen dan kondisi sebenarnya. Polisi memastikan pelat nomor tidak sesuai merupakan pelanggaran dengan ancaman pidana dua bulan atau denda Rp500 ribu. Selain itu, nopol yang terpasang tercatat mati pajak sejak 2018, sementara STNK asli kendaraan justru masih aktif hingga 2029.
Sementara itu pencarian sopir terus dilakukan, namun hingga kini keberadaannya misterius. Informasi yang menyebut sopir sempat dirawat di puskesmas tidak terbukti setelah polisi mengecek tiga puskesmas dan dua rumah sakit tanpa hasil. Polisi belum bisa memastikan apakah sopir melarikan diri atau mengalami luka dan belum terdeteksi.
Di sisi lain, legalitas 6.000 liter solar yang diangkut juga menjadi sorotan. Sampel BBM sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim dan laboratorium pembanding lainnya. Polisi belum bisa memastikan apakah solar tersebut masuk kategori subsidi atau industri, mengingat prosedur distribusi dua jenis BBM itu diatur ketat. Pihak yang mengaku dari PT Ganani—pemilik kendaraan—telah menghubungi polisi dan diminta hadir dengan membawa dokumen lengkap serta sopir yang bertanggung jawab.
Kepala Unit Meteorologi Legal Tulungagung, Mohammad Salman, menilai pengangkutan BBM tersebut tidak sesuai ketentuan karena truk tidak dilengkapi label atau keterangan jenis BBM. Insiden ini memicu perhatian publik karena berpotensi terkait penyimpangan distribusi bahan bakar. Polisi menegaskan penyelidikan akan dilanjutkan sampai tuntas, baik terkait status solar maupun pelanggaran administrasi kendaraan yang ditemukan.
Hilangnya sopir dan temuan dokumen kendaraan yang tidak sesuai membuat kasus ini semakin janggal. Publik kini menunggu hasil uji laboratorium yang akan mengungkap apakah solar tersebut benar untuk kebutuhan industri atau justru solar subsidi yang disalurkan secara ilegal.
Menjadi sebuah pertanyaan besar, akankah kasus ini dapat membuka tabir kelangkaan BBM subsidi yang selama ini menghantui masyarakat Tulungagung, serta membuka tabir siapakah sosok kuat dibelakang penyelundupan BBM bersubsidi. Masyarakat Tulungagung menunggu gerak cepat dan tegas Polres Tulungagung untuk tidak tebang pilih. (Abd/Red)
Jawa Timur
Libatkan Awak Media dalam Kampanye Germas, Blitar Serius Tekan Prevalensi Perokok

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), menggencarkan upaya pengurangan perilaku merokok yang menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular.
Komitmen ini ditegaskan dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digelar di Aula Dinkes setempat, pad Jumat (28/11).
Pertemuan yang dihadiri sejumlah media dari Blitar Raya ini bertujuan membangun sinergi strategis untuk memperluas penyebaran informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
dr. Miftakhul Huda, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Blitar, dalam paparannya menyatakan bahwa upaya menekan angka perokok, terutama di kalangan remaja, memerlukan peran aktif semua pihak.
“Kami terus mendorong berbagai program dan edukasi untuk menekan angka perokok. Pengurangan perilaku merokok harus dimulai dari kesadaran individu dan lingkungan sekitar. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, merokok masih menjadi ancaman serius yang berkontribusi pada beban penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan kanker. Oleh karena itu, pendekatan tidak bisa lagi hanya mengandalkan imbauan semata.
Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya, Anggitditya Putranto, menekankan pentingnya edukasi yang tepat dan berkelanjutan.
“Banyak masyarakat yang sebenarnya tahu rokok berbahaya, namun belum memiliki dorongan kuat untuk berhenti. Di sinilah pentingnya edukasi yang tepat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Germas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong gaya hidup sehat, yang tidak hanya bebas rokok, tetapi juga diimbangi dengan peningkatan aktivitas fisik dan pola makan seimbang.
Melalui kolaborasi yang erat dengan media massa, Dinkes Kabupaten Blitar berharap pesan hidup sehat dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Harapannya, upaya kolektif ini mampu menggerakkan kesadaran warga Blitar untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan berkualitas. (JK/Red)
Jawa Timur
Wabup Tulungagung Buka Pelatihan Penguatan Pengurus Koperasi Merah Putih 2025, Tekankan Tata Kelola dan Kemandirian Desa

- Pemahaman tata kelola koperasi yang baik, tertib, dan sesuai regulasi.
- Kemampuan mengembangkan unit usaha produktif sesuai potensi desa.
- Komitmen mempercepat kemandirian ekonomi desa melalui penguatan peran koperasi.
Nasional2 hari agoPolemik Pemulangan Pasien Kritis Memanas, RSUD dr. Iskak Tulungagung Paparkan Hasil Audit Internal
Redaksi3 hari agoPinka Kian Kumuh, Warga Geram PKL Tinggalkan Tenda dan Sampah Usai Jualan
Jawa Timur4 hari agoAroma Korupsi dan Kerusakan Lingkungan: Protes Warga Ngepoh Meletup soal Proyek Shangrila Memorial Park
Redaksi2 minggu agoMeresahkan! Copet Berkedok Wartawan Gadungan Ditangkap di Tengah Keramaian HUT Tulungagung
Redaksi4 hari agoJebakan Maut! Jalan Baru ke Segawe Berlumpur, Truk Galian C Diduga Biang Kerok
Redaksi5 hari agoRatusan Komunitas Jazz GE8 Jatim Meriahkan Anniversary ke-2 di Ranting Sewu Pasuruan
Nasional3 minggu agoKKMP Suarakan Kekhawatiran, Pemkab Blitar Pastikan MBG Tidak Dikuasai Mafia Pangan
Jawa Timur1 minggu agoKemeriahan Parade Drumb Band 2025, Kostum Paspampres RA Al-Huda Sobontoro Curi Sorotan













