Redaksi
Polresta Sorong Kota Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Remu dalam Rangka Cooling System Pilkada 2024

Kota Sorong, PBD – 90detik.com//Polresta Sorong Kota menunjukkan kepeduliannya kepada korban kebakaran yang melanda Pasar Remu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu malam, 28 September 2024 lalu. Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto, S.I.K., M.H., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para pedagang yang terdampak kebakaran pada Kamis, 7 November 2024.
Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari upaya Polresta Sorong Kota untuk memberikan dukungan kepada masyarakat, sekaligus sebagai bagian dari Cooling System menjelang Pilkada 2024. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Sorong Kota didampingi oleh sejumlah pejabat Polresta Sorong Kota, di antaranya Kompol Indra Gunawan, S.I.K. (Pamen), AKP Syarifuddin (Kabag Ops), AKP Abdul Azis, S.H. (Kasat Intelkam), Iptu Ahmad Arsyad (Kasat Sabhara), serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Remu Selatan, Aiptu Sutrisno Nanggong.
Kepada para pedagang yang terdampak, Kapolresta menyampaikan harapannya, “Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban para pedagang, agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan nyaman. Paling tidak, lokasi jualan mereka sudah bisa terlindungi dari hujan dan panas. Saya juga akan berkoordinasi dengan Walikota untuk memastikan bantuan pemerintah juga segera terealisasi.”
Bantuan yang diberikan berupa bahan bangunan seperti seng (300 lembar) dan semen Tonasa (50 sak x 40 kg). Bantuan ini diperuntukkan bagi pedagang yang berjualan di Los A hingga Los F, yang diorganisir oleh Bapak Lukman Daeng Sisila.
Daeng Sisila, salah satu perwakilan pedagang, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Polresta Sorong Kota. “Terima kasih kepada Kapolresta dan jajarannya yang sudah peduli dan langsung turun tangan membantu kami. Semoga dengan bantuan ini, kami bisa segera membangun kembali lapak-lapak kami yang terbakar,” ujarnya.
Bantuan tersebut diharapkan bisa memberikan dorongan bagi para korban kebakaran untuk segera pulih dan kembali melanjutkan aktivitas jual beli mereka. Polresta Sorong Kota, melalui aksi ini, tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, tetapi juga membuktikan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat menjelang Pilkada 2024.
(Tim/Red)
Redaksi
Pengumuman Mendadak, Peserta Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih Keluhkan Jadwal Ujian dan Lokasi Tes yang Jauh

Surabaya— Sejumlah pelamar posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengeluhkan proses pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tahun 2026 yang dinilai berlangsung mendadak dan minim persiapan.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah peserta mulai menerima kartu ujian hanya satu hari sebelum pelaksanaan tes. Dalam kartu peserta yang beredar, tercantum bahwa salah satu peserta bernama “Alfasoma”, pelamar formasi Manajer KDKMP, baru mencetak kartu ujian pada Selasa (19/5/2026) sore, sementara tahapan seleksi pertama dijadwalkan berlangsung pada Rabu (20/5/2026) pagi.
Berdasarkan kartu peserta, tahapan seleksi yang harus diikuti meliputi:
- 20 Mei 2026 – Tes Mental Ideologi, Tes Tertulis, dan Tes Kesehatan Jiwa di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
- 24 Mei 2026 – Wawancara dan Tes Mental Ideologi di SMP Kartika IV-11 Surabaya.
- 25 Mei 2026 – Tes Kesehatan di Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya Surabaya.
Seluruh ujian dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB, dan peserta diwajibkan hadir paling lambat 60 menit sebelum pelaksanaan.
Lokasi Tes Dinilai Terlalu Jauh.
Selain waktu pengumuman yang mendadak, peserta juga menyoroti lokasi ujian yang dinilai jauh dari domisili pelamar. Banyak peserta berasal dari kabupaten di luar Surabaya, bahkan dari daerah yang membutuhkan perjalanan berjam-jam.
Kondisi tersebut memaksa peserta mencari transportasi dan akomodasi dalam waktu singkat. Bagi pelamar yang masih bekerja atau memiliki keterbatasan ekonomi, situasi ini dinilai menjadi beban tambahan.
Banyak Peserta Mengundurkan Diri.
Menurut komentar warganet di media sosial, tidak sedikit pelamar yang akhirnya memilih mengundurkan diri karena tidak siap mengikuti seluruh rangkaian tes dalam waktu yang sangat singkat.
“Baru hari ini kartu ujian keluar, besok sudah harus berangkat. Banyak yang kerja, banyak juga yang tinggal jauh. Tidak semua bisa langsung siap,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain menyebut proses seleksi seharusnya memberikan waktu yang cukup agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang adil untuk mempersiapkan diri.
Sorotan atas Transparansi Rekrutmen.
Selain persoalan teknis, masyarakat juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen. Posisi manajer KDKMP dianggap strategis karena akan mengelola koperasi yang menjadi program unggulan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi desa.
Karena itu, banyak pihak berharap penyelenggara memberikan informasi yang lebih terencana, terbuka, serta mempertimbangkan kondisi para pelamar dari berbagai daerah.
Para pelamar berharap panitia dapat mengevaluasi mekanisme seleksi, terutama dalam hal:
- Waktu pengumuman yang lebih jauh sebelum hari ujian.
- Penentuan lokasi tes yang lebih dekat dengan domisili peserta.
- Penyediaan informasi yang jelas dan mudah diakses.
- Kesempatan yang setara bagi seluruh pelamar.
Dengan proses yang lebih transparan dan terorganisasi, seleksi diharapkan mampu menjaring kandidat terbaik untuk memimpin Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia. (Dar/Red)
Redaksi
Panen Raya Jagung Bersama Presiden Prabowo, Petani Optimistis Swasembada Pangan Tercapai

Tuban— Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, disambut antusias oleh para petani dan kelompok tani setempat. Kehadiran Presiden dinilai membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani, termasuk petani hutan di wilayah Tuban.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur, Tasmuri, mengaku senang atas kunjungan Presiden Prabowo ke wilayahnya yang menurutnya menjadi momen bersejarah bagi masyarakat tani setempat.
“Kalau Pak Presiden Prabowo ke sini, saya melihatnya sangat-sangat senang. Karena tidak pernah dikunjungi Pak Presiden di wilayah kami, baru ini, saya sangat semangat dan senang,” ujar Tasmuri.
Tasmuri menilai kebijakan pemerintah saat ini mulai dirasakan petani, terutama terkait kemudahan memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kalau sekarang banyak perubahan. Kalau dulu, masalah pupuk, tetap pupuk yang diandalkan petani. Yang dulu sangat sulit, ngantri-ngantri. Ada perubahan, (oleh) Pak Prabowo harganya diturunkan. Yang dulu lebih mahal, sekarang turun dan pelayanannya sangat sederhana, ya, mudah dicari,” tuturnya.
Poktan Ngudi Makmur sendiri mengelola lahan seluas 631,7 hektare dengan sekitar 750 petani penggarap. Meski kondisi pupuk dinilai makin membaik, Tasmuri berharap pemerintah dapat membantu kebutuhan pengeboran air untuk irigasi karena wilayah pertanian mereka masih sangat bergantung pada hujan.
“Karena di sini, wilayah saya ini kan kalau kadang tidak ada hujan, sudah gagal yang panen kedua. Itu petani rugi sangat besar, karena jagungnya tidak bisa jadi,” ungkapnya.
Selain persoalan irigasi, Tasmuri juga mengapresiasi membaiknya harga jual jagung yang kini mencapai lebih dari Rp6.000 per kilogram dan dinilai mampu membantu petani menutup biaya produksi.
“Kalau jual hasil tani, alhamdulillah sudah baik. Dulu harga jagung hanya Rp3.800-Rp4.000. Tapi sekarang sampai 6 (ribu) lebih. Sekarang sampai 6 (ribu) lebih, Rp6.200 per kilo. Berarti petani sangat gembira, karena biayanya banyak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, Sudarlim, berharap kehadiran Presiden dapat membawa perhatian lebih bagi petani hutan.
“Kami petani hutan itu 90 persen di Tuban itu menanam jagung, harapannya ke depannya bisa mendapat perhatian yang lebih atau paling tidak sama dengan petani yang ada di luar kawasan hutan,” jelas Sudarlim.
Sudarlim juga menilai kondisi pupuk mulai membaik. Di sisi lain, ia berharap pemerintah memberikan dukungan fasilitas pascapanen seperti alat pengering agar petani dapat memenuhi standar Bulog dan memperoleh harga jual maksimal.
“Yang kita harapkan ada fasilitas untuk proses pengolahannya pascapanen, sehingga kita bisa mengakses Bulog dan mendapatkan harga maksimal,” tuturnya.
Sudarlim juga optimistis program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.
“Dengan kehadiran Pak Presiden, saya optimis kesejahteraan petani, bukan hanya petani hutan, tapi program swasembada pangan yang dicanangkan beliau akan sukses,” tuturnya.
Selain fasilitas pascapanen, Sudarlim berharap pemerintah dapat membantu pembangunan irigasi atau sumur dalam agar petani dapat meningkatkan frekuensi tanam dan mengurangi risiko gagal panen. Menutup keterangannya, Sudarlim menyampaikan doa bagi kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Saya doakan sukses selalu Pak Prabowo dalam memimpin negara kita tercinta Indonesia, sebagai anugerah terbesar dari Yang Maha Esa, dengan adanya zamrud katulistiwa yang ada di negara kita. Itu anugerah terbesar Pak,” tandasnya. (DON/Red)
Redaksi
IPHI Jatim Matangkan Renstra, Perkuat Peran Perempuan Wujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat

Surabaya — Semangat kebersamaan dan pengabdian terasa kuat dalam pertemuan PW MTP IPHI Jawa Timur yang digelar di ruang pertemuan Abudabi Hotel Namira Surabaya, Ahad (17/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kaum ibu IPHI Jawa Timur untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus menyusun rencana strategis organisasi ke depan.
Musyawarah berlangsung hangat namun penuh keseriusan. Tidak ada perdebatan berkepanjangan. Seluruh peserta tampak fokus merumuskan langkah bersama demi memperkuat peran MTP dalam mendampingi jamaah haji.
Ketua PW MTP IPHI Jawa Timur, Imadatul Zahro, mengapresiasi antusiasme para pengurus dan anggota yang hadir. Ia menekankan pentingnya semangat ta’awun dalam menjalankan amanah organisasi.
“Ta’aruf kita untuk bersinergi agar program yang kita hasilkan berkah. Tujuan utama kita adalah membersamai jamaah haji menjadi haji mabrur sepanjang hayat,” ungkap Bu Nyai Ima, Senin(18/5).
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, Imam Mawardi Ridlwan, menjelaskan sejumlah program prioritas yang akan dikembangkan.
Di antaranya penguatan koperasi digital untuk mendukung ekonomi jamaah haji, penguatan silaturahim antarwilayah, hingga pembentukan kader pembimbing haji yang mampu mendampingi jamaah secara berkelanjutan.
“Kita sepakat bahwa PW MTP IPHI Jawa Timur menjadi ujung tombak pelaksanaan program dalam mewujudkan haji mabrur sepanjang hayat,” tegasnya.
Proses penyusunan program kerja dipimpin Wakil Ketua PW MTP IPHI Jawa Timur, Wiwik. Setiap bidang menyusun agenda kerja secara bertahap dengan memperhatikan target capaian, waktu pelaksanaan, serta kebutuhan pembiayaan.
“Saya terbiasa membuat program kerja yang disertai target pencapaian, waktu, dan biaya. Diharapkan semua bidang melengkapinya,” ujar dr. Wiwik.
Pertemuan itu tidak sekadar membahas administrasi organisasi. Lebih dari itu, tersirat tekad kaum perempuan IPHI Jawa Timur untuk menghadirkan nilai-nilai kemabruran dalam kehidupan nyata. Bagi mereka, haji bukan hanya perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan panjang membangun kebermanfaatan sepanjang hayat. (DON/Red)
Redaksi1 minggu agoPenipuan Berkedok Investasi MLM di Hong Kong, Puluhan PMI Terjerat Utang Miliaran Rupiah
Redaksi2 minggu agoSuasana Tegang di Blitar: KPK Datang, HP Peserta Disita, Ada Apa ?
Nasional2 minggu agoPSHT “Kepung” DPRD dan KONI Blitar, Ultimatum Keras Dilayangkan: Massa Ancam Turun 10 Kali Lipat
Jawa Timur1 minggu agoUstadz Abdul Adzim Wafat di Usia Muda, Pesantren Zawiyah Dzikir Jama’i Kehilangan Sosok Pengabdi Sunyi
Redaksi1 minggu ago560 Hektare Terlantar, Pokmas Tani Mandiri Desak Negara Cabut HGU Eks PT Indoco
Nasional2 minggu agoNegara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Redaksi1 minggu agoSoekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Redaksi2 minggu agoKPK Masuk Blitar, Sistem Pengadaan dan Hibah Jadi Sorotan Utama







