Nasional
Sambut HUT TNI KE – 79, Jajaran Koarmada III Laksanakan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

Kota Sorong PBD, 90detik.com – Dalam Rangka memperingati HUT TNI Ke-79 Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Hersan, S.H,.M.Si didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada 3 Ny.Dita Hersan menghadiri acara Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan jajaran Kaormada III yang dipusatkan di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Oetejo, Sorong.Minggu (22/09/24)
Kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan jajaran Kaormada III yang dilaksanakan pada hari ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain pemberian paket sembako kepada warakawuri dan panti asuhan sebanyak 2000 paket, bakti kesehatan berupa pengobatan umum sebanyak 1.005 pasien, pengobatan gigi 89 pasien,donor darah 608 kantong dan Khitan 55 orang.
Dalam kesempatan tersebut Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Hersan secara simbolis menyerahkan bingkisan sembako kepada perwakilan warakawuri dan masyarakat yang kurang mampu di Kota Sorong sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat. Selain di Sorong kegiatan juga dilaksanakan di Lantamal IX Ambon, Lantamal X Jayapura, Lantamal XI Merauke dan Lanal-Lanal jajaran Koarmada III.
“Acara bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan wujud kepedulian TNI kepada Masyarakat ,serta bukti terciptanya jalinan silaturahmi yang erat antara masyarakat dan TNI.”Jelas Pangkoarmada III.
Dalam kesempatan tersebut Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Hersan menyerahkan bingkisan sembako kepada perwakilan masyarakat yang kurang mampu sebagai wujud kepedulian.
Bakti sosial dan bakti kesehatan pada hari ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia , dimana kegiatan tingkat Nasional dipusatkan di Jakarta dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jendral TNI Agus Subiyanto dan disiarkan secara virtual keseluruh jajaran TNI di Indonesia.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Koarmada III Laksma TNI Singgih Sugiharto beserta istri, Kapoksahli Koarmada III Laksma TNI Ridwan Prawira beserta istri, Komandan Lantamal XIV Laksma TNI Deny Prasetyo beserta istri Wadan Pasmar 3 Kolonel Mar David Candra Viasco beserta istri, Para PJU Pangkoarmada III, PJU Lantamal XIV, Kepala Dinas Kesehat Provinsi Papua Barat Daya , Pj Bupati Sorong, Asisten 2 walikota Sorong, tutupnya.
(Tim/Red)
Nasional
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 70 Tokoh Penggerak Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta— Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah penerima dalam rangkaian acara peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta groundbreaking 107 SPPG Polri yang digelar di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan kontribusi para tokoh dalam mendukung program pemenuhan gizi dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Prosesi penganugerahan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 dan 13/TK/Tahun 2026 oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayor Jenderal TNI Wahyu Yudhayana.
Suasana khidmat menyelimuti lokasi acara saat keputusan tersebut dibacakan di hadapan para penerima serta para undangan.
Usai pembacaan keputusan, Presiden Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima.
Penyematan tersebut menjadi simbol penghormatan negara atas kerja nyata yang telah dilakukan dalam menyukseskan agenda strategis nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ekosistem pangan.
Untuk kategori Bintang Jasa Utama, penghargaan dianugerahkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas kepemimpinannya dalam mengakselerasi program prioritas nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Bintang Jasa Pratama diberikan kepada empat penerima, dan penyematan diwakili kepala Wakapolri Komjen Pol. Dedy Prasetyo dan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya. Sedangkan pada kategori Bintang Jasa Nararya, penghargaan diberikan kepada lima penerima dan penyematan diwakili kepada Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satya Lencana Wira Karya kepada 60 penerima yang terdiri atas para Kapolda, pejabat utama Polri, Kapolres dari berbagai daerah, unsur pengawas internal, hingga tokoh masyarakat dan perwakilan dunia usaha yang berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan.
Penyematan penghargaan tersebut diwakili oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan, serta Tokoh Masyarakat Peduli Ketahanan Pangan Zaini Sidi.
Penganugerahan tanda kehormatan ini menjadi penegasan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung agenda besar kedaulatan pangan dan pemenuhan gizi nasional.
Melalui penghargaan tersebut, negara tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga meneguhkan semangat gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan menuju Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaulat. (DON/Red)
Jakarta, 13 Februari 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden
Jawa Timur
Megengan di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Ribuan Jamaah Sambut Ramadhan dengan Santunan Anak Yatim

TULUNGAGUNG— Ada yang khas dari cara orang Jawa menyambut Ramadhan. Namanya megengan. Tradisi yang mirip dengan tarhib dalam istilah Arab. Sabtu pagi, 14 Februari 2026, Pesantren Al Azhaar Kedungwaru menggelar acara itu di Gedung Dakwah Abi KH. M. Ihya Ulumiddin, Jalan Pahlawan Gang III/40.
Gedung itu penuh sesak. Bahkan hingga ke teras SMP. Tidak kurang dari 1.500 jamaah hadir. Mereka datang bukan sekadar untuk makan bersama atau mendengar ceramah. Mereka datang untuk menyambut Ramadlon dengan cara yang penuh makna: megengan, tarhib, dan santunan anak yatim.
Hadir sebagai narasumber, Yatim Riyanto, guru besar Unesa, memberi syarat sederhana sebelum bersedia mengisi acara: undanglah anak yatim.
Maka megengan pagi itu pun menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ada pesan sosial yang kuat di dalamnya Ramadhan harus menjadi bulan kegembiraan, terutama bagi mereka yang kehilangan orang tua.
Direktur LAZTA, Rahmad, menegaskan hal itu.
“Mereka perlu diberi kegembiraan,” ujarnya singkat.
Kalimat pendek, tapi dalam. Ramadhan bukan hanya soal puasa. Tapi juga soal rasa peduli dan rasa berbagi.
Pengasuh Pesantren Al Azhaar, Imam Mawardi Ridlwan, menambahkan dimensi lain dalam tausiyahnya.
“Megengan dan tarhib ini agar kita siap. Yang masih punya hutang, dimohon bayar hutang. Seyampang masih ada waktu,” tuturnya.
Pesan sederhana, namun menohok. Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menuntaskan tanggung jawab.
Di Tulungagung pagi itu, megengan bukan sekadar tradisi turun-temurun. Ia menjadi ruang pertemuan antara doa, budaya, dan kepedulian sosial. Ramadhan disambut dengan wajah ceria anak-anak yatim, jamaah yang memadati gedung, serta pesan yang menyejukkan, bulan suci harus dimulai dengan hati yang bersih, hutang yang lunas, dan anak yatim yang tersenyum. (DON/Red)
Nasional
Ribuan Jama’ah Padati Al Azhaar Kedungwaru, Megengan dan Tarhib Ramadhan Bersama Ulama Nasional hingga Internasional

TULUNGAGUNG— Ada yang berbeda di Kedungwaru, Sabtu (14/2/2026). Gedung Dakwah Abi KH. M. Ihya Ulumiddin dipenuhi sekitar 1.500 jama’ah yang datang untuk mengikuti megengan dan tarhib Ramadhan bersama Majlis Dzikir Jama’i Al Azhaar Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.
Sejak sore hari, jama’ah sudah memadati lokasi. Mereka tidak sekadar menghadiri dzikir bersama, tetapi juga menyambut datangnya bulan suci dengan penuh kegembiraan dan kekhidmatan. Tradisi megengan yang menjadi kearifan lokal berpadu dengan tausiyah para ulama nasional hingga internasional, menjadikan suasana semakin istimewa.
Salah satu tokoh yang hadir adalah Yatim Riyanto, guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam tausiyahnya, ia membagikan kisah hidup yang menyentuh. Lahir tanpa pernah melihat wajah ayahnya dan tumbuh sebagai anak yatim, ia menegaskan bahwa doa seorang ibu adalah kunci kesuksesan.
“Kalau ingin sukses, jangan pernah lepas dari doa ibu,” ujarnya.
Kalimat itu menggugah jama’ah, seolah menjadi pengingat di tengah generasi yang kerap lebih sibuk mengejar pengakuan di media sosial daripada mencari ridha orang tua.
Prof. Yatim juga menyinggung fenomena budaya nongkrong di kafe yang menurutnya berpotensi merusak generasi muda.
“Cangkruan di kafe itu merusak anak-anak kita,” tegasnya.
Suasana majlis seketika hening. Sebagian jama’ah saling berpandangan, ada yang tersenyum getir, ada pula yang mengangguk setuju.
Dari Hadramaut, Yaman, hadir ulama internasional Habib Umar Muhdlor Salim Al-Habsyi.
Dalam ceramahnya, ia menekankan makna kebahagiaan sejati. Menurutnya, bahagia bukanlah soal harta atau popularitas, melainkan meneladani Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.
Habib Umar menyampaikan pesan penting agar umat Islam mengistimewakan bulan Ramadlon dengan empat amalan utama.
Pertama, memperbanyak sholat sunnah selain sholat wajib serta menjaga sholat berjama’ah. Kedua, minimal khatam Al-Qur’an sekali selama Ramadlon. Ketiga, mempererat silaturrahim. Keempat, memperbanyak sedekah, infak, dan amal jariyah.
Sementara itu, Baidlowi menambahkan nuansa lokal lewat tradisi megengan. Ia menyampaikan bahwa siapa yang bergembira menyambut Ramadlon, jasadnya diharamkan masuk neraka. Ungkapan tersebut disambut haru dan semangat oleh para jama’ah.
Kehadiran Manshur dari Pesantren Internasional Prambon Nganjuk turut menambah kekhidmatan acara.
Majlis Dzikir Jama’i Al Azhaar Kedungwaru bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menjadi ruang pendidikan moral dan spiritual bagi masyarakat.
Pesan tentang pentingnya doa ibu, peringatan terhadap budaya yang melalaikan, hingga ajakan memperbanyak amal di bulan suci, berpadu dalam satu majlis yang hangat dan penuh makna.
Ramadhan memang belum tiba. Namun di Kedungwaru, suasananya sudah terasa. Jama’ah pulang dengan hati lebih ringan, pikiran lebih jernih, dan tekad lebih kuat untuk menyambut bulan suci dengan kegembiraan serta kesiapan spiritual yang matang. (DON/Red)
Nasional1 minggu agoBansos Blitar Dinilai Amburadul, FORMAT “NAIK KELAS” Adukan ke DPR RI
Redaksi3 hari agoDigugat ke MK, Pasal 257 KUHP Dinilai Jadi “Senjata” Kriminalisasi Petani Penggarap Lahan Terlantar
Redaksi6 hari agoKJRA Datangi KSP, Desak Presiden Prabowo Kawal Reforma Agraria Tulungagung–Kediri
Redaksi1 minggu agoPW MTP IPHI Jawa Timur Gelar Raker Perdana, Teguhkan Penguatan Kelembagaan dan Kemandirian Ekonomi Umat
Redaksi7 jam agoViral! Sekdes Ngrance Tulungagung Diduga Nyinyir Soal MBG, Camat Pakel Buka Suara
Redaksi6 hari agoBabak Baru Pergolakan Pokmas Tani Mandiri: Dugaan Keterangan Palsu Seret Pelapor Lama ke Ranah Hukum
Jawa Timur2 hari agoSidang Narkotika di PN Tulungagung Memanas, Kuasa Hukum Sebut Terdakwa Tak Pernah Diperiksa
Jawa Timur2 minggu agoPanen Raya Jadi Momentum, Bupati Blitar Pacu Koperasi Perkuat Ketahanan Pangan






