Jawa Timur
Selamatkan Ratusan Orang dari Ancaman Narkoba, 8 Tersangka Pengedar Sabu berhasil Diamankan

LAMONGAN, 90detik.com – Peredaran Narkoba dan obat keras berbahaya (Okerbaya) lainya, terus menjadi perhatian khusus oleh Polres Lamongan jajaran Polda Jatim ini.
Hal itu dibuktikan oleh Polres Lamongan Polda Jatim melalui Satuan Reserse Narkoba yang belakangan berhasil mengungkap setidaknya 6 kasus tindak kejahatan Narkoba.
Dari 6 kasus tersebut, Polres Lamongan Polda Jatim berhasil mengamankan sebanyak 8 Tersangka pengedar Narkoba jenis sabu dan Okerbaya daftar G jenis Pil Dobel L.
Kapolres Lamongan AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si yang didampingi Kasat Resnarkoba Polres Lamongan AKP Karyawan Hadi dan Kasihumas Polres Lamongan IPDA Andi Nur Cahya mengatakan, dari 8 tersangka tersebut terdapat 2 orang yang merupakan Residivis Narkoba.
“Ada dua tersangka yang merupakan Residivis Narkoba yaitu saudara AAY (32) dan MF (25), “ ujar AKBP Bobby saat Press Release di Ruang Rupatama Tathya Dharaka Mapolres Lamongan, Selasa (13/8).
Kapolres Lamongan AKBP Bobby juga menjelaskan pengungkapan selama bulan Juli tahun 2024 dari 6 kasus dan 8 tersangka, pihaknya berhasil menyita barang bukti 53,37 gram Sabu serta 190 butir pil double L.
Sementara itu modus operandi dari Dua tersangka residivis tersebut membeli kemudian mengedarkan Narkotika Jenis Sabu dari harga beli Rp.1.000.000,- (Satu juta rupiah) per 1 gram, kemudian dijual kembali dengan harga Rp. 1.200.000,- (Satu juta dua ratus ribu rupiah) per 1 gram.
Dan jika dijual dengan system ecer, para tersangka mengecernya dengan membagi per setengah (0,5 gram) dijual dengan harga Rp.700.000,- (Tujuh ratus ribu rupiah).
Ada pula yang Seperempat (0,25 gram) dijual dengan harga Rp. 400.000,- (Empat ratus ribu rupiah) dan Per Pahe / Paket Hemat (0,10) gram dijual dengan harga Rp.200.000,- ( Dua ratus ribu rupiah).
Sementara itu, Kasat Resnarkoba AKP Karyawan Hadi, mengatakan motif tersangka menjadi pengedar sabu, karena tergiur dengan keuntungan yang besar.
Para pengedar barang haram tersebut mendapatkan suplai barang dari jaringan yang berbeda-beda.
“Secara ekonomi kurang mampu, dia malas kerja, sehingga jualan sabu dan dilakukan secara terputus, dengan sistem ranjau,”jelas AKP Hadi
AKP Hadi juga mengungkapkan, target pasar yang menjadi sasaran pengedar sabu-sabu tersebut hampir semua kalangan.
“Sasarannya hampir semua kalangan dari usia dewasa, bahkan yang memprihatinkan adalah kalangan pelajar dan Mahasiswa,”tambah AKP Hadi.
Dari hasil barang bukti yang disita Satresnarkoba Polres Lamongan ini, lanjut AKP Hadi setidaknya Polres Lamongan telah menyelamatkan lebih kurang 400 an orang dari ancaman bahaya Narkoba.
“Dari barang bukti yang kita sita ini, lebih kurang 400 an orang kita selamatkan dari ancaman bahaya Narkoba,”pungkasnya. (Red)
Jawa Timur
Raih 22 Suara, Samanhudi Anwar Pimpin KONI Kota Blitar

BLITAR – Samanhudi Anwar resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026-2030. Pemilihan berlangsung di Balai Kota Kusumo Wicitro, Kota Blitar, pada Selasa (19/5).
Dalam pemilihan yang diikuti 37 cabor satu cabor, Perbakin, dinyatakan non-aktif atau SK mati, Samanhudi meraih 22 suara, unggul atas pesaingnya Toni Andreas yang memperoleh 15 suara. Dengan mekanisme satu cabang olahraga (cabor) satu suara.

Samanhudi Anwar, saat menyampaikan keterangan pers, usai acara pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar, (dok/JK).
Usai kegiatan, Samanhudi menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia menegaskan kemenangannya merupakan cerminan aspirasi kolektif.
“Betul-betul masih kuat. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” ujarnya.
Meski menang, Samanhudi menyatakan kesiapannya untuk menjalani proses selanjutnya dengan penuh tanggung jawab. Ia sempat menyebut wacana pengunduran diri dari posisi sebelumnya, namun menyerahkan detail teknis kepada ketua harian terpilih, nantinya.
“Saya tahu diri dan saya sadar diri. Saya pelaku, pegiat olahraga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi tiga pilar dalam pembinaan olahraga, pelaku (pegiat olahraga, red), legislatif, dan pemerintah.
“Tiga ini harus sinkron. Jangan mengancam. Pemerintah cuma melihat, membina, memberi dana, selesai,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan media dan pemanfaatan teknologi informasi (IT).
“Dunia ini ada tiga, dunia nyata, gaib, dan IT. Saya harus kerja sama dengan semua,” ujar Samanhudi menambahkan.
Menghadapi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027, Samanhudi optimistis dengan potensi besar yang dimiliki.
“Potensi kita sangat besar menghadapi Porprov 2027. Nanti saya beri masukan,” pungkasnya.
Pemilihan berlangsung demokratis dengan total 37 cabor memberikan hak suaranya, menandai babak baru kepengurusan KONI Kota Blitar di bawah kepemimpinan M. Samanhudi Anwar.(JK/Red)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
Sarasehan Ekonomi Kerakyatan di Boyolangu, Dorong Sinergi Bangun Kemandirian Desa

TULUNGAGUNG — Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan terus digencarkan di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan sarasehan bertema “Memperkuat Ekonomi Kerakyatan” yang digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Senin (18/5).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Dinas Sosial Tulungagung, akademisi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, mahasiswa, pihak swasta dari Yayasan Bima Sakti, hingga sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat sosial.
Sarasehan berlangsung hangat dan interaktif dengan pembahasan seputar penguatan ekonomi masyarakat desa, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor perikanan, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pihak swasta dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Manager Yayasan Bima Sakti Peduli Negeri, M. Adistiya Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi antar berbagai pihak demi memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
“Melalui sarasehan ini kami ingin menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi nyata antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Harapannya, potensi desa bisa berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ekonomi kerakyatan harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan apabila mendapat dukungan dan pendampingan yang tepat.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Tulungagung, Andra Rejekening R, S.Pi, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa.
“Ekonomi kerakyatan merupakan pondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mandiri, produktif, dan mampu memanfaatkan potensi lokal yang ada,” terangnya.
Selain menjadi forum diskusi dan pemaparan materi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antar elemen masyarakat guna mempererat kerja sama dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Tulungagung.
Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. (And/Red)
Jawa Timur
Warga Mencari Ikan di Sungai Brantas Saat Flushing, Seorang Hilang dan Dua Selamat

BLITAR – Sebuah peristiwa hanyut terjadi di aliran Sungai Brantas, Kabupaten Blitar, pada Senin (18/5). Seorang warga bernama Isnaini (Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben) dikabarkan hilang terbawa arus saat sedang mengambil ikan imbas kegiatan flushing dari PLTA Jegu Wlingi Raya. Dua warga lainnya, Badi’ dan Yasmani, berhasil selamat.
Flushing atau pladu bendungan adalah proses pembilasan waduk untuk mengeruk dan mengalirkan endapan lumpur (sedimen) agar kapasitas tampungan air kembali maksimal dan operasional PLTA tetap terjaga
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi melalui laporan resmi menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu PLTA Jegu Wlingi Raya tengah melakukan flushing, sehingga banyak ikan yang terdampar di sepanjang aliran sungai.
Warga pun berbondong-bondong turun ke sungai untuk mengambil ikan.
Saat asyik mencari ikan, Isnaini dilaporkan terseret arus Sungai Brantas. Informasi ini disampaikan oleh Ali Purwanto, adik ipar korban. Hingga laporan terakhir diterima, Isnaini masih dalam proses pencarian.
“Sementara itu satu orang lainnya bernama Badi’ berhasil menyelamatkan diri. Yang bersangkutan kini dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Wahyudi dalam laporan tertulisnya.
Di lokasi yang berbeda, tepatnya di Kedung Ketek Jegu, seorang warga bernama Yasmani juga sempat hanyut karena kelelahan saat berada di sungai. Namun Yasmani berhasil diselamatkan oleh warga sekitar dan selanjutnya diantar pulang oleh perangkat desa setempat.
Upaya Tim SAR
Tim BPBD Kabupaten Blitar langsung melakukan assessment di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, serta perangkat desa setempat. Tim juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan.
Kondisi cuaca saat laporan dikirim terpantau cerah, yang sedikit memudahkan proses pencarian korban Isnaini.
Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mendekati aliran sungai saat PLTA melakukan pembuangan air, karena arus dapat berubah deras tanpa peringatan.(JK/Red)
Redaksi1 minggu agoPenipuan Berkedok Investasi MLM di Hong Kong, Puluhan PMI Terjerat Utang Miliaran Rupiah
Redaksi2 minggu agoSuasana Tegang di Blitar: KPK Datang, HP Peserta Disita, Ada Apa ?
Nasional2 minggu agoPSHT “Kepung” DPRD dan KONI Blitar, Ultimatum Keras Dilayangkan: Massa Ancam Turun 10 Kali Lipat
Jawa Timur1 minggu agoUstadz Abdul Adzim Wafat di Usia Muda, Pesantren Zawiyah Dzikir Jama’i Kehilangan Sosok Pengabdi Sunyi
Redaksi1 minggu ago560 Hektare Terlantar, Pokmas Tani Mandiri Desak Negara Cabut HGU Eks PT Indoco
Nasional2 minggu agoNegara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Redaksi1 minggu agoSoekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Redaksi4 hari agoWibawa Pemkab Tulungagung Dipertanyakan, Bangunan Disanksi Satpol PP Kembali Berdiri di Lahan LP2B











