Connect with us

Jawa Timur

Antusias Warga Saat Polres Malang Berangkatkan Ratusan Peserta Balik Mudik Gratis Lebaran 2024

Published

on

MALANG, 90detik.com – Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, memberangkatkan ratusan peserta dalam rangkaian program ‘Balik Mudik Gratis Lebaran 2024 Polres Malang’.

Rombongan bus gratis itu diberangkatkan oleh Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana dari Mapolres Malang pada Kamis (18/4/2024) pagi.

Menurut Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, program ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk membantu masyarakat kembali ke perantauan.

Sebanyak tiga unit bus ukuran besar dan satu minivan telah disediakan untuk mengakomodir para pemudik yang akan kembali melaksanakan aktivitas di Ibukota Jakarta dan Banyuwangi, Jawa Timur.

“Alhamdulillah tanggal 18 April kemarin bisa kita berangkatkan dari Mapolres Malang menggunakan 4 Armada. Tiga Armada bus yang menuju Jakarta satu Armada travel yang berangkat menuju Banyuwangi,” kata AKBP Putu Kholis Aryana, Jumat(18/4).

Kapolres menambahkan, total 180 peserta program ini berangkat ke dua tujuan besar, dengan 175 menuju Jakarta dan sekitarnya serta 5 menuju Banyuwangi.

Setiap peserta juga mendapatkan snack, uang saku, dan makanan, khususnya anak-anak yang turut serta dalam program balik mudik tersebut.

Masyarakat yang mengikuti program bus gratis ini telah mendaftar di Mapolres Malang sejak dua minggu yang lalu.

Mereka melakukan pendaftaran melalui kontak yang telah dicantumkan melalui media sosial resmi Polres Malang.

“Pendaftaran kami buka melalui media sosial Polres kami sampaikan juga melalui Polsek dan Bhabinkamtibmas mayoritas warga menyampaikan ingin mudiknya hari ini,” jelas AKBP Putu Kholis Aryana.

Dikatakan AKBP Putu, seluruh armada balik mudik gratis akan mendapatkan pengawalan khusus hingga pintu tol Karanglo, Singosari, Malang, untuk memastikan perjalanan berjalan lancar dan aman bagi seluruh penumpang.

AKBP Putu juga menyebutkan bahwa animo masyarakat terhadap program ini cukup tinggi, terutama yang menuju Jakarta dan Pantura.

Program ‘Balik Mudik Gratis Lebaran Polres Malang’ ini diharapkan akan terus dilaksanakan setiap tahunnya, sesuai dengan antusiasme dan kebutuhan masyarakat.

Pihaknya berharap dengan penyediaan transportasi gratis ini, kegiatan balik mudik dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat

Tahun lalu sudah dilaksanakan, tahun ini kita laksanakan Kembali, insya Allah tahun depan apabila masyarakat menghendaki akan kita laksanakan kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Syah Mukya Efendi (33), salah seorang peserta yang akan kembali ke Jakarta, mengapresiasi program yang diselenggarakan Polres Malang.

“Terima kasih banyak kepada jajaran Polres Malang atas program bus gratisnya. Ini tahun kedua kami mudik, sangat membantu dan memudahkan kami untuk balik ke Jakarta,” ujarnya.

Begitu juga dengan Rusti (30), warga Bekasi, Jawa Barat, yang juga ikut dalam program balik mudik gratis, mengaku sangat bersyukur dan senang.

“Selain makanan, dapat uang saku dan snack. Senang banget, mudah-mudahan makin jaya Polres Malang,” ungkapnya.

Dengan adanya penyediaan transportasi gratis ini, diharapkan kegiatan balik mudik dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat, serta dapat membantu menghemat biaya bagi ratusan pemudik yang mengikuti program ini. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawa Timur

Edukasi Parenting di Rejotangan, Tekankan Pentingnya Komunikasi Keluarga di Tengah Tingginya Angka Perceraian

Published

on

TULUNGAGUNG — Aula Kantor Kecamatan Rejotangan menjadi pusat kegiatan edukatif bagi ibu-ibu PKK se-kecamatan dalam agenda rutin bertema family parenting, yang digelar mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Rahmat Putra Perdana yang menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga sebagai fondasi utama membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Rahmat menyampaikan bahwa peran suami dan istri tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang sehat serta saling mendukung dalam proses pengasuhan anak. Ia menegaskan bahwa kebiasaan sehari-hari orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

Kegiatan ini dinilai sangat relevan di tengah meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan data, sebanyak 1.577 perkara perceraian tercatat masuk ke Pengadilan Agama Tulungagung sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama bahwa ketahanan keluarga perlu diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan.

Camat Rejotangan, Djarot, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya peran keluarga.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa menjadi contoh dan motivasi bagi wilayah lain dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis,” ujarnya, Jumat(17/4).

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan positif selama kegiatan berlangsung. Salah satu anggota PKK menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru mengenai pola pengasuhan yang lebih baik. Ia juga berharap ke depan kegiatan serupa dapat melibatkan pasangan suami-istri secara langsung.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 15 menit ini diisi dengan sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta refleksi diri, yang memberikan ruang bagi peserta untuk memahami peran masing-masing dalam keluarga.

Menutup kegiatan, narasumber menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lainnya dalam memperkuat ketahanan keluarga di Tulungagung.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini mendapat dukungan luas dan menjadi gerakan bersama, sehingga mampu menciptakan masyarakat Tulungagung yang lebih harmonis, sejahtera, dan berdaya,” pungkasnya. (DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

BGN Dorong Peningkatan Kualitas MBG 2026, Dapur SPPG Kedungwaru Jadikan Model

Published

on

TULUNGAGUNG — Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan tahun 2026 sebagai momentum peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan tersebut disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam wawancara bersama CNN Indonesia.

Ia menegaskan bahwa fokus utama program MBG ke depan tidak hanya pada perluasan jangkauan, tetapi juga pada peningkatan mutu menu yang disajikan. Untuk itu, seluruh yayasan maupun mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memenuhi standar yang telah ditetapkan BGN.

“Setiap SPPG harus memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta Sertifikat Halal, sebagai jaminan kualitas dan keamanan makanan,” ujarnya.

Di Kabupaten Tulungagung, salah satu dapur MBG yang menjadi perhatian adalah dapur SPPG khusus di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru. Dapur ini merupakan yang pertama beroperasi di wilayah tersebut sejak 6 Januari 2025 dan kini telah berjalan lebih dari satu tahun.

Di tengah berbagai sorotan terhadap BGN, mulai dari kasus keracunan hingga isu pengadaan, dapur MBG Kedungwaru justru menunjukkan capaian positif.

Menu yang disajikan bahkan dipilih langsung oleh BGN selama tiga hari berturut-turut, yakni Rabu (15/4/2026), Kamis (16/4/2026), dan Jumat (17/4/2026), serta dipublikasikan melalui media sosial resmi BGN sebagai contoh praktik baik.

Dalam kunjungan pada Jumat (17/4/2026), Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Azhaar, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan harapannya bagi seluruh relawan yang terlibat.

Ia memohon doa agar para relawan senantiasa diberikan kesehatan, semangat, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, pengelolaan dapur telah sepenuhnya dipercayakan kepada Kepala SPPG bersama tim ahli gizi, akuntansi, dan relawan.

“Yayasan hanya memberi arahan agar tidak ada praktik mengurangi dana yang menjadi hak anak. Jujur, ikhlas, dan semangat adalah modal utama,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap dapur MBG tidak hanya menjadi tempat kerja, tetapi juga ladang ibadah bagi para relawan.

“Jadikan dapur MBG sebagai wadah beribadah. Menyiapkan makanan untuk anak didik adalah amal yang berpahala seperti para guru. Harus dijalani dengan semangat dan keikhlasan,” pungkasnya. (DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Satreskrim Polres Kediri Kota Resmi Tetapkan Nenek sebagai Tersangka Penganiayaan Hingga Korban Tewas

Published

on

KOTA KEDIRI – Sebuah kasus penganiayaan yang mengejutkan terjadi di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur.

Seorang nenek berinisial S (62) ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Kediri Kota setelah menganiaya tiga cucunya sendiri hingga satu di antaranya meninggal dunia.

Pelaku yang merupakan nenek kandung para korban mengaku tega melakukan kekerasan berulang kali hanya karena kesal cucu-cucunya dianggap tidak menuruti omongannya.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengungkapkan bahwa tersangka melakukan penganiayaan secara berulang di seluruh tubuh ketiga cucunya.

“Tersangka menggunakan tangan kosong, gagang sapu, hingga pipa untuk menganiaya para korban,” ujar AKP Achmad Elyasarif dalam konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, pada Jumat (17/4).

Akibat dari tindakan brutal tersebut, seorang balita malang berinisial NIZ (3) meregang nyawa. Dua cucu lainnya kini masih menjalani perawatan intensif.

Yang membuat publik terhenyak adalah motif di balik aksi keji ini. S mengaku kesal lantaran cucu-cucunya dianggap tidak menuruti perkataannya.

“Untuk motif sementara, terduga pelaku melakukan hal tersebut karena cucunya ini tidak menuruti apa yang dikatakan oleh pelaku,” tambahnya.

Polisi saat ini masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka. Sejumlah barang bukti seperti bilah kayu dan pipa yang digunakan untuk menganiaya korban juga telah diamankan.

Pihak kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis bagi dua korban yang masih selamat. Trauma berat pasti dialami oleh anak-anak tersebut setelah mengalami kekerasan dari nenek kandungnya sendiri.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar lebih waspada terhadap potensi kekerasan pada anak, yang bisa saja terjadi di lingkungan terdekat sekalipun.

Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.

(JK/ Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Trending