Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Jawa Timur · 6 Jan 2024 WIB ·

Bawaslu Kota Blitar Diduga Tebang Pilih dan Dapat Bisikan Ghaib Tertibkan APK Partai Gerindra dan Paslon 02 


 Bawaslu Kota Blitar Diduga Tebang Pilih dan Dapat Bisikan Ghaib Tertibkan APK Partai Gerindra dan Paslon 02  Perbesar

Tomi Gandhi Sasongko, Wakil Ketua Partai Gerindra Kabupaten Blitar.(doc:ist)

 

Blitar,90detik.comBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar diduga tidak profesional dan tebang pilih melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK). Serta tidak melakukan kajian terhadap pelanggaran yang di adukan. Hal ini disampaikan Tomi Gandhi Sasongko calon legislatif (Caleg) DPRD provinsi Jawa Timur Dapil VII dari Partai Gerindra.

“Pihak kita di suruh menurunkan APK sama Bawaslu, tetapi kita pertanyakan aduan masyarakat (dumas) dari mana Bawaslu tidak bisa menjawab,”ujar pria yang juga sebagai Wakil Ketua Partai Gerindra Kabupaten Blitar pada Sabtu (06/01).

Alat Peraga Kampanye (APK), yang telah ditertibkan oleh Bawaslu Kota Blitar,( doc: ist).

Tomi Gandhi Sasongko menyayangkan sikap dari Bawaslu Kota Blitar, yang tidak terbuka saat dikonfirmasi dari mana mendapatkan aduan masyarakat, adanya pelanggaran pemasangan APK dari pasangan Capres-Cawapres 02 dan Caleg Partai Gerindra.

“Saya menduga mungkin Bawaslu ada bisikan ghaib suruh menertibkan APK Capres 02 dan Caleg Partai Gerindra. Bisa kacau kalau ada dumas yang tidak jelas sumbernya selalu di tanggapi sampai suruh lepas APK, bisa-bisa Caleg yang mukanya jelek hitam dan tidak ganteng di dumas atas dasar merusak pemandangan”, seloroh Tomi Gandhi.

Bahkan, pihaknya juga pernah melakukan pelaporan ke Bawaslu terkait APK dari Caleg maupun Capres-Cawapres, yang banyak hilang dan dirusak di Kota Blitar. Namun sampai saat ini tidak ada tindakan dan kejelasan dalam tindak lanjutnya.

“Ini milik Gerindra baik dari Caleg dan Capres-Cawapresnya, sudah banyak pengaduan yang diadukan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan,” imbuhnya.

Menurutnya, kejadian tersebut ada dugaan pihak penyelengara di Kota Blitar jadi ikut panik menghadapi elektabilitas Paslon 02 dan Gerindra yang sedang moncar ini.

“Bawaslu Kota Blitar agar lebih profesional dalam menelaah adanya Dumas yang masuk dengan dasar hukum yang jelas bukan atas dasar suka atau tidak suka, atau mungkin ikut-ikutan panik karena Paslon 02 dan Partai Gerindra elektabilitas sedang moncar,” pungkasnya.

(JK/Red)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

DPC PDI Perjuangan Tulungagung Mulai Penjaringan Bacalon Kepala Daerah, Siapa Saja Bacalon Tersebut ?

23 April 2024 - 07:39 WIB

Persik Jamu PSS Sleman, Ribuan Personel Diterjunkan Polres Kediri Kota

23 April 2024 - 07:15 WIB

Kapolres Bangkalan Serahterimakan Motor yang Hilang 6 Tahun Silam Kepada Pemiliknya

23 April 2024 - 07:09 WIB

Cegah DBD Polisi Dampingi Dinkes Tulungagung Lakukan Fogging

23 April 2024 - 07:04 WIB

Berpakaian Adat Petugas Satpas SIM Polres Kediri Kota Layani Masyarakat di Hari Kartini

23 April 2024 - 07:00 WIB

Bacalon Bupati – Wabup Tulungagung Maryoto-DGY Ambil Formulir Pendaftaran

23 April 2024 - 06:24 WIB

Trending di Jawa Timur