Connect with us

Nasional

Khidmat dan Meriah Peringatan HUT ke-79 TNI AL di Tanah Papua

Published

on

 

SORONG, 90detik.com – “Sejarah berdirinya TNI AL momentum ketika Pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat atau BKR pada tanggal 22 agustus 1945. Para Bahariawan secara bertahap dapat mengkonsolidasikan diri, mereka berasal dari berbagai latar belakang seperti guru dan siswa sekolah Pelayaran Tinggi dan Sekolah Pelayaran Rendah zaman jepang, anggota Jawa Unko Kaisya, Kaigun Heiho, mantan pelaut masa India Belanda dari Koninklijk Paketvaart Marine (KMP) dan Gouvernement Marine (GM). Pada rapat yang diadakan di gedung Kesatrian Sekolah Pelayaran Tinggi Jakarta di Jalan Budi Utomo pada tanggal 10 september 1945, mereka secara bulat menyepakati pembentukan Badan Keamanan Rakyat bagian Laut atau BKR Laut di tingkat pusat maupun daerah.”

Kemudian pada peringatan HUT ke-79 TNI AL Komando Armada (Koarmada) III menggelar di Lapangan Mako Koarmada III Jl. Yos Sudarso Katapop, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, yang diikuti oleh Prajurit TNI AL di Wilayah Sorong Papua Barat Daya, dengan Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto, S.T., M.Si. mewakili Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksamana Muda TNI Hersan, S.H., M.Si. secara Khidmat dan Meriah, Selasa (10/09/24)

Komandan Satuan Kapal Ranjau (Dansatraol) Koarmada III selaku Ketua Panitia Peringatan HUT ke 79 TNI AL di Koarmada III mengatakan bahwa,“pelaksanaan upacara yang berlangsung di Koarmada III ini melibatkan 689 Personel gabungan TNI Angkatan Laut yang terdiri dari Prajurit Koarmada III, Prajurit Lantamal XIV dan Prajurit Pasmar 3 dan menggelar beberapa alutsista diantaranya adalah 2 KRI LST, 1 KRI PC, 2 unit Truck penarik meriam, 1 unit Rocket, 2 Unit Swamboad, 5 Unit BTR 50, 5 Unit PT 76, 1 Unit Patriot, 2 Unit Howitser serta ditampilkan demonstrasi karate dari Siswa Satdik 3 Sorong serta ditutup dengan pemotongan tumpeng diatas kendaraan Tank BTR 50 dan Tour Facility Koarmada III menggunakan Ranpur Marinir dan Kopaska Koarmada III.” Ungkapnya

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanat yang dibacakan oleh Kas Koarmada III mengucapkan “Dirgahayu ke-79 TNI Angkatan Laut” bagi seluruh Prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut dimanapun bertugas dan berada apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya saya berikan kepada seluruh Prajurit TNI Angkatan Laut atas profesionalitas, dedikasi, dan militansinya dalam setiap pelaksanaan tugas.” Ungkap Panglima TNI

Panglima TNI juga mengatakan “Rakyat dan bangsa Indonesia bangga memiliki Angkatan Laut yang profesional dan modern sebagai penjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pelindung bangsa Indonesia dari segala ancaman dan gangguan khususnya di wilayah laut Indonesia.”

“Upacara hari jadi ke-79 TNI Angkatan Laut tahun 2024 ini menjadi sangat istimewa, karena untuk pertama kalinya digelar di atas KRI produksi dalam negeri sehingga saya menilai tema hari jadi tahun ini adalah tepat, yakni ”Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Nusantara Baru Indonesia Maju”.

Diakhir sambutan dikatakan,” sesuai dengan Undang-Undang TNI nomor 34 tahun 2004” bahwa TNI tidak berpolitik praktis, serta netralitas TNI juga merupakan wujud nyata. Bahwa TNI secara tegas tidak ingin dan tidak boleh kembali ke panggung politik praktis dan lebih mengutamakan sinergitas dengan Polri dan komponen bangsa lainnya dalam menghadapi Pilkada 2024” Pintanya .

Kegiatan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala staf Koarmada III didampingi Pj.Sekda Provinsi Papua Barat Daya yang diserahkan kepada prajurit termuda Koarmada III, pengumuman pemenang yel-yel, periksa kerapian dan defile pasukan peserta Upacara HUT ke-79 TNI AL di Koarmada III, dan ramah Tamah sambil menyaksikan live streaming pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-79 TNI AL secara terpusat diatas KRI Rumah Sakit dr. Radjiman Widyodiningrat-992 yang berlayar di teluk Jakarta di lobby Mako Koarmada III.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda Provinsi PBD Bapak Jhoni Way,S.Hut.,M.Si, Kasrem 181/PVT Kolonel Inf. Dr.Raden Dwi Tjahjo Harsono, S.E., M.Si.,para Pejabat TNI Polri wilayah Sorong, Forkopimda Provinsi Papua Barat Daya, Pejabat unsur Maritim dan perbankan Wilayah Sorong, para tokoh masyarakat dan adat wilayah sorong serta para undangan lainya. (Tim/Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Papua

Senator Paul Finsen Mayor Dorong Audit dan Kepastian Hukum atas Lahan Masyarakat Adat di Klamono

Published

on

Sorong— Anggota DPD RI Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor (PFM), menekankan perlunya audit independen dan kepastian hukum terkait pengelolaan lahan masyarakat adat di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong.

Senator PFM secara tegas menyerukan agar Kejaksaan Agung meninjau kesepakatan antara PT Hendrison Inti Persada (HIP) dan 14 marga pemilik tanah ulayat, termasuk memanggil pemilik perusahaan, Jimmy Wijaya, untuk memberikan keterangan terkait tata kelola lahan.

PFM menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan kewajiban perusahaan, antara lain kompensasi lahan, program pendidikan, pembangunan rumah layak huni, serta penyediaan fasilitas kesehatan bagi warga lokal.

Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan hak masyarakat terlindungi, kewajiban perusahaan terlaksana, dan risiko sosial-ekonomi dapat diminimalkan.

“Ini bukan soal menuduh pihak manapun, melainkan memastikan kepastian hukum dan tata kelola yang adil. Audit independen akan memberikan dasar yang jelas bagi semua pihak,” ujar PFM di Kantor Dewan Adat Wilayah III Doberay, Kota Sorong, Selasa (24/2/2026).

PFM, yang juga menjabat Ketua Kerukunan Keluarga Papua (KK PAPUA), mencontohkan Marga Malak sebagai pemilik lahan seluas 5.005 hektare yang menerima pembayaran plasma. Namun, menurut warga, skema tersebut perlu dievaluasi agar sejalan dengan potensi hasil bumi dan kesepakatan yang telah dibuat.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 Pasal 11 ayat (1), yang mewajibkan perusahaan membangun kebun untuk masyarakat sekitar minimal 20 persen dari total luas areal yang dikelola.

“Dialog konstruktif antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah harus dijalankan secara transparan. Dengan audit, pengawasan, dan kepastian regulasi, hak masyarakat adat terlindungi, perusahaan memperoleh kepastian operasional, dan risiko sosial dapat dikendalikan,” tutup PFM. (By/Red)

Continue Reading

Nasional

Deru Alat Berat di Muara Tawiri, Warga Minta Negara Hadir Lindungi Permukiman

Published

on

Ambon— Aktivitas pengerukan pasir dan batu (sirtu) di muara sungai Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, kian menjadi sorotan. Warga yang bermukim di bantaran sungai menyuarakan kekhawatiran atas potensi dampak lingkungan yang dinilai dapat mengancam keselamatan rumah dan ruang hidup mereka.

Sejumlah warga mengamati adanya perubahan kontur dasar sungai sejak pengerukan berlangsung. Pendalaman muara disebut cukup signifikan dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas tebing, meningkatnya abrasi, serta risiko luapan air saat musim hujan.

Pay Sipahelut, salah satu warga terdampak, mengakui banjir memang telah beberapa kali terjadi sebelum aktivitas pengerukan dilakukan. Namun, menurutnya, kondisi saat ini membutuhkan perhatian lebih serius.

“Banjir memang sudah terjadi sebelumnya. Tapi sekarang dasar sungai terlihat makin dalam dan belum tampak penguatan bantaran. Kami khawatir jika hujan deras turun, dampaknya bisa lebih berat,” ujarnya, 23 Februari 2026.

Kekhawatiran serupa disampaikan Min Hole, warga yang rumahnya berjarak sekitar 3–5 meter dari lokasi galian. Ia berharap pemerintah desa dan pihak terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai perizinan serta langkah mitigasi yang disiapkan.

“Kami hanya ingin ada penjelasan yang jelas. Kalau memang ada izin, bagaimana kajian lingkungannya dan apa langkah antisipasi banjirnya?” jelasnya.

Warga menyebut aktivitas pengerukan telah berlangsung sejak sekitar September 2025. Mereka meminta instansi teknis memastikan kegiatan tersebut telah melalui prosedur perizinan serta kajian lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Secara teknis, kawasan muara memiliki fungsi strategis sebagai penyeimbang arus sungai dan laut. Pengambilan material sirtu tanpa pengelolaan dan pengawasan ketat berpotensi mengubah pola aliran air, mempercepat pengikisan tebing, serta meningkatkan risiko banjir saat debit air naik atau terjadi pasang.

Selain perubahan fisik sungai, warga juga menyoroti potensi dampak terhadap ekosistem muara yang selama ini menjadi habitat biota kecil dan menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Aspirasi tersebut telah disampaikan langsung ke Kantor Desa Tawiri. Ketua RT setempat, William Disera, membenarkan adanya penyampaian tuntutan warga dan mengarahkan agar aspirasi ditempuh melalui jalur administratif untuk dapat ditindaklanjuti secara resmi.

Dalam pernyataan sikapnya, warga mengajukan tiga tuntutan utama:

  1. Normalisasi dan penguatan bantaran sungai pada area terdampak pengerukan.
  2. Pemulihan akses jalan warga yang terdampak aktivitas alat berat.
  3. Evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan serta jaminan mitigasi risiko banjir.

Warga juga mendesak Pemerintah Kota Ambon bersama Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan peninjauan lapangan, memverifikasi legalitas kegiatan, dan memastikan kepatuhan terhadap dokumen lingkungan.

Bagi warga Tawiri, pembangunan dan aktivitas ekonomi tetap penting. Namun, mereka menegaskan bahwa keselamatan permukiman serta keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas utama. (By/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Aksi Heroik, Polisi di Lumajang Gendong Siswa SD Seberangi Lahar Dingin Semeru

Published

on

LUMAJANG— Kepedulian dan respons cepat Polri kembali ditunjukkan dalam membantu masyarakat di tengah kondisi alam yang ekstrem.

Anggota Polsek Candipuro, Polres Lumajang, turun langsung membantu para pelajar dan warga menyeberangi derasnya aliran lahar dingin di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Selasa (24/2/2026) pagi.

Di lokasi, tampak Tiga personel Polsek Candipuro bergantian menggendong siswa SD Negeri 03 Jugosari asal Dusun Sumberlangsep saat menyeberangi sungai demi masuk sekolah.

Hal itu sebagai langkah antisipasi dan upaya pencegahan pascakejadian seorang siswi yang sebelumnya terseret banjir lahar hujan Semeru saat hendak berangkat sekolah pada Senin (23/2/2026) yang lalu.

Peristiwa terseretnya bocah SD bersama ayahnya itu menjadi perhatian serius jajaran Polres Lumajang Polda Jatim guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Diketahui, para pelajar tersebut terpaksa melintasi Sungai Regoyo karena satu – satunya jalan untuk menuju sekolah.

Sementara arus lahar dingin masih cukup deras akibat tingginya intensitas hujan di kawasan hulu.

Selain membantu para pelajar, personel Polsek Candipuro juga sigap menolong warga yang hendak melintas untuk beraktivitas.

Warga pejalan kaki dituntun satu per satu agar tetap seimbang, sementara pengendara sepeda motor dibantu dengan cara didorong bersama-sama guna menghindari risiko tergelincir dan terseret arus lahar dingin.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di wilayah rawan bencana.

“Melihat kondisi arus Sungai Regoyo yang cukup deras dan membahayakan, anggota Polsek Candipuro langsung turun membantu masyarakat. Alhamdulillah, anak-anak yang hendak berangkat sekolah dapat menyeberang dengan aman,” ujar Ipda Suprapto.

Ia menambahkan, Polres Lumajang Polda Jatim terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi situasi darurat atau bencana alam, guna memberikan rasa aman serta membantu kelancaran aktivitas warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Apabila kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilintasi, diharapkan menunda aktivitas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (DON/Red)

Continue Reading

Trending