Redaksi
Pj. Bupati Maybrat Pimpin Rapat Besama Forkopimda Guna Mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mewujudkan Papua Sehat, Cerdas, dan Produktif di Papua Barat Daya

Maybrat, Papua Barat Daya – Penjabat (Pj.) Bupati Maybrat, Vicente Campana Baay, S.IP, memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Maybrat pada Kamis, 30 Januari 2025, di Ruang Rapat Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat. Rapat ini membahas implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan Papua yang sehat, cerdas, dan produktif, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Maybrat, Vicente Campana Baay, S.IP menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mensukseskan program ini. “Program ini adalah salah satu perhatian besar Presiden RI untuk wilayah Indonesia Timur, dan kita harus memastikan bahwa setiap anak di Maybrat mendapatkan akses makan bergizi demi masa depan mereka,” ujarnya.
Program MBG ini ditujukan untuk memberikan makan bergizi secara gratis kepada 5.600 siswa SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Maybrat. Selain itu, program ini juga akan mencakup ibu hamil dan menyusui, untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan produktif. Dalam rangka mendukung keberhasilan program ini, Pemerintah Kabupaten Maybrat akan membangun 3 hingga 5 dapur yang tersebar di wilayah yang berjauhan, dengan dukungan dari berbagai pihak terkait.
Sekretaris Daerah (Sekda) Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program ini melibatkan banyak pihak, termasuk BP3 OKP Provinsi Papua Barat Daya. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan BP3 OKP dan memastikan bahwa pembangunan dapur untuk MBG akan dimulai pada Februari 2025,” katanya.
Program ini juga menuntut adanya pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan kelancaran pelaksanaannya, yang telah dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Maybrat. Satgas ini akan bertanggung jawab untuk memonitor setiap tahap kegiatan, mulai dari pembangunan dapur hingga distribusi makanan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil menyusui.
Kapolres Maybrat, Kompol Ruben Kbarek, S.I.K, turut mendukung program ini dengan menyampaikan bahwa Polres Maybrat telah mengimplementasikan program penanaman jagung di wilayah Maybrat untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, yang menjadi bagian dari program MBG.
Sementara itu, TNI juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan dapur di Kampung Tuso, meskipun terdapat beberapa kendala terkait ketersediaan air dan listrik. Namun, TNI siap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengatasi kendala ini dan memastikan keberlanjutan program.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bukan hanya sekedar program jangka pendek, namun juga sebuah komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maybrat, dengan harapan dapat membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
(Tim/Red)
Redaksi
OTT KPK Sasar Bupati dan Wabup Rejang Lebong, Diduga Terkait Suap Proyek Daerah

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap dalam pelaksanaan sejumlah proyek pemerintah daerah. Namun, detail proyek serta nilai dugaan suap masih dalam pendalaman penyidik.
“Diduga terkait dengan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa(10/3).
Budi menambahkan informasi lebih lengkap mengenai proyek yang terlibat, termasuk dinas terkait dan besaran nilai proyek, akan disampaikan dalam konferensi pers resmi KPK.
Saat ini, Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong bersama tujuh orang lainnya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Lembaga antirasuah memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Penangkapan ini menjadi bagian dari rangkaian operasi tangkap tangan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, KPK telah melakukan sejumlah OTT yang menyasar berbagai sektor, mulai dari dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, kasus pemerasan proyek di Pemerintah Kota Madiun, hingga pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.
Selain itu, KPK juga mengungkap kasus terkait restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin, dugaan penyimpangan importasi barang tiruan yang melibatkan pejabat Bea Cukai, hingga perkara sengketa lahan di Pengadilan Negeri Depok.
Teranyar sebelum OTT di Rejang Lebong, KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk periode anggaran 2023–2026.
OTT terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong yang diumumkan pada 10 Maret 2026 ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan KPK pada tahun ini. (By/Red)
Redaksi
Ironi MBG di Tulungagung: Anak PAUD Disuguhi Buah Busuk Berbelatung

TULUNGAGUNG— Program Makan Bergizi (MBG) yang seharusnya menjadi simbol perhatian negara terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak justru menuai sorotan di Kabupaten Tulungagung.
Makanan yang dibagikan kepada anak-anak PAUD di Karanganom, Kecamatan Kauman, dilaporkan dalam kondisi tidak layak konsumsi setelah ditemukan buah naga busuk yang dipenuhi belatung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 9 Maret 2026, saat pembagian menu MBG kepada para siswa PAUD. Dalam paket makanan yang dibagikan, anak-anak menerima menu berupa tempe, tahu, ayam goreng, serta potongan buah naga sebagai pelengkap gizi.
Namun salah satu orang tua murid, inisial SW, mengaku terkejut ketika mengetahui kondisi buah yang diterima anak-anak tersebut.
Dirinya menyebut sebagian buah naga yang dibagikan sudah rusak dan tidak layak dimakan.
“Ini baru pertama kali dibagikan, tapi ternyata banyak buah naganya sudah busuk dan ada belatungnya,” ujar SW dengan nada kecewa.
Temuan itu langsung memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid. Mereka menilai program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak seharusnya diiringi dengan pengawasan yang lebih ketat, terutama terkait kualitas bahan makanan sebelum didistribusikan kepada peserta didik usia dini.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sabrina Maharani, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan cepat dengan mengganti buah yang bermasalah.
“Untuk hal ini sudah ada penanganan cepat dengan melakukan penggantian buah baru kepada penerima manfaatnya,” ujarnya saat dikonfirmasi 90detik.com Rabu(11/3).
Meski telah dilakukan penggantian, peristiwa ini tetap memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan dalam distribusi makanan pada program MBG, khususnya terkait standar kelayakan bahan pangan sebelum sampai ke tangan anak-anak.
Mengingat sasaran program ini adalah siswa usia dini, aspek keamanan dan kualitas makanan menjadi hal yang sangat krusial. Para orang tua berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan pengelolaan program benar-benar dijalankan secara serius demi kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Karanganom belum memberikan keterangan resmi terkait asal bahan makanan maupun pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan menu tersebut. (DON/Red)
Redaksi
Warga Tulungagung Gerah! Proyek Berubah Jadi “Hantu Debu”, Bupati Angkat Bicara

TULUNGAGUNG – Impian warga mendapatkan jalan mulus di ruas Wonorejo–Sumbergempol harus kandas oleh pemandangan kontras.
Alih-alih menikmati kenyamanan aspal baru, masyarakat justru harus gigit jari akibat ulah truk-truk pengangkut material proyek yang disebut-sebut sebagai Koperasi Desa Merah Putih.
Pasalnya, kawasan bekas bangunan SD yang kini diratakan itu berubah menjadi “neraka debu”. Lalu lalang truk tak hanya menyisakan polusi udara, tetapi juga memicu kemarahan warga yang merasa terancam kesehatannya.
“Jalan mulus sekarang jadi sumber petaka! Truk-truk gila lewat kapan saja, debu tebal di mana-mana. Kami ini mau sehat atau malah sakit kalau terus-terusan begini?” ujar seorang warga dengan nada kesal kepada awak media, pada Senin (9/3).
Keluhan warga ini sontak menjadi perbincangan panas di media sosial dan grup-grup WhatsApp warga sekitar.
Tak tinggal diam, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, langsung bereaksi keras. Dengan nada tegas, orang nomor satu di lingkup Pemkab ini buka suara dan menyentil para pengusaha truh nakal yang diduga menjadi biang kerok kerusakan jalan.
“Ini sudah keterlaluan, Saya minta media ikut turun tangan mengawasi. Jalan kita ini bukan tempat adu balap truk bermuatan 13 ton, padahal batasnya cuma 8 ton. Kalau begini caranya, habis infrastruktur kita,” tegasnya saat dihubungi terpisah.
Tak hanya berhenti di situ, Bupati berjanji akan segera mengerahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyapu bersih jalan-jalan yang terkontaminasi tanah. Instruksi pembersihan disebutnya akan dilakukan dalam waktu dekat demi mengembalikan kenyamanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembangunan di lokasi bekas SD Wonorejo masih berlangsung.
(DON/Red)
Editor: Joko Prasetyo
Redaksi6 hari agoProgram MBG di Tulungagung Tercoreng: Gagal Jaga Mutu, Roti Berjamur Dibagikan ke Siswa SDN 4 Kampungdalem
Redaksi3 hari agoMenu MBG Tuai Sorotan, Belimbing Bonyok dan Tempe Gosong Disajikan untuk Anak Sekolah
Redaksi2 minggu agoSekjen Kemenperin Dikabarkan Dilaporkan ke KPK, Aparat Diminta Klarifikasi
Redaksi1 minggu agoPT Indoco Surabaya Mangkir, Pokmas Tani Mandiri Beri Ultimatum 7 Hari: Dokumen HGU Dipertanyakan, Lahan Terancam Diusulkan Jadi TORA
Redaksi3 hari agoOknum TNI Bobol Minimarket di Tulungagung, Dandim 0807 Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka
Redaksi2 minggu agoDisdik Tulungagung Pasang Badan untuk Siswa: Jual Beli Baju dan Buku Sekolah Dilarang Keras
Redaksi6 hari agoSkandal Roti Berjamur di Program Makan Bergizi Gratis, Sultan Resto Diduga Terlibat
Redaksi2 minggu agoTagih Janji Perbaikan Jalan, Ratusan Warga Rejotangan Kepung Kantor Kecamatan






