Connect with us

Jawa Timur

Raih Juara 1 Kejuaraan karate Internasional Championship , Anggota Polres Kediri Kota Mendapatkan Penghargaan

Published

on

KOTA KEDIRI, 90detik.com – Kepala Kepolisian Resor Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. memberikan penghargaan kepada Personel dan Atlet Binaan Polres Kediri Kota yang berprestasi, bertempat di Lapangan Apel Mapolres Kediri Kota, Senin (26/2/24)

Adapun penghargaan yang diberikan kepada Bripda Dhea Okta Putra Pratama atas prestasinya meraih juara 1 dalam kejuaraan karate katagori individu senior putra 84 Kg Internasional Championship di Bali.

Atas prestasi tersebut, Kapolres mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada personel yang telah berdidikasi dalam tugas maupun prestasi dalam bidang olahraga serta para atlet yang telah mengharumkan nama Polres Kediri Kota hingga ke kancah nasional.

Dalam sambutanya Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. “Pemberian penghargaan ini hendaknya bisa dijadikan motivasi bagi Personel Polres Kediri Kota untuk terus berprestasi sehingga nama Polres kediri Kota dapat bergelora dikancah Nasional bahkan Internasional,” ujar AKBP Bramastyo

Lebih dalam disampaikannya, bagi Bripda Dhea Okta Putra Pratama serta seluruh stakeholder yang terlibat mengucapkan selamat dan terima kasih atas jasa-jasanya semoga tetap sukses dengan perjuangannya didalam peningkatan prestasi dan minat masyarakat untuk berolahraga.

Selain itu Kapolres Kediri Kota juga memberikan penghargaan kepada Anggota Bag Logistik atas kelulusannya dalam pelatihan Kompetensi PPK Tipe C tahun 2023 serta penghargaan kepada Kasat Reskrim AKP Nova Indra Pratama, S.T.K., S.I.K., M.Si beserta 22 anggota Sat Reskrim yang berhasil ungkap kasus Pencurian dengan Pemberatan di ATM Bank Jatim dan pencurian toko Vapor

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi tinggi bagi personel Polres Kediri Kota dalam menjalankan tugasnya untuk melayani dan melindungi masyarakat,” ujar AKBP Bramastyo Priaji dalam kata sambutannya.

Kapolres berharap hal tersebut dapat memicu motivasi kepada personel lainnya untuk tetap profesional dalam melaksanakan tugasnya, serta meningkatkan kinerja khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat sehingga Polri makin dicintai oleh masyarakat.

“Saya berharap kepada rekan-rekan yang menerima penghargaan ini untuk dapat mempertahankan Kinerja dan Prestasi terus ditingkatkan.Tentunya juga kepada seluruh personil Polres Siak untuk terus meningkatkan kinerja, Ciptakan Kamtibmas yang aman, kondusif dan yang tak kalah penting Jaga Netralitas,“ pungkas Kapolres Kediri Kota.(Red)

Jawa Timur

Polres Blitar Dampingi Warga Wujudkan Swasembada Pangan dan Memanfaatkan Lahan

Published

on

BLITAR – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polres Blitar Polda Jatim dengan melakukan pendampingan warga tani, serta warga dalam memanfaatkan lahan untuk mewujudkan swasembada pangan.

Kali ini, Polsek Wlingi melalui fungsi Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan pendampingan pengelolaan lahan Tanaman Sayur di Desa Tembalang , Kecamatan Wlingi, pada Minggu (31/5).

Pendampingan dilakukan sebagai bentuk keseriusan Polres Blitar Polda Jatim dalam memastikan sektor pertanian memanfaatkan lahan tetap produktif dan mampu menopang kebutuhan masyarakat.

Kapolres Blitar, AKBP Rivanda menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal perkembangan swasembada pangan dan pemanfaatan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Selain itu melalui satuan Bag Sdm Polres Blitar juga aktif koordinasi dan berkolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci untuk meningkatkan hasil panen para Warga masyarakat.

“Kami terus berdiskusi dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian maupun kelompok tani agar tanaman sayur kebutuhan sehari-hari mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal,” ujar AKBP Rivanda.

Ia menambahkan, kehadiran Polres Blitar Polda Jatim di tengah aktivitas masyarakat bukan sekadar simbol pengawasan, namun juga bentuk dukungan nyata terhadap para warga agar semakin semangat mengelola lahannya.

“Program pendampingan tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari cuaca hingga fluktuasi harga hasil panen,”paparnya.

Polres Blitar terus melakukan terobosan menggandeng warga tani untuk turut mensukseskan ketahanan pangan nasional.(Jef/ Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Menjelang Muktamar VIII IPHI di Bali, PW Jatim Ingatkan Regenerasi Bukan Berarti Rebutan Kursi

Published

on

SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Muktamar VIII Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Bali pada 15 –16 Juni 2026, muncul sejumlah spekulasi terkait pergantian kepengurusan di tingkat pusat.

Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah kemungkinan Ketua PW IPHI Jawa Timur, Emil Dardak, naik ke jajaran pengurus pusat.

Namun, isu tersebut segera diluruskan oleh Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan. Pada Kamis (28/5), pria yang akrab disapa Abah Imam itu menegaskan bahwa Emil Dardak saat ini masih fokus menjalankan khidmat di tingkat provinsi.

“Yang mengusulkan agar Mas Emil naik ke pusat, kayaknya orang yang tidak memahami PW IPHI Jawa Timur,” tegas Abah Imam.

Bahkan, ia mempertanyakan motif di balik usulan tersebut. “Mungkinkah yang usul itu justru ingin jadi ketua umum, tapi tidak punya kemampuan dan jalan?” imbuhnya.

Abah Imam mengingatkan bahwa muktamar seharusnya tidak dimaknai sebagai ajang perebutan kursi. Menurutnya, forum nasional ini merupakan wadah untuk memperkuat ukhuwah dan sinergi antar pengurus IPHI di seluruh Indonesia.

“Konsolidasi IPHI akan efektif manakala para pengurus saling menguatkan peran masing-masing. Tidak ada yang jadi benalu,” tegasnya.

Tiga Bidang Strategis yang Perlu Diperkuat

Sebagai wakil ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, Abah Imam berharap Muktamar VIII IPHI di Bali mampu membahas arah gerak dakwah yang lebih strategis, khususnya di era digital.

Ia menilai para pengurus wilayah memiliki peluang untuk merumuskan program-program yang relevan dengan kebutuhan jamaah haji.

Abah Imam merinci tiga bidang prioritas yang harus diperkuat ke depan, yaitu dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

“IPHI ditata untuk berkhidmat pada jamaah, masyarakat, dan bangsa,” ucapnya.

Jaga IPHI dari Politik Praktis

Di akhir pernyataannya, Abah Imam mengajak seluruh elemen IPHI untuk menjaga persatuan bangsa serta mengedepankan akhlakul karimah dalam setiap pelaksanaan muktamar. Ia menekankan pentingnya memberikan kontribusi nyata, bukan justru sibuk dengan urusan kursi.

“Berkhidmat di IPHI itu ibadah. Sebaiknya tulus ikhlas. Dan kita jaga IPHI jangan diseret ke ranah politik praktis. Tapi boleh menjalankan strategi politik kebangsaan,” tutupnya.

Muktamar VIII IPHI di Bali rencananya akan digelar pada pertengahan Juni 2026. Seluruh pengurus wilayah diharapkan dapat hadir untuk merumuskan program kerja nasional yang lebih berpihak pada pemberdayaan jamaah haji dan masyarakat luas.(DON/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Ta’rif Arafah, Momentum Kembali kepada Allah di Pesantren Al Azhaar Tulungagung

Published

on

TULUNGAGUNG— Di tengah umat manusia sibuk mengejar urusan dunia, Hari Arafah hadir mengajak manusia kembali mengenal dirinya dan mendekat kepada Allah Ta’ala.

Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan, pada Selasa (26/5/2026) menjelaskan bahwa Hari Arafah merupakan salah satu hari paling istimewa dan mulia dalam Islam. Hari tersebut hanya datang sekali dalam setahun, tepat pada 9 Dzulhijah.

“Di tengah umat manusia mengejar dunia, Arafah mengajak kita kembali kepada Allah. Lihat siapa dirimu, kenali siapa Tuhanmu, dan berjalanlah di jalan Allah dengan taubat yang tulus,” tutur beliau.

Abah Imam menjelaskan, pada hari itu jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Namun, bagi kaum muslimin yang tidak sedang berhaji, tetap diberikan kesempatan untuk turut menghadirkan suasana spiritual Hari Arafah melalui kegiatan Ta’rif Arafah.

“Ta’rif Arafah merupakan aktivitas berkumpul di Hari Arafah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.

Menurut beliau, kegiatan tersebut menjadi kesempatan istimewa untuk berdzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak taubat kepada Allah Ta’ala. Tradisi ini telah lama dilaksanakan di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung setiap Yaum At-Ta‘rīf pada 9 Dzulhijah.

Abah Imam memilih waktu setelah sholat asar, bertepatan dengan saat para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah.

“At-Ta‘rīf Arafah diisi dengan dzikir dan doa bersama. Setelah itu dilanjutkan berbuka puasa, sholat maghrib berjamaah, kemudian takbir hari raya,” ungkapnya.

Dalam penutup keterangannya, Abah Imam menegaskan bahwa Ta’rif Arafah menjadi momentum bagi manusia untuk mengenal kembali hakikat dirinya sebagai hamba Allah yang lemah dan penuh dosa.

“Kegiatan ini agar kita sadar sebagai hamba yang lemah, banyak dosa, dan tidak memiliki daya kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala. Inilah saat terbaik untuk bertaubat di hari yang istimewa,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Hari Arafah dikenal sebagai hari pengakuan dan penghambaan diri kepada Allah. Para jamaah haji mengenakan pakaian putih sederhana sebagai simbol kefanaan dunia, mengangkat tangan, menangis, dan memohon ampunan kepada Allah Ta’ala. Suasana spiritual tersebut kemudian dihadirkan oleh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung melalui kegiatan Ta’rif Arafah yang diikuti para santri dan guru di hall utama pesantren selepas sholat asar. (DON/Red)

Continue Reading

Trending