Budaya
Reyog Bulkiyo Curi Perhatian di Pisowanan Agung Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar, Warisan Budaya Peninggalan Prajurit Diponegoro
BLITAR – Ribuan pasang mata dibuat terpukau saat kontingen Kecamatan Nglegok menampilkan Reyog Bulkiyo dalam gelaran Pisowanan Agung Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar.
Tarian tradisional khas Desa Kemloko itu tampil energik dengan gerakan yang sarat makna sejarah, menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menyita perhatian masyarakat.
Di balik penampilannya yang memukau, Reyog Bulkiyo menyimpan jejak sejarah panjang. Kesenian ini diyakini berasal dari para prajurit Pangeran Diponegoro asal Bagelen, Jawa Tengah, yang menetap di wilayah Blitar usai berakhirnya Perang Jawa pada 1830.
Awalnya, Reyog Bulkiyo digunakan sebagai media latihan perang untuk menjaga keterampilan para prajurit, sebelum berkembang menjadi kesenian rakyat yang dipentaskan dalam berbagai upacara adat, ritual, hingga hiburan masyarakat.

Penari Reyog Bulkiyo, dari Desa Kemloko saat melakukan atraksi.(dok/JK)
Berbeda dengan Reog Ponorogo yang identik dengan topeng dadak merak, Reyog Bulkiyo lebih menonjolkan gerak tari yang menggambarkan strategi pertempuran dan semangat keprajuritan.
Iringan rebana, kenong, gong, terompet, dan kecer menghadirkan nuansa khas yang mencerminkan perpaduan budaya Jawa dengan nilai-nilai religius yang berkembang di masyarakat Kemloko.
Nilai sejarah dan keunikan tersebut membuat Reyog Bulkiyo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 16 Agustus 2019. Pengakuan itu menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian salah satu kekayaan budaya asli Kabupaten Blitar.
Penampilan Reyog Bulkiyo dalam Pisowanan Agung tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Atraksi tersebut juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal sekaligus pengingat bahwa Kabupaten Blitar memiliki warisan seni tradisional yang lahir dari semangat perjuangan dan terus diwariskan lintas generasi.
Pisowanan Agung yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar memang menghadirkan beragam kesenian tradisiona.
Namun, penampilan Reyog Bulkiyo yang ditampilkan saat rombongan peserta dari kecamatan Nglegok, turut menampilkan kesenian tersebut, berhasil mencuri perhatian berkat kekuatan sejarah, kekompakan para penari, serta nilai filosofis yang terkandung dalam setiap gerakannya.
Melalui momentum peringatan hari jadi daerah, berbagai warisan budaya lokal, termasuk Reyog Bulkiyo, semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas Kabupaten Blitar di tingkat nasional.(JK/Red)
Editor: Joko Prasetyo