Connect with us

Jawa Timur

Wujudkan Pemilu Kondusif, Polres Pacitan Gelar Deklarasi Damai Pilkada 2024

Published

on

 

PACITAN, 90detik.com – Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilkada serentak 2024, Polres Pacitan menggelar Deklarasi Damai pada Senin (19/8/2024) di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 8.

Acara ini dihadiri oleh 100 peserta, termasuk sejumlah pejabat penting di wilayah Kabupaten Pacitan.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, S.I.K., M.T., yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan.

Deklarasi Damai ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Mantap Praja Semeru 2024 yang bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Pilkada.

Dalam sambutannya, AKBP Agung Nugroho menyampaikan pentingnya menjaga perdamaian dan keberagaman sebagai fondasi yang menyatukan masyarakat.

Menurut Kapolres Pacitan, damai dalam pemilu bukan hanya slogan, tetapi sebuah komitmen bersama untuk menjaga keutuhan dan kerukunan, terutama di wilayah yang sangat heterogen seperti Pacitan.

“Perbedaan yang ada harus kita maknai sebagai kekuatan untuk bersatu, bukan untuk terpecah belah,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres Pacitan juga menyoroti maraknya penyebaran berita hoaks yang berpotensi mengganggu proses Pilkada.

Ia menegaskan perlunya kerjasama dari semua pihak untuk melawan informasi palsu dan menjaga situasi yang kondusif di Pacitan.

“Kondisi keamanan di Pacitan saat ini relatif aman, dan ini berkat komitmen serta kerjasama semua pihak. Mari kita jaga situasi ini agar Pilkada 2024 dapat berjalan dengan damai dan sukses,” tambahnya.

Deklarasi Damai Pilkada 2024 ini diikuti oleh seluruh partai politik peserta Pemilu 2024 dan para tokoh agama maupun tokoh masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Pacitan, Dr. Ir. Heru Wiwoho, M.M., Dandim 0801/Pacitan Letkol Arh Imam Musahirul, S.H., M.I.P., serta perwakilan dari Lanal Pacitan, Kejaksaan Negeri Pacitan.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.30 WIB dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa.

Kapolres Pacitan kemudian menyampaikan sambutannya yang diikuti oleh pembacaan naskah deklarasi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pacitan, Samsul Arifin, S.Th.I., C.Med.

Naskah deklarasi yang dibacakan berisi komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, melaksanakan Pilkada yang jujur, adil, dan demokratis, serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku.

Deklarasi ini diakhiri dengan penandatanganan naskah oleh seluruh perwakilan partai politik yang hadir, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini berjalan dengan tertib dan lancar.

Polres Pacitan berharap deklarasi ini mampu menjadi langkah awal dalam menjaga stabilitas dan keamanan selama masa Pilkada, serta mencegah potensi ancaman yang mungkin timbul.

“Seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif demi kesuksesan Pilkada serentak 2024,” tutup Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho. (Red)

Jawa Timur

Edukasi Parenting di Rejotangan, Tekankan Pentingnya Komunikasi Keluarga di Tengah Tingginya Angka Perceraian

Published

on

TULUNGAGUNG — Aula Kantor Kecamatan Rejotangan menjadi pusat kegiatan edukatif bagi ibu-ibu PKK se-kecamatan dalam agenda rutin bertema family parenting, yang digelar mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Rahmat Putra Perdana yang menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga sebagai fondasi utama membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Rahmat menyampaikan bahwa peran suami dan istri tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang sehat serta saling mendukung dalam proses pengasuhan anak. Ia menegaskan bahwa kebiasaan sehari-hari orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

Kegiatan ini dinilai sangat relevan di tengah meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan data, sebanyak 1.577 perkara perceraian tercatat masuk ke Pengadilan Agama Tulungagung sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama bahwa ketahanan keluarga perlu diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan.

Camat Rejotangan, Djarot, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya peran keluarga.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa menjadi contoh dan motivasi bagi wilayah lain dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis,” ujarnya, Jumat(17/4).

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan positif selama kegiatan berlangsung. Salah satu anggota PKK menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru mengenai pola pengasuhan yang lebih baik. Ia juga berharap ke depan kegiatan serupa dapat melibatkan pasangan suami-istri secara langsung.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 15 menit ini diisi dengan sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta refleksi diri, yang memberikan ruang bagi peserta untuk memahami peran masing-masing dalam keluarga.

Menutup kegiatan, narasumber menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lainnya dalam memperkuat ketahanan keluarga di Tulungagung.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini mendapat dukungan luas dan menjadi gerakan bersama, sehingga mampu menciptakan masyarakat Tulungagung yang lebih harmonis, sejahtera, dan berdaya,” pungkasnya. (DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

BGN Dorong Peningkatan Kualitas MBG 2026, Dapur SPPG Kedungwaru Jadikan Model

Published

on

TULUNGAGUNG — Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan tahun 2026 sebagai momentum peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan tersebut disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam wawancara bersama CNN Indonesia.

Ia menegaskan bahwa fokus utama program MBG ke depan tidak hanya pada perluasan jangkauan, tetapi juga pada peningkatan mutu menu yang disajikan. Untuk itu, seluruh yayasan maupun mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memenuhi standar yang telah ditetapkan BGN.

“Setiap SPPG harus memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta Sertifikat Halal, sebagai jaminan kualitas dan keamanan makanan,” ujarnya.

Di Kabupaten Tulungagung, salah satu dapur MBG yang menjadi perhatian adalah dapur SPPG khusus di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru. Dapur ini merupakan yang pertama beroperasi di wilayah tersebut sejak 6 Januari 2025 dan kini telah berjalan lebih dari satu tahun.

Di tengah berbagai sorotan terhadap BGN, mulai dari kasus keracunan hingga isu pengadaan, dapur MBG Kedungwaru justru menunjukkan capaian positif.

Menu yang disajikan bahkan dipilih langsung oleh BGN selama tiga hari berturut-turut, yakni Rabu (15/4/2026), Kamis (16/4/2026), dan Jumat (17/4/2026), serta dipublikasikan melalui media sosial resmi BGN sebagai contoh praktik baik.

Dalam kunjungan pada Jumat (17/4/2026), Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Azhaar, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan harapannya bagi seluruh relawan yang terlibat.

Ia memohon doa agar para relawan senantiasa diberikan kesehatan, semangat, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, pengelolaan dapur telah sepenuhnya dipercayakan kepada Kepala SPPG bersama tim ahli gizi, akuntansi, dan relawan.

“Yayasan hanya memberi arahan agar tidak ada praktik mengurangi dana yang menjadi hak anak. Jujur, ikhlas, dan semangat adalah modal utama,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap dapur MBG tidak hanya menjadi tempat kerja, tetapi juga ladang ibadah bagi para relawan.

“Jadikan dapur MBG sebagai wadah beribadah. Menyiapkan makanan untuk anak didik adalah amal yang berpahala seperti para guru. Harus dijalani dengan semangat dan keikhlasan,” pungkasnya. (DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Satreskrim Polres Kediri Kota Resmi Tetapkan Nenek sebagai Tersangka Penganiayaan Hingga Korban Tewas

Published

on

KOTA KEDIRI – Sebuah kasus penganiayaan yang mengejutkan terjadi di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur.

Seorang nenek berinisial S (62) ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Kediri Kota setelah menganiaya tiga cucunya sendiri hingga satu di antaranya meninggal dunia.

Pelaku yang merupakan nenek kandung para korban mengaku tega melakukan kekerasan berulang kali hanya karena kesal cucu-cucunya dianggap tidak menuruti omongannya.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengungkapkan bahwa tersangka melakukan penganiayaan secara berulang di seluruh tubuh ketiga cucunya.

“Tersangka menggunakan tangan kosong, gagang sapu, hingga pipa untuk menganiaya para korban,” ujar AKP Achmad Elyasarif dalam konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, pada Jumat (17/4).

Akibat dari tindakan brutal tersebut, seorang balita malang berinisial NIZ (3) meregang nyawa. Dua cucu lainnya kini masih menjalani perawatan intensif.

Yang membuat publik terhenyak adalah motif di balik aksi keji ini. S mengaku kesal lantaran cucu-cucunya dianggap tidak menuruti perkataannya.

“Untuk motif sementara, terduga pelaku melakukan hal tersebut karena cucunya ini tidak menuruti apa yang dikatakan oleh pelaku,” tambahnya.

Polisi saat ini masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka. Sejumlah barang bukti seperti bilah kayu dan pipa yang digunakan untuk menganiaya korban juga telah diamankan.

Pihak kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis bagi dua korban yang masih selamat. Trauma berat pasti dialami oleh anak-anak tersebut setelah mengalami kekerasan dari nenek kandungnya sendiri.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar lebih waspada terhadap potensi kekerasan pada anak, yang bisa saja terjadi di lingkungan terdekat sekalipun.

Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.

(JK/ Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Trending