Nasional
Kabur Usai Jadi Tersangka Pencabulan Puluhan Santri, Predator Seks di Pati Akhirnya Dibekuk di Wonogiri

Pati — Pelarian tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati akhirnya terhenti. Polisi berhasil menangkap pria berinisial AS (52) di wilayah Wonogiri setelah sebelumnya melarikan diri dan mangkir dari pemeriksaan penyidik.
Penangkapan AS langsung menjadi sorotan publik karena kasus yang menjeratnya disebut melibatkan banyak korban dan terjadi di lingkungan pendidikan keagamaan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri.
Dalam video dan foto yang beredar di media sosial, AS tampak diamankan petugas dengan mengenakan kemeja batik cokelat dipadukan jaket hitam. Wajah tersangka terlihat tertunduk saat proses penangkapan berlangsung.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, membenarkan bahwa tersangka telah berhasil ditangkap aparat kepolisian.
“Iya alhamdulillah sudah ditangkap,” ujarnya, dilansir dari detik.com.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, juga memastikan bahwa AS berhasil diringkus setelah sempat kabur ke luar kota untuk menghindari pemeriksaan polisi.
“Sudah ditangkap,” terang singkat.
Menurut Jaka, tersangka diketahui melarikan diri ke wilayah Wonogiri, Jawa Tengah. Setelah dilakukan pengejaran, polisi akhirnya berhasil mengamankan AS di daerah tersebut.
“Ya di Wonogiri,” jelasnya.
Sebelumnya, AS dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik pada Senin, 4 Mei lalu, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap puluhan santri.
Namun, tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik dan justru melarikan diri hingga membuat aparat melakukan pengejaran lintas daerah.
Kaburnya tersangka sempat memicu kemarahan publik dan kekhawatiran keluarga korban. Banyak pihak menilai pelarian tersebut menunjukkan upaya menghindari proses hukum atas kasus yang dianggap sangat serius.
Usai ditangkap, AS langsung dibawa menuju Kabupaten Pati untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan proses hukum berikutnya.
Pihak kepolisian menyebut akan memberikan penjelasan lengkap terkait kronologi penangkapan maupun perkembangan penyidikan setelah tersangka tiba di Pati.
“Rilis menunggu tim lapangan dan tersangka sampai Pati,” ujar Kapolresta.
Kasus ini menyita perhatian luas karena dugaan kekerasan seksual terjadi di lingkungan pondok pesantren dan disebut melibatkan puluhan korban santri.
Publik mendesak aparat mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain maupun dugaan pembiaran di lingkungan sekitar tersangka.
Sejumlah pihak juga meminta perlindungan maksimal bagi korban mengingat dampak psikologis yang ditimbulkan dalam kasus kekerasan seksual, terutama yang terjadi dalam relasi kuasa antara pengasuh dan santri.
Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap lemahnya pengawasan di sejumlah lembaga pendidikan dan pentingnya sistem perlindungan anak yang lebih ketat agar kasus serupa tidak terus berulang. (By/Red)
Jawa Timur
Pemkab Blitar Tancap Gas! 9 Proyek Strategis Segera Digarap, Pekerjaan Fisik Mulai Juli

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar mulai memacu percepatan sembilan Proyek Strategis Daerah (PSD) tahun 2026.
Pembangunan infrastruktur yang menyasar jalan, jembatan, hingga kawasan wisata ini ditargetkan mulai dikerjakan secara fisik pada pertengahan Juli mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulfikri Kurniawan, menyampaikan saat ini proses administrasi dan pengadaan tengah disiapkan agar pengerjaan di lapangan bisa segera dimulai.
“InsyaAllah proses administratif dimulai bulan ini. Kami mohon doa restu masyarakat agar semua tahapan berjalan lancar. Ini komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati,” ujarnya pada Rabu (24/06).
Salah satu proyek yang saat ini masuk tahap Probity Audit oleh Inspektorat Kabupaten Blitar adalah rehabilitasi ruas Jalan Karangrejo-Sumberagung. Jalan ini menjadi prioritas utama dalam kategori Proyek Strategis Daerah.
“Persiapan pengadaan sudah kami siapkan. Awal Juli 2026 akan diluncurkan, dan pekerjaan fisik ditargetkan mulai pertengahan Juli 2026. Begitu pula dengan proyek PSD lainnya,” jelasnya.
Dari total sembilan kegiatan yang masuk PSD, enam di antaranya menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Kabupaten Blitar. Keenam proyek tersebut antara lain:
· Rehabilitasi Jembatan Bakung-Sidomulyo – Rp8,4 miliar
· Rehabilitasi Jalan Penataran-Candi Sewu – Rp3 miliar
· Rehabilitasi Jalan Karangrejo-Sumberagung – Rp7,5 miliar
· Rehabilitasi Jalan Pandanarum-Wonotirto – Rp2 miliar
· Rehabilitasi Jalan Candirejo-Sidorejo – Rp6,5 miliar
· Rehabilitasi Jalan Kedawung-Sumberasri – Rp2 miliar
Hamdan berharap seluruh proyek berjalan sesuai jadwal dan didukung partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mohon doa restu masyarakat agar seluruh tahapan berjalan lancar tanpa kendala. Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mewujudkan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati demi kemajuan masyarakat,” ujarnya
Percepatan pembangunan ini dinilai akan memberikan dampak besar bagi konektivitas antarwilayah, akses layanan kesehatan, serta penggerak ekonomi, khususnya di kawasan selatan Kabupaten Blitar. (JK/Red)
Nasional
Babak Penentuan Sekda Tulungagung Dimulai, Bola Panas Kini di Tangan Plt Bupati

TULUNGAGUNG — Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung memasuki babak penentuan. Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama resmi mengumumkan tiga nama terbaik yang lolos hingga tahap akhir seleksi calon Sekda Tahun 2026. Kini, keputusan akhir berada di tangan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.
Berdasarkan Pengumuman Nomor 09/PANSEL-TA/VI/2026 tertanggal 24 Juni 2026, tiga pejabat yang berhasil masuk peringkat terbaik adalah Drs. Tri Hariadi, M.Si., Anang Pratistianto, S.T., M.Si., dan Dra. Imro’atul Mufidah, M.Si. Ketiganya menjadi kandidat terkuat yang berpeluang menduduki jabatan tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Pengumuman tiga besar tersebut menandai semakin dekatnya proses pengisian kursi Sekda definitif yang selama ini memiliki peran sentral dalam mengendalikan roda birokrasi daerah. Posisi Sekda tidak hanya berfungsi sebagai pimpinan administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan kebijakan pemerintah.
Ketiga kandidat tersebut telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Mulai dari penelusuran rekam jejak, asesmen kompetensi, hingga uji kompetensi bidang yang mengukur kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan daerah.
Hasil seleksi yang dilakukan Panitia Seleksi juga telah memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tersebut dipastikan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski tiga nama telah ditetapkan, tahapan seleksi belum sepenuhnya berakhir. Para kandidat masih dijadwalkan menjalani tes kesehatan pada 29 Juni 2026 di RSUD dr. Iskak Tulungagung sebagai bagian dari proses akhir sebelum hasil seleksi diserahkan kepada Plt Bupati Tulungagung.
Dari tiga nama yang telah dinyatakan lolos, nantinya hanya satu orang yang akan dipilih dan diusulkan untuk menduduki jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung secara definitif.
Pengumuman tiga besar calon Sekda ini langsung menjadi perhatian berbagai kalangan. Pasalnya, Sekda merupakan jabatan strategis yang menentukan efektivitas jalannya pemerintahan, mulai dari sinkronisasi program pembangunan, pengelolaan anggaran, peningkatan pelayanan publik, hingga pelaksanaan kebijakan daerah.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks, sosok Sekda baru diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang profesional, adaptif, serta mampu memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.
Kini, sorotan publik tertuju pada keputusan akhir yang akan diambil Plt Bupati Ahmad Baharudin. Tiga nama telah resmi masuk putaran terakhir, namun hanya satu yang akan mendapat kepercayaan menjadi “nahkoda birokrasi” Pemkab Tulungagung untuk beberapa tahun ke depan. (DON/Red)
Editor: Joko Prasetyo
Nasional
Harga Telur Jebol di Bawah Rp20 Ribu, Peternak Blitar di Ambang Gulung Tikar

Blitar — Krisis harga telur di sentra produksi ayam petelur Blitar kian mengkhawatirkan. Setelah sempat berada di kisaran Rp21.000 per kilogram pada awal Juni, harga telur di tingkat peternak kini kembali merosot hingga menembus di bawah Rp20.000 per kilogram.
Berdasarkan perkembangan harga pada Senin (22/6/2026) sore, harga telur farm di wilayah Blitar tercatat turun menjadi Rp19.500 per kilogram, atau turun Rp500 dibandingkan sebelumnya. Sementara di wilayah Pare, Kabupaten Kediri, harga telur berada di kisaran Rp18.500 hingga Rp19.000 per kilogram, turun sekitar Rp1.000.
Penurunan harga tersebut memperpanjang tren pelemahan yang telah dikeluhkan peternak sejak awal Juni. Dalam kurun waktu sekitar tiga pekan, harga telur di tingkat peternak telah turun sekitar Rp1.500 hingga Rp2.500 per kilogram, sementara biaya produksi, khususnya pakan ternak, masih berada pada level tinggi.
Sebelumnya, perwakilan peternak ayam petelur Blitar Raya, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek, Suyanto, telah memperingatkan bahwa harga telur yang terus merosot tidak lagi sebanding dengan tingginya biaya produksi.
“Kami mewakili peternak di Kediri, Tulungagung, Trenggalek terkait harga telur yang semakin mblodot, sementara harga pakan ternak semakin melambung tinggi,” ujar Suyanto saat menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Blitar pada Senin (1/6/2026).
Selain terpukul oleh anjloknya harga jual, peternak rakyat juga mengaku dihantui tingginya harga pakan ternak yang terus menekan margin usaha. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat banyak peternak skala mikro dan kecil tidak lagi mampu menutup biaya operasional.
Kekhawatiran itu sebelumnya juga disampaikan Bupati Blitar Rijanto. Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya langkah nyata, peternak rakyat berpotensi gulung tikar.
“Jika terus terjadi kondisi seperti ini mereka akan terancam gulung tikar,” kata Rijanto.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut memengaruhi kenaikan harga bahan baku pakan ternak yang sebagian masih bergantung pada impor. Akibatnya, biaya produksi peternak semakin membengkak di tengah harga jual telur yang terus melemah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen merumuskan berbagai kebijakan untuk melindungi keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat.
Dengan harga telur yang kini telah menembus di bawah Rp20.000 per kilogram di sejumlah wilayah sentra produksi, para peternak berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga di tingkat peternak. Tanpa intervensi yang cepat, mereka khawatir semakin banyak peternak rakyat terpaksa mengurangi populasi ternak, bahkan menghentikan usahanya akibat kerugian yang terus berlanjut.
Kondisi ini menjadi alarm bagi sektor pangan nasional. Blitar sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan telur nasional. Jika peternak rakyat terus tertekan tanpa perlindungan kebijakan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan harga telur di masa mendatang. (By/Red)
Jawa Timur3 minggu agoKemana Anggaran Program Gizi? Penerima Manfaat SPPG Bendosari 1 Hanya Dapat Dua Buah dan Puding
Nasional2 hari agoHarga Telur Jebol di Bawah Rp20 Ribu, Peternak Blitar di Ambang Gulung Tikar
Nasional1 minggu agoKisruh TORA Ngepoh Memanas, Ketua Pokmas Mergo Mulyo Laporkan Dugaan Fitnah ke Polda Jatim
Nasional7 hari ago9.000 Jamaah Padati GWD Banyuwangi, Dzikir Jama’i Nasional Persyadha Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Nasional2 minggu agoPasca OTT KPK, Ratusan Massa GEMPAR Tuntut Bersih-Bersih Birokrasi di Tulungagung
Jawa Timur2 minggu agoPolemik MBG dan Koperasi Merah Putih di Blitar, Ketua LASKAR : Program Nasional Dibenahi, Bukan Ditolak
Nasional4 hari agoHimpunan Aktivis Malang Laporkan Dugaan Korupsi Rp12,5 Miliar di Perumda Tugu Tirta ke KPK
Nasional3 minggu agoDesak Kapolri Copot Dirkrimsus Polda Maluku, Aktivis Soroti Mandeknya Dugaan Kasus Gratifikasi di MBD













