Nasional
Jelang Pilkada Serentak tahun 2024, Polres Maybrat Gelar Acara Doa Bersama

MAYBRAT, 90detik.com – Demi terciptanya Pilkada yang Damai, Lancar, Tertib dan Sukses di Tahun 2024 ini, Polres Maybrat menggelar kegiatan Doa bersama yang berlangsung di Gedung samu-siret Jl.Kumurkek-Ayawasi, kampung Faitmayaf distrik ayawasi kabupaten Maybrat, provinsi Papua Barat Daya. Rabu,(11/09/24).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Letkol Inf Yohanes Andi Wibowo (Dandim 1809 Maybrat), Kompol Ruben Obet Kbarek (Kapolres Maybrat), AKP Muhammad Rusli (Waka polres Maybrat), AKP Firman Tarigan (Kabag ops polres Maybrat), AKP Teguh Ramadas (Danki Brimob), Kornelius kambu, S.Pd (Calon Bupati Maybrat), Dominggus Isir. ST (Ketua KPUD kabupaten Maybrat), Timotius Isir SH (PLT Sekretaris KPUD kabupaten Maybrat), Imanuel Tahrin, ST (Kepala Devisi hukum dan pengawasan Bawaslu kabupaten Maybrat), Ulis Sasior, ST (Devisi teknis dan penyelengara Bawaslu kabupaten Maybrat), Melianus Saa (Kepala Dinas pendapatan Daerah kabupaten Maybrat), Samuel Bles (Kepala Dinas Perdagangan dan ketenaga kerja kabupaten Maybrat), Pdt, Sepianus Assem (Ketua Klasis Sifat), Pdt, R.A Komul S.Si (Sekretaris Klasis aitinyo), Drs Agustinus Saa, M.SI (Tokoh masyarakat Maybrat), Lewi Saa (Tokoh masyarakat Sifat), serta tamu undangan terhormat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Kapolres Maybrat Kompol Ruben Obet Kbarek, juga menyampaikan bahwa pada kesempatan ini kami dari pihak keamanan mengharapkan agar pilkada di tahun 2024 ini, agar bisa dapat berjalan sesuai dengan rencana yang kita harapkan bersama, khusus di kabupaten Maybrat yang kita cintai bersama, sehingga dengan tentunya diharapkan agar bisa menjadi pemilu yang aman, damai dan kondusif,” imbuhnya”.
“Atas sama Kapolres Maybrat, saya ingin menitip berbagai pesan, termasuk dari Forkopimda Maybrat bersama pemerintah daerah kabupaten Maybrat dan Tokoh Adat menghimbau agar pelaksanaan Pilkada ini benar-benar dapat berjalan dengan aman, damai, tertib dan sukses,” ucapnya Kompol Ruben Obet Kbarek.
Lebih lanjut Ia menambahkan untuk seluruh masyarakat dan pemerintah terutama kepada peserta yang mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil Bupati, agar tentunya nanti masyarakat bisa dapat memilih dengan damai dan tenang untuk menjaga agar situasi tetap selalu kondusif,” Harapannya”.
“Sebagaimana pilkada itu akan terlaksana dengan baik, untuk itu kita harapkan agar seluruh pasangan-pasangan (calon bupati) bersama tim suksesnya agar nantinya dapat mengkondisikan situasi, sehingga seluruh persiapan bahkan sampai pelaksanaan dan penetapan calon Bupati, untuk itu diharapkan agar semuanya dapat berjalan dengan aman, damai, tertib dan sukses,” ucapnya.
Lanjut Kapolres Maybrat setelah pelaksanaan doa Bersama, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dengan seluruh instansi pemerintah, maupun stake holder, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana dan kondisi Pilkada serentak di Kabupaten Maybrat tetap aman dan damai. (Tim/Red)
Nasional
Muktamar VIII IPHI di Bali: Menyatukan Khidmad, Meneguhkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat

Jakarta — Muktamar. Kata itu selalu terdengar megah. Namun di tubuh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), muktamar bukan sekadar forum organisasi. Ia menjadi ruang perjumpaan tertinggi, wadah merangkul kebersamaan, sekaligus medan pengabdian untuk umat.
Menjelang pelaksanaan Muktamar VIII IPHI yang akan digelar pada 15–16 Juni 2026 di Bali, semangat itu semakin terasa. Harapan besar mengemuka, bagaimana nilai haji mabrur tidak berhenti sepulang dari Tanah Suci, melainkan terus hidup sepanjang hayat.
Ketua Umum PP IPHI, Erman Suparno, pada Senin (25/5/2026) menegaskan bahwa penunjukan Bali sebagai tuan rumah bukan tanpa pertimbangan mendalam.
“Muktamar sebagai gerakan pengabdian. PP IPHI memilih Bali untuk memberi dukungan pengabdian PW IPHI Bali,” ujarnya.
Di balik pilihan tersebut, tersimpan simbol kuat tentang dukungan, kebersamaan, dan penghargaan atas kerja keras seluruh pengurus wilayah maupun daerah IPHI di Indonesia.
Erman juga menjelaskan bahwa kepengurusan IPHI periode 2020–2025 berhasil mewujudkan legalitas organisasi sekaligus menjaga hubungan kelembagaan dengan unsur eksekutif, legislatif, dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.
“IPHI yang menyampaikan usulan membentuk Kementerian Haji dan Umrah RI,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP IPHI, Bambang Irianto, menyebut Muktamar VIII sebagai momentum persatuan dalam pengabdian.
“Muktamar VIII IPHI wujud bersatu dalam berkhidmad,” katanya.
Kalimat tersebut sederhana, tetapi memiliki makna mendalam. Bersatu bukan sekadar hadir bersama, melainkan berbagi peran, tenaga, dan hati demi kemaslahatan umat.
Dari Jawa Timur, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, Imam Mawardi Ridlwan, menyuarakan harapan yang lebih luas tentang makna kemabruran haji.
“Haji itu puncak ibadah, semoga semua yang telah ibadah haji jadi mabrur sepanjang hayat,” tuturnya.
Menurutnya, kemabruran tidak hanya berdampak pada pribadi, tetapi juga harus melahirkan kepedulian sosial dan keteladanan di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi IPHI selama ini telah nyata dirasakan, mulai dari pengembangan rumah sakit Islam, pembinaan spiritual, hingga gagasan pembentukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Hal tersebut menjadi bukti bahwa IPHI bukan organisasi yang berhenti pada seremoni semata, melainkan terus bergerak dan berkarya.
Karena itu, Muktamar VIII IPHI di Bali diharapkan menjadi titik temu seluruh potensi organisasi. Jika masih ada perbedaan, maka semangat islah atau perdamaian perlu dikedepankan demi kebaikan bersama.
“IPHI pasca Muktamar VIII sebaiknya mengeksekusi gagasan menjadi solusi kebersamaan,” harapnya.
Baginya, organisasi hanya akan efektif apabila mampu menghadirkan jalan keluar dan manfaat nyata bagi umat.
Itulah harapan besar dari Muktamar VIII IPHI: bukan sekadar ajang berkumpul atau berdebat, tetapi momentum menghadirkan solusi, mempererat persaudaraan, memperkuat khidmad, dan mewujudkan haji mabrur sepanjang hayat. (DON/Red)
Nasional
Target Swasembada Gula 2026, Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Perdana “Bongkar Ratoon” di PG Ngadirejo Kediri

KEDIRI – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung memimpin tanam perdana program Bongkar Ratoon di kebun tebu rakyat yang berada di wilayah Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, tepatnya di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (23/5).
Program strategis ini diharapkan meningkatkan produktivitas tebu rakyat dan mendukung target nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini bertujuan sebagai langkah strategis untuk meremajakan tanaman tebu milik petani.
Dengan sistem peremajaan ini, produktivitas tebu diharapkan meningkat sehingga mampu mendukung target ambisius swasembada gula nasional.
Dalam pelaksanaan tanam perdana tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil; Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi; serta Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa.
Mereka bersama-sama menunjukkan aksi nyata di lapangan demi memuluskan pencapaian swasembada gula konsumsi.
Berdasarkan data dan siaran pers yang dirilis, Jawa Timur merupakan produsen gula terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 51 persen dari total produksi gula nasional. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi Jatim sebagai lumbung gula nasional.
Pada tahun 2025, produksi gula kristal putih di Jawa Timur berhasil menembus angka 1.343.995 ton, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Keberhasilan ini menjadi modal penting untuk mengejar target swasembada.
Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan areal tebu nasional seluas 97.970 hektare pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Timur mendapat porsi tanggung jawab terbesar, yaitu 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
Kabupaten Kediri dipilih sebagai lokasi pusat penanaman karena memiliki luasan lahan mandiri mencapai 25.000 hektare serta didukung oleh tiga pabrik gula yang masih beroperasi. Hal ini menjadikan Kediri sebagai garda terdepan dalam percepatan program Bongkar Ratoon.
Satu Paket Kebijakan: Peremajaan dan Proteksi Hilir
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program swasembada gula harus berjalan satu paket dengan proteksi di sektor hilir.
Ia mendukung penuh langkah pengetatan impor gula rafinasi melalui BUMN agar tidak merembes ke pasar konsumsi rakyat.
“Jika gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi, harga lelang tebu petani akan rusak. Ini tidak boleh terjadi,” tegas Khofifah di sela-sela kegiatan.
Di lokasi yang sama, Gubernur juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Tebu Semoga Jaya. Bantuan yang diberikan berupa:
· Pompa air untuk komoditas tebu
· Alat mitigasi perubahan iklim
· Rice transplanter
· Hand tractor rotary
· Cultivator
Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan ketahanan petani terhadap dampak perubahan iklim.
Akhir acara, perwakilan manajemen PG Ngadirejo saat dikonfirmasi terkait pengaturan parkir truk pengangkut tebu saat musim giling sering terjadi antrean panjang, pihaknya telah melakukan upaya dengan berkerjasama dengan pihak terkait dan masyarakat sekitar
“Berkat kerja sama dengan Karang Taruna dan warga sekitar pabrik, pengaturan parkir truk di sepanjang Jalan Raya Kras–Ngadiluwih kini berjalan kondusif,“ ujarnya.
Pun, ia juga mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat, yang telah membantu dalam pengaturan parkir truk pengangkut tebu.
“Kami ucapkan terima kasih kepada warga dan Karang Taruna yang telah membantu mengatur arus truk. Sekarang situasinya jauh lebih tertib,” pungkasnya.(Is/Red)
Editor : Joko Prasetyo
Jawa Timur
Perwosi Smash Tourney 2026 Digelar, Perkuat Pembinaan Atlet Perempuan

BLITAR – Sebanyak 22 tim voli putri dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar mengikuti Perwosi Smash Tourney 2026 yang digelar pada Sabtu–Minggu, 23–24 Mei 2026.
Turnamen yang berlangsung di lapangan depan rumah Wakil Bupati Blitar itu diproyeksikan menjadi ruang pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Turnamen dibuka oleh Beky Herdihansah yang juga menjabat Ketua Umum KONI Kabupaten Blitar. Dalam sambutannya, Beky menilai olahraga perempuan perlu mendapat penguatan di tengah perubahan pola hidup masyarakat yang semakin minim aktivitas fisik.
“Perwosi bukan sekadar organisasi olahraga. Ini adalah wadah membangun semangat kebersamaan, kesehatan, kedisiplinan, serta membentuk karakter perempuan yang tangguh dan berdaya saing,” kata Beky saat membuka turnamen.
Menurut dia, kegiatan olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun mental, sportivitas, dan kerja sama tim.
Pemerintah daerah, kata Beky, membutuhkan kolaborasi dengan organisasi olahraga, sekolah, komunitas, hingga dunia usaha untuk memperkuat pembinaan atlet perempuan.
Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, Arina Andriani Beky Herdihansah, mengatakan turnamen ini bertujuan mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Ia berharap Perwosi Smash Tourney tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan, melainkan menjadi wadah lahirnya atlet voli putri berprestasi asal Kabupaten Blitar.
Apresiasi terhadap turnamen juga datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugiyo. Menurut dia, kompetisi ini menjadi momentum kebangkitan cabang olahraga voli putri yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang bergairah.
Sugiyo mengatakan atlet potensial yang muncul dari turnamen tersebut dapat dipersiapkan melalui pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Blitar di Porprov. Soal dukungan anggaran, DPRD akan membahasnya dalam proses penganggaran mendatang.
Ketua Harian KONI Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, menyebut turnamen ini sebagai langkah awal menghidupkan kembali olahraga perempuan di Kabupaten Blitar. Partai final Perwosi Smash Tourney 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026. (JK/Red)
Redaksi2 minggu agoPenipuan Berkedok Investasi MLM di Hong Kong, Puluhan PMI Terjerat Utang Miliaran Rupiah
Redaksi3 hari agoGelombang Protes Hantam SPPG Karangwaru Tulungagung, Menu MBG Dinilai Tak Manusiawi
Redaksi3 hari agoMBG di Karangwaru Bobrok: Menu Tak Layak Diduga Akibat Permainan Mitra dan Kontrol Mandul
Nasional3 minggu agoPSHT “Kepung” DPRD dan KONI Blitar, Ultimatum Keras Dilayangkan: Massa Ancam Turun 10 Kali Lipat
Jawa Timur2 minggu agoUstadz Abdul Adzim Wafat di Usia Muda, Pesantren Zawiyah Dzikir Jama’i Kehilangan Sosok Pengabdi Sunyi
Redaksi2 minggu ago560 Hektare Terlantar, Pokmas Tani Mandiri Desak Negara Cabut HGU Eks PT Indoco
Nasional2 minggu agoNegara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Redaksi1 minggu agoWibawa Pemkab Tulungagung Dipertanyakan, Bangunan Disanksi Satpol PP Kembali Berdiri di Lahan LP2B







