Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Nasional · 21 Mar 2024 WIB ·

Diduga Kepala Desa Geger Jual Tanah Kas Desa Seluas 7,5 Hektar


 Diduga Kepala Desa Geger Jual Tanah Kas Desa Seluas 7,5 Hektar Perbesar

TULUNGAGUNG, 90detik.com- Warga Desa Geger Kecamatan Sendang mempertanyakan dugaan penjualan tanah seluas 7,5 hektar yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Geger, Kecamatan Sendang, Tulungagung.

Tanah tersebut seharusnya dibagikan oleh panitia desa untuk tambahan kas desa, namun informasi yang diterima tanah tersebut diduga telah dijual oleh Kepala Desa Geger.

Akibatnya, desa tak lagi mendapat kas dari pengolahan tanah kas desa tersebut.

Jika memang benar telah dijual, warga mempertanyakan hasil dari penjualan tanah kas desa tersebut.

Isu penjualan tanah kas desa itu membuat masyarakat resah.

Seperti diungkapkan oleh warga sekitar, SR. Menurut informasi yang diterimanya, tanah kas desa tersebut sudah dijual sekitar tahun 2020 lalu.

“Sebelumnya tanah itu liar akhirnya digarap sama  warga dengan sistem sewa lahan. Setelah di sewa dan digarap ternyata tidak menuai hasil, akhirnya tanah tersebut rencananya akan di tukar guling sama tempat yang lebih produktif dan strategis,” kata SR.

“Setelah tanah itu sudah terjual semua, sudah tidak ada apa-apa, cuma kalau di tanya selalu nya beralasan enek sing durung bayar (ada yang masih belum bayar.red), enek sing ora gelem bayar (ada yang tidak mau bayar),” lanjutnya.

Selain SR banyak warga yang menanyakan perihal tanah tersebut pada Kades Geger, Jumari. Tapi Jumari selalu menghindar dan selalu menjawabnya dengan bahasa yang sama.

Warga menduga uang hasil penjualan tanah tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Bisa jadi, karena sudah terdeteksi dari hasil jual tanah tersebut sudah menjadi mobil 4wd estrada kalau tidak Hilux warna putih,” jawabnya.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan penjualan tanah tersebut, Jumari Kepala Desa Geger enggan memberikan jawaban dan terkesan berbelit memberi penjelasan pada awak media.

“Ngapunten niki tasek kaleh rencang – rencang ngempal dateng ruangan lo..benjing nggih (Masih acara mas, besuk tak telepon ya, maaf ini masih sama teman – teman kumpul di ruangan lo, besuk ya.red)”, jawabnya melalui pesan whatsapp, Rabu(20/3).

Hingga berita ini diterbitkan, banyak warga yang belum puas dengan jawaban Jumari.

Warga berharap Jumari bisa menjelaskan kebenaran dugaan penjualan tanah tersebut. (Red)

Penulis : Wy

Editor : JP
Artikel ini telah dibaca 606 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menhan Prabowo Subianto Terima Penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama Polri

20 Juni 2024 - 12:11 WIB

SSDM Polri gelar “He For She Award” Wujud Komitmen dan Dukungan Terhadap Perempuan di Lingkungan Polri

14 Juni 2024 - 00:06 WIB

Diikuti 10 Ribu Peserta, Kapolri Buka Kemala Run 2024 di ICE BSD

10 Juni 2024 - 12:17 WIB

Ketua Tugu Lawang Soroti Video Pj Bupati, Justru Membuat Tulungagung Semakin Tak Kondusif

7 Juni 2024 - 15:12 WIB

Kapolda Kepri : Kemenangan Gemilang Seligi Sakti FC Melaju ke Final

6 Juni 2024 - 09:07 WIB

Polres Tulungagung Berhasil Raih Penghargaan Kementerian Keuangan Direktorat Jederal Perbendaharaan

4 Juni 2024 - 05:03 WIB

Trending di Jawa Timur