Jawa Timur
Kapolda Jatim Lantik 394 Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2024

MOJOKERTO, 90detik.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs.Imam Sugianto,M.Si resmi melantik dan mengambil sumpah Bintara Polri gelombang I Tahun Anggaran 2024, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto, disaksikan oleh para Pejabat Utama Polda Jatim pada Kamis (11/7/2024).
Dengan demikian, Pendidikan Pembentukan Bintara ( Diktukba) gelombang I Tahun Anggaran 2024 di SPN Polda Jatim resmi ditutup.
Kapolda Jatim Irjen Pol. Imam Sugianto yang bertindak sebagai Inspektur upacara ini, secara langsung melantik sebanyak 394 Bintara Polri baru yang telah dinyatakan lulus setelah mengikuti pendidikan selama 5 bulan di SPN Polda Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan ucapan selamat kepada para Bintara remaja Polri, yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pembentukan mulai bulan Maret hingga bulan Juli 2024.
“Waktu pendidikan 5 bulan yang cukup singkat. Oleh karena itu, teruslah belajar, serta beradaptasi dengan perkembangan situasi dan tantangan tugas yang akan saudara hadapi,”tutur Irjen Pol Imam Sugianto.
Kapolda Jatim menegaskan kepada para Bintara remaja Polri yang dilantik agar mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperolehan selama mengikuti pendidikan.
“Terus kembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung pelaksanaan tugas, jangan pernah berhenti untuk belajar, berlatih mengembangkan ilmu dengan terus memperbanyak refrensi dan literasi,”tambah Irjen Imam Sugianto.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Imam Sugianto juga mengatakan didalam diri Bintara Polri baru tidak cukup dengan pengetahuan, tetapi juga harus ditanamkan semangat perjuangan dan stamina fisik yang prima.
“Bangun dan jaga karakter sebagai Bhayangkara, dekatkan diri dengan masyarakat, dengan menjalankan tugas selalu melalui pelayanan, dengan empati dan tidak menyakiti hati masyarakat tanpa harus melupakan nilai-nilai disiplin loyalitas dan integritas,” tegas Irjen Imam Sugianto.
Dalam amanat tersebut, Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto juga memberikan Enam penekanan kepada para remaja Bintara Polri yang baru di lantik, untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagai bekal memasuki tugas di lapangan.
Pertama, Kapolda Jatim meminta kepada para Bintara Polri yang baru agar menjaga dan meningkatkan selalu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hal itu kata Kapolda Jatim sebagai landasan moral dan spiritualitas dalam pelaksanaan tugas yang saudara emban.
“Jadikan pelaksanaan tugas saudara selaku anggota Polri sebagai sarana ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,”tutur Irjen Imam Sugianto.
Kedua, Kapolda Jatim menekankan agar Bintara Polri yang baru untuk memegang teguh serta mengamalkan nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetia, sebagai pedoman dalam setiap langkah pengabdian insan Bhayangkara sejati.
“Laksanakan setiap tugas yang diemban dengan penuh semangat, tanggung jawab dan keikhlasan,”tegas Irjen Imam Sugianto.
Kegita, Kapolda Jatim menekankan agar senantiasa menjaga nama baik serta kehormatan diri keluarga dan institusi seta menghindari segala pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi Polri, maupun pelanggaran pidana.
Keempat Kapolda Jatim meminta kepada para Bintara Polri untuk dapat menjadi panutan dan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dekati dan berikan pelayanan terbaik serta memberi solusi dari permasalahan yang berkembang,” tutur Irjen Imam Sugianto.
Langkah tersebut kata Irjen Pol Imam Sugianto adalah salah satu cara mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas agar semakin memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat.
Kelima, Kapolda Jatim meminta agar setiap anggota Polri menjalin persaudaraan dengan teman TNI dan seluruh komponen bangsa serta komunikasi positif dengan seluruh elemen masyarakat, guna memelihara stabilitas kamtibmas yang kondusif.
Keenam, Kapolda Jatim meminta agar anggota Polri menjadi Polisi pembelajar dengan terus mengembangkan diri melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan tugas yang terus berubah.
Sebelum mengakhiri amanat tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol. Imam Sugianto juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kasepolwan, Kapusdik Brimob, Kapusdik Polair Lemdiklat Polri dan Ka SPN Polda Jatim beserta seluruh staf, pengasuh, instuktur, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Saya sampaikan terimakasih atas semangat dan keikhlasan semua pihak dalam memberikan dedikasi terbaik bagi terselenggaranya Pendidikan Pembentukan Bintara dan Tamtama Polri gelombang I Tahun Anggaran 2024,”ungkap Irjen Imam Sugianto.
Kapolda Jatim juga meminta agar kegiatan Pendidikan dan Pembentukan Bintara Polri yang sudah dilaksanakan agar senantiasa dievaluasi secara mendalam dan menyeluruh.
Hal itu lanjut Kapolda Jatim agar penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dimasa yang akan datang menjadi lebih baik, serta adaptif guna menghasilkan SDM Polri yang modern, unggul dan profesional, Patuh hukum.
“Dengan dilaksanakan evaluasi diharapakan Bintara Polri yang terbentuk dapat memberi kontribusi kepada bangsa dan negara untuk menuju Indonesia Emas,” pungkas Kapolda Jatim. (Red)
Jawa Timur
Truk Tangki BBM Terbalik di JLS Tulungagung, Sopir Hilang dan Solar 6.000 Liter Diselidiki Polisi

Tulungagung – Sebuah truk tangki pengangkut BBM terguling ke parit di Jalur Lintas Selatan (JLS) arah Pantai Midodaren, Kecamatan Besuki, Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Truk tersebut gagal menanjak, kehilangan tenaga, lalu mundur tak terkendali hingga akhirnya terbalik. Saat polisi tiba di lokasi, sopir sudah tidak ditemukan.
Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila mengatakan kondisi truk dalam keadaan terbalik tanpa pengemudi di sekitar lokasi. Evakuasi memakan waktu berjam-jam. Petugas baru bisa memindahkan sekitar 6.000 liter solar ke truk kosong pada pukul 10.00 WIB sebelum kendaraan ditarik ke gudang laka Satlantas.
Dalam pemeriksaan administrasi, polisi menemukan kejanggalan serius. Plat nomor AG 9462 UT yang menempel di truk tidak cocok dengan data STNK yang seharusnya AG 9642 UT. Warna kendaraan juga berbeda antara dokumen dan kondisi sebenarnya. Polisi memastikan pelat nomor tidak sesuai merupakan pelanggaran dengan ancaman pidana dua bulan atau denda Rp500 ribu. Selain itu, nopol yang terpasang tercatat mati pajak sejak 2018, sementara STNK asli kendaraan justru masih aktif hingga 2029.
Sementara itu pencarian sopir terus dilakukan, namun hingga kini keberadaannya misterius. Informasi yang menyebut sopir sempat dirawat di puskesmas tidak terbukti setelah polisi mengecek tiga puskesmas dan dua rumah sakit tanpa hasil. Polisi belum bisa memastikan apakah sopir melarikan diri atau mengalami luka dan belum terdeteksi.
Di sisi lain, legalitas 6.000 liter solar yang diangkut juga menjadi sorotan. Sampel BBM sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim dan laboratorium pembanding lainnya. Polisi belum bisa memastikan apakah solar tersebut masuk kategori subsidi atau industri, mengingat prosedur distribusi dua jenis BBM itu diatur ketat. Pihak yang mengaku dari PT Ganani—pemilik kendaraan—telah menghubungi polisi dan diminta hadir dengan membawa dokumen lengkap serta sopir yang bertanggung jawab.
Kepala Unit Meteorologi Legal Tulungagung, Mohammad Salman, menilai pengangkutan BBM tersebut tidak sesuai ketentuan karena truk tidak dilengkapi label atau keterangan jenis BBM. Insiden ini memicu perhatian publik karena berpotensi terkait penyimpangan distribusi bahan bakar. Polisi menegaskan penyelidikan akan dilanjutkan sampai tuntas, baik terkait status solar maupun pelanggaran administrasi kendaraan yang ditemukan.
Hilangnya sopir dan temuan dokumen kendaraan yang tidak sesuai membuat kasus ini semakin janggal. Publik kini menunggu hasil uji laboratorium yang akan mengungkap apakah solar tersebut benar untuk kebutuhan industri atau justru solar subsidi yang disalurkan secara ilegal.
Menjadi sebuah pertanyaan besar, akankah kasus ini dapat membuka tabir kelangkaan BBM subsidi yang selama ini menghantui masyarakat Tulungagung, serta membuka tabir siapakah sosok kuat dibelakang penyelundupan BBM bersubsidi. Masyarakat Tulungagung menunggu gerak cepat dan tegas Polres Tulungagung untuk tidak tebang pilih. (Abd/Red)
Jawa Timur
Libatkan Awak Media dalam Kampanye Germas, Blitar Serius Tekan Prevalensi Perokok

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), menggencarkan upaya pengurangan perilaku merokok yang menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular.
Komitmen ini ditegaskan dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digelar di Aula Dinkes setempat, pad Jumat (28/11).
Pertemuan yang dihadiri sejumlah media dari Blitar Raya ini bertujuan membangun sinergi strategis untuk memperluas penyebaran informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
dr. Miftakhul Huda, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Blitar, dalam paparannya menyatakan bahwa upaya menekan angka perokok, terutama di kalangan remaja, memerlukan peran aktif semua pihak.
“Kami terus mendorong berbagai program dan edukasi untuk menekan angka perokok. Pengurangan perilaku merokok harus dimulai dari kesadaran individu dan lingkungan sekitar. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, merokok masih menjadi ancaman serius yang berkontribusi pada beban penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan kanker. Oleh karena itu, pendekatan tidak bisa lagi hanya mengandalkan imbauan semata.
Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya, Anggitditya Putranto, menekankan pentingnya edukasi yang tepat dan berkelanjutan.
“Banyak masyarakat yang sebenarnya tahu rokok berbahaya, namun belum memiliki dorongan kuat untuk berhenti. Di sinilah pentingnya edukasi yang tepat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Germas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong gaya hidup sehat, yang tidak hanya bebas rokok, tetapi juga diimbangi dengan peningkatan aktivitas fisik dan pola makan seimbang.
Melalui kolaborasi yang erat dengan media massa, Dinkes Kabupaten Blitar berharap pesan hidup sehat dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Harapannya, upaya kolektif ini mampu menggerakkan kesadaran warga Blitar untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan berkualitas. (JK/Red)
Jawa Timur
Wabup Tulungagung Buka Pelatihan Penguatan Pengurus Koperasi Merah Putih 2025, Tekankan Tata Kelola dan Kemandirian Desa

- Pemahaman tata kelola koperasi yang baik, tertib, dan sesuai regulasi.
- Kemampuan mengembangkan unit usaha produktif sesuai potensi desa.
- Komitmen mempercepat kemandirian ekonomi desa melalui penguatan peran koperasi.
Nasional2 hari agoPolemik Pemulangan Pasien Kritis Memanas, RSUD dr. Iskak Tulungagung Paparkan Hasil Audit Internal
Redaksi3 hari agoPinka Kian Kumuh, Warga Geram PKL Tinggalkan Tenda dan Sampah Usai Jualan
Jawa Timur4 hari agoAroma Korupsi dan Kerusakan Lingkungan: Protes Warga Ngepoh Meletup soal Proyek Shangrila Memorial Park
Redaksi2 minggu agoMeresahkan! Copet Berkedok Wartawan Gadungan Ditangkap di Tengah Keramaian HUT Tulungagung
Redaksi4 hari agoJebakan Maut! Jalan Baru ke Segawe Berlumpur, Truk Galian C Diduga Biang Kerok
Redaksi5 hari agoRatusan Komunitas Jazz GE8 Jatim Meriahkan Anniversary ke-2 di Ranting Sewu Pasuruan
Nasional3 minggu agoKKMP Suarakan Kekhawatiran, Pemkab Blitar Pastikan MBG Tidak Dikuasai Mafia Pangan
Jawa Timur1 minggu agoKemeriahan Parade Drumb Band 2025, Kostum Paspampres RA Al-Huda Sobontoro Curi Sorotan







