Connect with us

Jawa Timur

Tim Voli Putri Jatim Sabet Medali Emas pada PON XXI Aceh Sumut

Published

on

 

DELI SERDANG, 90detik.com – Tim Voli Indoor Putri Jawa Timur ( Jatim ) akhirnya sukses meraih Medali Emas setelah mengalahkan Tim Voli Putri Jawa Barat (Jabar) pada laga Final PON XXI Aceh – Sumut, Kamis (19/9).

Pada pertandingan di GOR Voli Indoor, Komplek Sport Center, Deli Serdang ini Tim Putri Jatim menang dengan scor 3 – 1 dengan menuntaskan 4 set permainan.

Pada set pertama Tim Voli Putri Jatim sempat dikalahkan oleh Tim Jabar dengan angka 25 – 22.

Namun pada set kedua, ketiga dan ke empat, Tim Voli Putri Jatim mampu membuat pemain Tim Jabar harus ikhlas setelah Tim Voli Putri Jatim membalas dengan perolehan point 25 -23, 25 – 23 dan 25 – 23.

Ketua Harian Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Pengprov Jatim, Kombes Pol Dirmanto memberikan apresiasi atas perjuangan Tim Voli Putri Jatim hingga ke babak final dan berakhir menjadi juara di PON XXI Aceh – Sumut.

Menurut Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim, Kombes Pol Dirmanto pertandingan melawan Tim Voli Jabar memang tidak bisa dianggap ringan.

Hal itu lanjut Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim yang juga Kabidhumas Polda Jatim ini tampak kedua tim saling kejar soal perolehan point pada saat pertandingan.

“Dari awal pertandingan perolehan score saling kejar dan tampak berimbang,”kata Kombes Dirmanto di GOR Voli Indoor, Komplek Sport Center, Deli Serdang, Kamis (19/9).

Namun pihaknya optimis bahwa Tim Voli Putri Jatim akan menjadi juara dan menambah perolehan medali emas untuk kontingen Jatim di PON XXI tahun 2024.

Masih menurut Kombes Dirmanto, semangat yang luar biasa dari Tim Voli Indoor Putri Jatim ini tak lepas oleh karena perhatian Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Imam Sugianto,M.Si sebagai Ketua Umum PBVSI Pengprov Jatim.

Kombes Dirmanto mengatakan, perhatian Ketua Umum PBVSI Jatim yang di jabat oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Imam Sugianto M.Si ini sangat luar biasa.

“Beliau turun langsung saat penjaringan Atlet PON dan selalu memberikan suport dari mulai proses Puslatda sampai dengan Pertandingan PON dimulai,”ujar Kombes Dirmanto.

Dikatakan oleh Kombes Pol Dirmanto, suport yang diberikan oleh Kapolda Jatim sebagai Ketua Umum PBVSI Pengprov Jatim kepada para atlet Voli Jawa Timur pada laga PON XXI ini berbuah hasil menjadikan tim semakin solid dan semangat saat berlaga di lapangan.

“Kita sangat mengapresiasi perhatian Ketua Umum PBVSI Pengprov Jatim, Bapak Irjen Pol Imam Sugianto yang begitu perhatian terhadap para atlet Voli Jatim,”ungkap Kombes Dirmanto.

Dengan perhatian yang begitu besar inilah, menurut Kombes Pol Dirmanto menjadi kunci keberhasilan tim voli Putri Jatim.

“Pemain merasa rileks saat bermain dan masing – masing Individu bisa bermain maksimal sehingga memunculkan soliditas dan semangat Tim,”kata Kombes Dirmanto.

Kabidhumas Polda Jatim yang juga Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim ini mengatakan lompatan Prestasi tim voli Indoor Putri Jatim sangat membanggakan.

“Kita tau hampir seperempat abad, tidak pernah mendapatkan perolehan medali emas, dan pada PON XXI kali ini Tim Voli Putri patut diacungi jempol mampu meraih medali Emas,”ungkap Kombes Dirmanto.

Meskipun untuk Tim Voli Indoor Putra, Jawa Timur harus rela dikalahkan 3 – 0 oleh Tim Jawa Barat pada semifinal dan kalah 3 – 0 saat berhadapan dengan Tim Putra Jakarta memperebutkan medali perunggu, namun pihak PBVSI Pengprov Jatim tetap optimis bahwa ke depan tim Voli Putra Jatim akan lebih kuat lagi. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jawa Timur

Dilema 38 Pekerja Terminal Cargo Blitar: Kontrak Ditandatangani, Pemberhentian Diterima via WA Tengah Malam Tahun Baru

Published

on

BLITAR – Praktik ketenagakerjaan yang dinilai tidak manusiawi dan gegabah terjadi di lingkungan pemerintah Kota Blitar. Sebanyak 38 tenaga pendukung di Terminal Angkutan Barang/Cargo Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mengalami nasib tragis.

Kontrak kerja yang baru saja mereka tanda tangani dengan materai, berubah jadi pemberhentian sepihak yang disampaikan lewat pesan WhatsApp (WA) di tengah malam pergantian tahun.

Sumber yang enggan disebut namanya menceritakan kronologi ironis ini. Prosesnya diawali dengan panggilan kerja mendadak pada 29 Desember 2025.

“Kami langsung disuruh membuat lamaran saat itu juga,” ujarnya kepada awak media, pada Senin (5/1).

Dengan proses yang terkesan darurat, para pekerja kemudian menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada 31 Desember 2025. Dokumen bermaterai itu mengesahkan hubungan kerja mereka secara hukum.

Namun, harapan untuk mulai bekerja pupus dalam hitungan jam, pemberitahuan tengah malam itu menuai kecaman.

Tepat pukul 23.25 WIB pada 1 Januari 2026, pesan singkat di grup WhatsApp menghampiri. Isinya berupa pemberitahuan penghentian kerja sementara bagi seluruh tenaga pendukung, tanpa kepastian waktu.

“Semua tenaga kerja dihentikan dulu sampai menunggu informasi lebih lanjut,” demikian bunyi pesan yang diterima para pekerja.

“Sangat tidak profesional dan tidak manusiawi. Kami bingung, hak kami bagaimana?”, tukasnya.

Hingga saat ini, tidak ada kejelasan mengenai hak gaji maupun alasan jelas di balik pemutusan hubungan kerja sepihak itu.

“Tidak ada masalah apa-apa. Surat peringatan juga tidak ada,” tegasnya.

Ironisnya, proses pengadaan tenaga kerja ini didukung dokumen administrasi yang tampak lengkap. monitorindonesia.com memperoleh dokumen Berita Acara Hasil Evaluasi Penawaran (Nomor 00032/64 D4/PP/410.110.3/2025) dan Surat Penetapan Penyedia (Nomor 0003.2/85/D4/PP/410.110.3/2025) yang dikeluarkan Dishub Kota Blitar pada 29 dan 30 Desember 2025.

Kelengkapan administratif ini justru mempertanyakan keseriusan perencanaan instansi tersebut.

“Untuk apa proses serius dilakukan jika kontrak bisa dibatalkan secara sepihak hanya dalam hitungan jam?”, imbuhnya.

Kini, 38 kepala keluarga itu menggantungkan harapan pada keadilan. Tuntutan mereka sederhana, hak untuk bekerja sesuai kontrak yang sah telah mereka tanda tangani.

“Kami hanya ingin bekerja lagi sesuai kontrak. Sudah ada materai, seharusnya ada tanggung jawab,” desaknya.

Hingga berita ini dimuat, Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar belum memberikan konfirmasi atau klarifikasi resmi atas insiden ini.

Publik dan para pekerja menunggu pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai sembrono dan telah menginjak-injak hak dasar pekerja serta rasa keadilan. (JK/Red)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

TNI AL Tutup Tahun dengan Menggelar Aksi Kemanusiaan di Bireuen, Aceh

Published

on

Jakarta— Alih-alih larut dalam euforia pergantian tahun, puluhan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) justru menghabiskan hari terakhir tahun 2025 bersama warga Kabupaten Bireuen, Aceh.

Melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Sumatera 2025, TNI AL menghadirkan layanan kesehatan hingga pendampingan psikologis bagi masyarakat terdampak bencana, Selasa (31/12).

Sejak pagi hari, suasana di Desa Pantee Lhong dan Desa Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, tampak berbeda.

Puluhan personel gabungan yang terdiri dari tim medis Puskesal, tenaga spesialis kejiwaan dari Dispsial, prajurit pasukan elit Kopaska, serta personel KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, bahu-membahu melayani masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati.

Tercatat sebanyak 115 warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan. Di Desa Pantee Lhong, tim medis melayani pemeriksaan kesehatan umum serta perawatan gigi.

Sementara di Desa Blang Panjoe, antusiasme warga terlihat dari 81 orang yang mengantre secara tertib untuk mendapatkan layanan medis.

Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, TNI AL juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi psikologis warga pascabencana. Tim Dispsial menggelar sesi trauma healing dengan pendekatan dialogis.

Sebanyak 45 orang dewasa mengikuti sesi pendampingan psikologis, sementara puluhan anak-anak diajak bermain dan berinteraksi guna membantu memulihkan kondisi mental mereka.

Di lokasi lain, personel Lanal Lhokseumawe bersama prajurit Kopaska turut bergotong royong membersihkan lingkungan desa bersama warga, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar lingkungan kembali bersih dan asri.

Sebagai bentuk dukungan logistik, TNI AL juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako, alas tidur, serta tabung gas kepada Kepala Desa Blang Panjoe, Ruslan, S.E.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Komandan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, Kolonel Laut (P) Ridwansyah, dan berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Aksi kemanusiaan tersebut menjadi penutup tahun 2025 bagi TNI AL, sekaligus menegaskan komitmen bahwa prajurit TNI AL senantiasa hadir di tengah rakyat, dalam kondisi apa pun.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa kehadiran prajurit di tengah kesulitan rakyat merupakan sebuah kewajiban.

“Kehadiran TNI Angkatan Laut di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi solusi yang menyejukkan. Kita hadir untuk merangkul, membantu, dan memastikan rakyat merasa aman serta terlindungi. Itulah sejatinya pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kasal. (Timo)

Continue Reading

Jawa Timur

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Tekan Angka Kriminalitas Hingga 13 Persen di 2025

Published

on

TANJUNGPERAK— Komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah gerbang maritim Jawa Timur membuahkan hasil nyata.

Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun 2025, angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat memaparkan, sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat ada 1.731 laporan tindak pidana yang masuk.

Angka ini turun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 1.990 kasus.

“Artinya, ada penurunan sebanyak 259 kasus atau setara dengan 13 persen. Ini merupakan indikator bahwa strategi pencegahan di lapangan berjalan efektif,” ujar AKBP Wahyu, Rabu (31/12).

Menariknya, meski jumlah laporan menurun, kualitas penyelesaian perkara justru menunjukkan grafik peningkatan.

Dari 1.731 laporan yang masuk di tahun 2025, jajaran Satreskrim dan Polsek jajaran berhasil menuntaskan 1.664 perkara.

Jika dikomparasikan dengan tahun 2024, di mana Polisi menyelesaikan 1.517 perkara, maka terjadi kenaikan produktivitas kerja sebesar 10 persen atau sebanyak 147 perkara tambahan yang berhasil diselesaikan tahun ini.

“Capaian ini merefleksikan dedikasi personel di lapangan. Kami tidak hanya fokus menekan jumlah kejahatan, tapi juga memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara tuntas dan profesional,” tegasnya.

Keberhasilan menekan angka kriminalitas di kawasan yang dikenal memiliki kompleksitas tinggi ini tidak lepas dari kombinasi strategi preventif dan represif.

Patroli intensif di titik-titik rawan serta penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah pelabuhan menjadi kunci utama.

AKBP Wahyu menambahkan bahwa pendekatan humanis dalam merangkul masyarakat juga berperan penting.

“Penurunan ini bukan hanya hasil penindakan, tapi buah dari kolaborasi aktif antara polisi dan warga dalam menjaga stabilitas keamanan,” imbuhnya.

Menyongsong tahun 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim berkomitmen untuk mempertahankan tren positif ini.

Peningkatan respons cepat terhadap laporan masyarakat dan transparansi penyidikan akan terus diperkuat demi menjaga kepercayaan publik di wilayah pelabuhan dan sekitarnya. (DON/Red)

Continue Reading

Trending