Jawa Timur
Hadiri Acara Pisah Sambut Kapolres Tulungagung, Sekretaris IPHI Jatim: Semoga Dalam Perlindungan Allah Ta’ala dalam Berkhidmat

TULUNGAGUNG, 90detik.com – Acara pisah sambut Kapolres Tulungagung antara AKBP H. Teuku Arsya Khadafi, SH, SIK, M.Si kepada kepada Kapolres baru, yaitu AKBP Muhammad Taat Resdianto, SH, SIK, MTCP, berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Acara yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada Jum’at (18/07) siang, juga dihadiri tokoh agama, untuk memberi do’a pengkhidmatan baru di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung.
Diantaranya Ro’is Syuriah PCNU, KH. Muhson Hamdani, Ketua PCNU, KH. Hakim Musthofa, Sekretaris IPHI Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngunut, KH. Rouf Abdurrahman dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.
Disela acara tersebut, Sekretaris IPHI Jawa Timur menuturkan bahwa AKBP H. Teuku Arsya Khadafi, telah berkhidmat di Kabupaten Tulungagung dengan sangat bagus.
Serta selalu menjaga silaturahmi dengan para tokoh agama, terutama pada pemimpin ormas dan pengasuh pesantren.
“AKBP H. Teuku Arsya selalu mengutamakan silaturahmi pada para pengasuh pesantren dalam menjaga keharmonisan kehidupan di Kabupaten Tulungagung. Tugas baru tentu akan lebih memberi tarbiyah leadership nya,“ ujar Abah Imam panggilan akrabnya.
Dikatakan Abah Imam, semoga AKBP Teuku Arsya tetap istiqomah menjaga ibadah sholatnya dan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
“Dengan menghantarkan do’a hasbunalloh wani’mal wakil. Semoga beliau tetap istiqomah menjaga ibadah sholatnya. Dan apabila tidak memberatkan, semoga berkenan puasa sunnah Senin Kamis. Sebisa mungkin tetap bersilaturahmi para pemangku pesantren dan tokoh agama di tempat tugas barunya,” imbuh Abah Imam yang juga sebagai pengasuh dari Ponpes Al Azhar Tulungagung.
Kesempatan itu, Sekretaris IPHI Jawa Timur juga memberi ucapan selamat dan do’a khusus kepada Kapolres baru, AKBP Taat yang akan berkhidmat di Kabupaten Tulungagung. Dan bisa berkhidmat yang tulus, ikhlas serta banyak menjaga silaturahmi.
Apalagi pertumbuhan kabupaten Tulungagung sangat dinamis dan menjadi penyangga Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri.
“Semoga Gusti Alloh Ta’ala memberi perlindungan dan kelancaran pada AKBP Taat dalam berkhidmat di Kabupaten Tulungagung. Masyarakat membutuhkan peran penjaga keamanan wilayah. Kepemimpinan yang efektif, serta ada silaturahmi dan komunikasi,“ katanya.
Selain itu, waktu sholat Jum’at semoga AKBP Taat berkenan silaturahmi ke masjid-masjid besar di kecamatan Kabupaten Tulungagung dengan bergiliran.
Usai sholat Jum’at dapat menjalin silaturahmi dengan para tokoh agama dan masyarakat.
“Apalagi disertai program Jum’at Berkah akan menambah pertolongan dan perlindungan Gusti Allah Ta’ala, “tutupnya.
Sementara itu, AKBP H. Teuku Arsya menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Forkopimda, dan para tokoh agama serta tokoh masyarakat yang telah membantu program selaras dengan Presisi.
Kapolres kelahiran Jakarta tersebut sekaligus menuturkan permohonan maaf atas segala kekurangan dan khilaf selama berkhidmat di masyarakat Tulungagung.
Lebih lanjut dikatakan AKBP H. Teuku Arsya, bahwa AKBP Taat akan lebih baik dalam berkhidmat di Kabupaten Tulungagung. (Red)
Editor: JK
Jawa Timur
Pj Sekda Soeroto Pastikan Pelayanan dan Roda Pemerintahan Tulungagung Tetap Jalan

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung tetap menggelar apel pagi. Meski situasi pemerintahan tengah menjadi sorotan publik, aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung tetap berjalan normal.
Usai bupati telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (11/04) malam lalu.
Hal ini ditegaskan Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Soeroto. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti atau mengalami kendala apapun.
“Terkait pelayanan masih tetap dijalankan seperti biasanya. Terkait pimpinan, kita masih menunggu keputusan dari pusat. Kalau sudah ada, akan kita tindak lanjuti,” ujar Soeroto saat diwawancarai di kantor Pemkab, pada Senin (13/4) usai memimpin apel ASN.
Ia juga menjelaskan soal ketidakhadiran 11 pejabat Pemkab Tulungagung dalam apel pagi hari ini. Menurutnya, kemungkinan mereka masih dalam perjalanan kembali ke Tulungagung.
“Mungkin mereka masih dalam perjalanan,” terang Soeroto.
Sebelas pejabat tersebut berstatus sebagai saksi dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan telah diizinkan oleh lembaga antirasuah untuk pulang.
Pasca OTT KPK pada Jumat malam (10/4/2026), roda pemerintahan di Kabupaten Tulungagung dipastikan tetap berjalan normal. Pelayanan publik pun berlangsung seperti biasa.
Meski enam ruangan di lingkungan Pemkab dan Dinas PUPR masih disegel KPK, Soeroto memastikan hal itu tidak mempengaruhi pelayanan.
“Kinerja, bekerja tetap seperti biasa. Pelayanan tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Pun, pihaknya juga menyampaikan ruangan-ruangan yang disegel tersebut belum bisa digunakan. Para staf diarahkan untuk menggunakan ruangan lain agar tetap bisa bekerja.
“Ruangan belum bisa digunakan, tapi staf tetap bekerja di ruangan lain,” pungkasnya.
Sebagai informasi, enam ruangan yang disegel tersebut antara lain:
Ruang pengadaan barang jasa,
Ruang rapat bagian pengadaan barang jasa di Pemkab
Ruang bidang Sumber Daya Air (SDA)
Ruang bidang Bina Marga
Ruang staf administrasi Bina Marga
Ruang kepala Dinas PUPR
Selain itu, Pendopo Tulungagung Kongas Arum Kusumaning Bongso tempat berlangsungnya OTT KPK—hingga Senin ini (13/4/2026) masih tertutup untuk umum. (DON/ Red)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
Polres Blitar Kota Kerahkan 281 Personel Gabungan Amankan Halal Bihalal Perguruan Silat

K0TA BLITAR – Polres Blitar Kota mengerahkan sebanyak 281 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan Halal Bihalal yang digelar salah satu perguruan silat di wilayah hukumnya. Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, pada Minggu (12/04).
Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, Satpol PP, Pamter serta instansi terkait lainnya. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di lokasi kegiatan, hingga patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
“Kami mengedepankan pengamanan terpadu dan humanis, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bihalal tersebut dihadiri ratusan anggota perguruan silat dari berbagai daerah wilayah kota Blitar. Selama pelaksanaan, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya insiden yang menonjol.
Polres Blitar Kota juga menghimbau seluruh peserta untuk terus menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi memicu konflik.
Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah Kota Blitar.(Jef/Hms)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
Polres Blitar Laksanakan Program Polisi Go to School

BLITAR – Polres Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri dengan generasi muda melalui program unggulan Polisi Go to School. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menjadi pembina upacara bendera di SDN 2 Kalipang, Kademangan pada Senin (13/4).
Program Polisi Go to School merupakan salah satu upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya kedisiplinan dan perilaku positif di lingkungan sekolah.
Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menyampaikan bahwa kehadiran anggota Polri sebagai pembina upacara bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin kepada siswa sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta memberikan pemahaman kepada para siswa agar menjauhi perilaku negatif seperti bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dalam amanatnya, petugas juga memberikan imbauan kepada para siswa agar saling menghormati sesama teman, menjaga kerukunan, serta berani melaporkan kepada guru apabila terjadi tindakan perundungan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa yang terlihat antusias mengikuti jalannya upacara.
Diharapkan, melalui program ini, hubungan antara Polri dan dunia pendidikan semakin erat serta mampu menciptakan generasi muda yang disiplin dan berkarakter. (Jef/Hms)
Editor: Joko Prasetyo
Redaksi3 hari ago16 Orang Digelandang KPK di Tulungagung, Harta Bupati Tembus Rp20 M
Nasional3 hari agoGeger Tulungagung! Bupati Diamankan KPK dalam OTT Malam Ini
Redaksi2 minggu agoSPPG Panen Resto Disorot; Balita Dapat Menu Tak Layak, Aduan Warga Tak Digubris
Nasional3 hari agoOTT KPK Guncang Tulungagung: 16 Pejabat Diamankan, Bupati Turut Terseret
Redaksi15 jam agoPNS Tulungagung ‘Melawan’: Seruan Terbuka Guncang Kasus Bupati, Tuntut Hukum Tanpa Ampun
Nasional2 hari agoKPK Tetapkan Bupati Tulungagung & Ajudannya Sebagai Tersangka, Langsung Ditahan
Redaksi2 minggu agoHeboh !! Jantung Kota Tulungagung Jadi Ajang Mabuk; Kerjaan Satpol PP Apa?
Redaksi7 hari agoHarga Telur Anjlok, Pasar Sepi: Peternak dan Pedagang Tertekan Overproduksi







