Connect with us

Redaksi

Koarmada III Perkuat Ketahanan Pangan dengan Tebar Benih Ikan dan Tanam Cabai

Published

on

 

Katapop, Kabupaten Sorong, 3 Februari 2025 – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, Komando Armada III (Koarmada III) menggelar kegiatan tebar benih ikan dan penanaman cabai di Kebun Spotmar Koarmada III, Jl. Poros Katapop, Kelurahan Majener, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah Koarmada III.

Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Koarmada III, Laksamana Muda TNI Singgih Sugiarto, S.T., M.Si., ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah dan unsur TNI-Polri. Beberapa di antaranya adalah Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P., Pj. Bupati Kabupaten Sorong, Ir. Edison Siagian, M.E., serta sejumlah perwakilan dari instansi terkait lainnya, seperti Kadis Pertanian Pangan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Bpk. Absalon Salosa, S.Pi.

Acara dimulai dengan pembacaan doa dan dilanjutkan dengan sambutan Panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI Hersan, S.H., M.Si., yang disampaikan oleh Kas Koarmada III. Dalam sambutannya, Laksamana Hersan menegaskan peran penting TNI Angkatan Laut tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemberdayaan potensi maritim dan sumber daya alam di sekitarnya.

“Program ini memiliki dampak yang sangat strategis, baik dari aspek lingkungan maupun ekonomi. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengatasi tantangan ketahanan pangan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Laksamana Hersan.

Kegiatan yang berlangsung di lahan seluas 3.600 m² ini melibatkan beberapa aksi nyata, di antaranya penebaran 5.500 benih ikan nila di kolam seluas 1.600 m² dan 6.500 benih ikan lele di kolam seluas 1.200 m². Selain itu, kegiatan juga mencakup penanaman 1.000 bibit cabai di lahan seluas 2.000 m². Cabai dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan karena nilai ekonominya yang tinggi dan kemampuannya dalam stabilisasi harga pangan, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar luar.

Program ketahanan pangan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus seperti Kabupaten Sorong. Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian paket sembako kepada para petani dan peternak yang telah menjadi binaan Koarmada III.

Di kesempatan yang sama, Koarmada III juga berkesempatan melakukan video conference (Vicon) dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis lebih lanjut dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah tugas Koarmada III.

“Sebagai bagian dari program nasional TNI AL yang bertujuan mendukung ketahanan pangan, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh nyata bagi daerah lainnya. Ini juga merupakan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian dan perikanan,” jelas Laksamana Singgih Sugiarto.

Dengan adanya kegiatan ini, Koarmada III menunjukkan komitmennya yang tidak hanya terbatas pada tugas menjaga kedaulatan laut, tetapi juga pada peran aktif dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Program ketahanan pangan yang dilaksanakan di Sorong ini diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

(Tim/Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi

Jalan Rakyat Jadi Jalur Tambang, Anak SMP Jadi Korban, Pemerintah Hanya Bungkam

Published

on

TULUNGAGUNG — Miris, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi dan diduga kuat dipicu oleh kondisi jalan licin akibat tanah berceceran dari truk pengangkut galian C. Kali ini, korban adalah seorang anak sekolah, murid SMPN 2 Kauman, yang seharusnya berangkat menuntut ilmu, namun justru menjadi korban kelalaian dan pembiaran.

Korban diketahui bernama Radis, warga Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo, yang saat itu hendak berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 06.30 WIB, di Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, tepatnya di jalur menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Segawe, jalur yang selama ini ramai dilintasi truk pengangkut material galian C.

Menurut keterangan di lapangan, korban tergelincir saat melintas di jalan yang dipenuhi tanah basah. Sepeda motor yang dikendarainya kehilangan kendali hingga korban terjatuh ke area persawahan di sisi jalan.

Rudi, salah satu saksi mata, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi jalan sudah lama sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua.

Tanah yang menutupi badan jalan diduga kuat berasal dari aktivitas truk galian C yang melintas tanpa pengamanan, tanpa penutup muatan, dan tanpa pembersihan sisa material.

“Truk-truk galian C ini sangat meresahkan. Jalan jadi licin, kotor, dan membahayakan. Sekarang yang jadi korban anak sekolah,” ungkap Rudi dengan nada kecewa.

Pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar segera turun tangan dan menghentikan pembiaran ini. Jika tidak ada tindakan nyata, Rudi menyatakan warga siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di lokasi tambang galian C.

Kecaman keras juga datang dari AJ, warga sekitar lokasi. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut adalah fasilitas umum yang dibangun menggunakan uang rakyat, bukan untuk dirusak dan dijadikan lintasan bebas truk tambang demi keuntungan segelintir pihak.

“Ini jalan masyarakat, bukan jalan tambang. Jangan cuma ambil untung, tapi meninggalkan bahaya bagi pengguna jalan,” tegasnya.

Insiden ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang dinilai lamban, bahkan terkesan bungkam, meski keresahan warga sudah berlangsung lama.

Aktivitas galian C yang dinilai tidak tertib terus berjalan seolah tanpa pengawasan, meski dampaknya nyata dan berulang. Jalan umum rusak, licin, dan kini memakan korban anak sekolah.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa pembiaran terhadap truk galian C yang mencemari jalan umum bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan publik.

Warga mendesak pemerintah berhenti menutup mata dan aparat penegak hukum segera bertindak tegas sebelum korban kembali berjatuhan. (DON/Red)

Continue Reading

Redaksi

Komplotan Pembobol Toko Lintas Daerah Diringkus, 1 Orang Masuk DPO

Published

on

MADIUN— Polres Madiun Polda Jatim mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kabupaten Madiun.

Dalam pengungkapan tersebut, Empat orang pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

4 orang tersangka itu adalah inisial JMH, AMD, MHL, dan SBM, sementara satu tersangka lainnya berinisial WWT masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, kasus pencurian itu terjadi di dua lokasi kejadian perkara (TKP) di wilayah Kabupaten Madiun, masing-masing di Kecamatan Dolopo dan Kecamatan Dagangan.

“Para pelaku beraksi dengan cara membobol tembok bangunan, baik toko maupun gudang, menggunakan alat seperti bor, linggis, dan obeng,” kata AKBP Kemas Indra Natanegara, Kamis (15/1/2026).

Selain para pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah linggis, dua buah obeng, satu palu, dan satu kunci inggris yang digunakan untuk melancarkan aksi pencurian.

Berdasarkan hasil pengembangan, komplotan ini diketahui tidak hanya beraksi di wilayah Madiun.

“Pelaku juga melakukan pencurian di wilayah Kabupaten Magetan. Dari pengungkapan tersebut, kami turut mengamankan barang bukti berupa emas,” jelas Kapolres Madiun.

Aksi pencurian dengan pemberatan di toko emas Magetan tersebut menyebabkan kerugian korban yang ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Di lokasi yang sama, Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anto Prabowo menambahkan bahwa penangkapan dilakukan saat para pelaku baru saja melakukan aksi pencurian di wilayah Kabupaten Magetan.

“Pada saat kami melakukan penangkapan, para pelaku baru saja melakukan pencurian di wilayah Magetan. Barang bukti berupa emas, uang tunai, serta alat-alat yang digunakan berhasil kami amankan,” ungkapnya.

Hasil pengembangan penyidikan, Polisi akhirnya menyita ratusan perhiasan emas yang terdiri dari 42 kalung emas. 275 cincin emas dan 144 gelang emas.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (2) juncto Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Wah/Red)

Continue Reading

Redaksi

Tipu Warga dengan Dalih Sumbangan, Uang Justru Ludes Untuk Berjudi

Published

on

PONOROGO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo Polda Jatim mengamankan puluhan orang yang tergabung dalam komplotan peminta sumbangan mengatasnamakan yayasan yatim piatu.

Dari hasil penyelidikan, uang sumbangan yang dihimpun dari masyarakat ternyata disalahgunakan untuk berjudi dan membiayai penginapan di hotel.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dan keresahan warga terkait aktivitas sekelompok orang yang berkeliling meminta sumbangan dari desa ke desa di wilayah hukum Polres Ponorogo Polda Jatim.

“Total ada 23 orang yang kami amankan. Mereka mengaku mencari sumbangan untuk yayasan yatim piatu, namun hasilnya justru digunakan untuk berjudi,” ujar AKP Imam Mujali, Jumat (16/1/2026).

Petugas kemudian melakukan penelusuran dan mendapati kelompok tersebut menginap di salah satu hotel di Kabupaten Ponorogo.

Dari hasil penggerebekan, Polisi menemukan praktik perjudian dadu yang dilakukan dengan menggunakan telepon genggam.

“Mereka memesan delapan kamar hotel dan sudah menginap sekitar satu minggu. Saat kami lakukan pengecekan, ada 10 orang yang sedang bermain judi,” jelasnya.

Dari pengakuan para pelaku, mereka berasal dari Lampung dan setiap hari beroperasi sejak pagi hingga sore untuk meminta sumbangan ke rumah-rumah warga.

Warga yang menyumbang rata-rata memberikan uang mulai Rp2.000 hingga Rp10.000, bahkan ada yang lebih, dan diberi stiker atas nama yayasan.

Hasil pemeriksaan juga mengungkap bahwa kelompok tersebut memang dibekali surat tugas dari yayasan.

Pembagian hasilnya disepakati 70 persen untuk yayasan dan 30 persen untuk pencari dana. Namun dalam praktiknya, sebagian uang justru digunakan untuk berjudi.

Dalam kasus perjudian tersebut, Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka berinisial RD dan IM yang berperan sebagai bandar. Sementara delapan orang lainnya berstatus sebagai penombok.

“Kedua tersangka sudah kami tahan. Sedangkan 21 orang lainnya kami serahkan ke Satpol PP Kabupaten Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” tegas AKP Imam.

Polisi mencatat, dalam satu hari kelompok tersebut bisa memperoleh uang sumbangan antara Rp.2 juta hingga Rp.5 juta.

AKP Imam Mujali juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memberikan sumbangan.

“Salurkan bantuan kepada pihak yang benar-benar jelas dan membutuhkan, agar tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (DON/Red)

Continue Reading

Trending