Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Opini · 16 Jan 2024 WIB ·

Konsep Berbangsa dan Bernegara, KH.Imam Mawardi Ridlwan: Aswaja Tak Mengenal Bughot


 Konsep Berbangsa dan Bernegara, KH.Imam Mawardi Ridlwan: Aswaja Tak Mengenal Bughot Perbesar

KH Imam Mawardi Ridlwan Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung, (doc: istimewa)

 

TULUNGAGUNG,90detik.comMendekati pemilihan umum (Pemilu) 2024, yang semakin dekat. Banyak pertanyaan yang muncul dimasyarakat, mengenai kebebasan yang tanpa batas dalam menyampaikan aspirasi politiknya.

Sesuai dengan konsep atau pandangan Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) yang tidak mengenal bughot pada pemerintah yang sah, pemerintah yang dipilih rakyat.

Hal ini dikemukakan oleh KH Imam Mawardi Ridlwan, menanggapi adanya aspirasi politik langsung, umum, bebas dan rahasia (LUBER), dalam Pemilu dan  permasalahan yang timbul saat ini.

“Ajaran Aswaja membahas korelasi hukum Islam dengan prinsip berbangsa dan bernegara. Aswaja menegaskan rakyat wajib memelihara dan mempertahankan eksistensi bangsa dan negara. Dari konsep ini kemudian muncul semboyan hubbul wathon minal iman, cinta tanah air itu bagian dari keimanan,” KH Imam Mawardi Ridlwan yang akrab disapa Abah Imam, pada Selasa (16/1) di Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung.

Mengenai adanya isu yang berkembang adanya usulan dari beberapa unsur masyarakat mengenai permakzulan pemerintah saat ini, apakah masuk dalam kategori bughot.

Dari beberapa kajian literatur yang dihimpun oleh redaksi bughot bisa diartikan gerombolan (pemberontak) yang menentang kekuasaan negeri dengan kekerasan senjata, baik karena salah pengertian ataupun bukan. Tindakan ini dilakukan untuk menghalang-halangi, atau keluar dari imam yang sah tanpa alasan yang benar.

Sedangkan Bughot, dalam khazanah fiqih berarti “pemberontakan”. Berasal dari akar kata bagha, yang berarti “melampaui batas”. Bughot dilarang menurut fiqih dan pelakunya harus diperangi. Hal ini berbeda dengan kritik. Kritik adalah bentuk perlawanan, dan tidak semua kritik kepada penguasa merupakan bughot.

Abah Imam menggunakan pandangan Aswaja terhadap hal tersebut, dirinya menegaskan sikap kerja sama dengan pemimpin yang dipilih oleh rakyat. Pemimpin yang sah merupakan penguasa yang wajib dihormati dan sekaligus ditaati.

“Namun dalam hal ini dengan batasan tatkala tidak melanggar, menyeleweng, dan memerintah ke kemaksiatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Abah Imam juga menyampaikan penguasa atau rezim sering berbuat dzolim dan melakukan penyelewengan seperti melakukan KKN dan kepemimpinan dinasti.

“Demikianlah watak penguasa adalah otoriter dan dzolim. Jika memang ada kesalahan penguasa (rezim, red) maka para ulama bersama-sama atau secara individu memberi nasehat yang baik,”ungkapnya.

Dan ulama serta rakyat wajib menyampaikan peringatan sesuai prosedur yang berlaku di negeri ini. Prinsip ini sebagai prinsip tawasut atau washatiyah dalam berbangsa dan bernegara.

“Aswaja memang tidak mengajarkan rakyat untuk melakukan bughot kepada para pemimpinnya. Namun Aswaja mengajarkan agar memberi nasehat dan peringatan para penguasa yang bengis, diktator atau melakukan penyelewengan,”pungkasnya.

(Red/JK)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hasil Surve Didalam Group Tulungagung Kritis (TK), Pilbup Semakin Memanas

11 Maret 2024 - 03:12 WIB

Obral Janji Caleg, DPD dan Paslon, Ini Tanggapan KH Imam Mawardi Ridlwan 

5 Februari 2024 - 11:57 WIB

Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2024 Bergantung “Pulung” 

2 Februari 2024 - 15:55 WIB

Pemilu Akan Masuki Hari Tenang, Ini Pesan Abah Imam Untuk Masyarakat Indonesia 

29 Januari 2024 - 10:21 WIB

LUBER JURDIL Itu Pemilu Yang Sidiq, Ini Dampak yang Akan Terjadi

28 Januari 2024 - 08:59 WIB

Berpartisipasi Aktif Dalam Pemilu, Abah Imam : Karena Ada Masa Depan Anak Bangsa 

27 Januari 2024 - 04:23 WIB

Trending di Jawa Timur