Jawa Timur
Masuk Hari Tenang Pemilu 2024, Abah Imam: Waktu Berlatih Legowo

TULUNGAGUNG, 90detik.com-Suasana bingar kampanye, sudah usai. Saat ini tahapan Pemilu sudah memasuki hari tenang. Dimana tahap hari tenang dalam Pemilu 2024, berlangsung selama tiga hari. Mulai 11-13 Februari 2024.
Pada hari pertama, tampak masyarakat Indonesia mampu guyub, rukun dan damai. Baik masyarakat di dunia nyata atau di dunia maya.
“Kita bersyukur di hari tenang tidak nampak di permukaan dari pihak asing dan aseng yang menebar adu domba,”ujar KH Imam Mawardi Ridlwan, pada Minggu (11/02).
KH Imam Mawardi Ridlwan, tokoh ulama Tulungagung dan juga sebagai Sekretaris IPHI Jawa Timur ini, menyampaikan pandangannya mengenai hal tersebut dan juga menjelaskan bahwa Pemilu adalah suksesi perebutan kekuasaan dengan langkah damai.
“Sejatinya Pemilu itu suksesi perebutan kekuasaan. Melalui sistem pemilu berarti masyarakat Indonesia mengambil langkah damai dalam suksesi peralihan kekuasaan,” jelas Abah Imam panggilan akrabnya.
Menurutnya, adalah suatu kewajaran para kontestan Pemilu bekerja keras untuk menang. Dan dalam kemenangan sesuai slogan para leluhur Jawa, menang tanpa menjatuhkan martabat tapi yang menang akan merekatkan kembali dengan mengakomodasi.
“Yang terpilih dapat suara terbanyak wajib tampil sebagai pemersatu bangsa. Maka rakyat yang baik tidak mau diadu domba asing dan aseng agar rakyat Indonesia tercerai berai, saling bermusuhan dan perang saudara,” tegasnya.
Paska Pemilu maka perbedaan warna politik akan menjadi kesamaan dan bersinergi. Para elit parpol membangun kembali keutuhan anak bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pemilu menghasilkan transisi kepemimpinan nasional. Nah jika tidak dibarengi sikap “legowo” para elit parpol maka dimungkinkan terjadi konflik nasional yang disertai kekerasan fisik. Semua elit bangsa haru bersepakat untuk tidak melahirkan perpecahan bangsa,” tukasnya.
Untuk itu semua elit bangsa berjiwa besar “legowo” untuk mewujudkan integritas bangsa. Dan seluruh anak bangsa harus bergandeng tangan untuk bersinergi membangun negeri.
Masih , Abah Imam dalam slogan Pemilu sebagai ‘Sarana Integrasi Bangsa’ harus internalisasi semua pihak, terutama peserta Pemilu dan masyarakat pemilih, bukan hanya penyelenggara pemilu. Tidak sekadar slogan, tanpa diimplementasikan nyata nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,”ungkap Abah Imam yang juga sebagai Pembina Yayasan Al Azhaar Indonesia ini.
Sebelum menutup pandangannya, Abah Imam juga berpesan ada lima hal yang bisa mewujudkan sikap yang legowo, diantaranya:
1. Para paslon dan timses tidak merancang konflik jika kalah. Mereka tidak doktrin bahwa kekalahan karena dicurangi dan atau dipecundangi. Namun para elit paslon dan juga para caleg membuat strategi perjuangan untuk keutuhan bangsa. Kekalahan di 2024 untuk menyiapkan diri menang di Pemilu 2029.
2. Para elit paslon menerapkan ajaran bahwa semua yang dialami adalah takdir. Harus sabar untuk menerimanya.
3. Pemerintah harus mengayomi semua paslon. Pemerintah dan seyogyanya tidak memihak salah satu calon. Karena pemerintah harus adil untuk semua.
4. Para penyelenggara pemilu wajib jujur dan amanah. Tidak boleh curang dan khianat. Mereka bekerja untuk memenangkan Indonesia.
5. Para aparat penegak hukum, kepolisian,TNI dan Kejaksaan bersama Bawaslu saling bekerja sama dalam Pemilu untuk menjaga integrasi bangsa.
“Dan tentunya tidak memihak agar tidak terjerumus pada politik praktis dan mengabdi ibu pertiwi dan menjaga sinergitas. Saya sepakat para penyelenggaraan pemilu wajib menegakkan peraturan perundang-undangan Pemilu,”pungkasnya.
(JK/Red)
Jawa Timur
Pelayanan Pagi Polres Blitar: Polisi di Jalan Raya, Warga Merasa Lancar & Aman

BLITAR – Rutinitas pagi menjelang jam sibuk di wilayah Blitar terasa berbeda dengan kehadiran personil kepolisian yang sigap di sejumlah titik jalan.
Bukan tanpa alasan, para anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar ini sengaja hadir lebih awal untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat pengguna jalan, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang rutin digelar setiap pagi ini menyasar dua lokasi utama, depan sekolah-sekolah dan di simpul-simpul jalan rawan kemacetan.
Petugas tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga membantu anak-anak sekolah menyeberang serta memastikan kendaraan para pekerja dan karyawan tidak tersendat.
“Kami hadir untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat, baik yang hendak bekerja, ke kantor, maupun ke sekolah. Tujuannya satu, agar perjalanan masyarakat aman dan lancar,” tegas Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Galih Yasir Mubaroq, S.T.K., S.I.K, M.H.
Di lokasi terpisah, sejumlah pengguna jalan mengaku merasakan langsung dampak positif dari kehadiran polisi di pagi hari.
“Perjalanan jadi lebih lancar dan teratur. Rasanya aman karena ada polisi yang mengatur dari pagi,” ujar salah satu pengendara yang melintas di simpang empat Kantor Pos Blitar.
AKP Galih menambahkan bahwa kegiatan pelayanan pagi ini merupakan wujud nyata pelayanan prima (excellent service) Polri.
“Kami ingin masyarakat merasa nyaman. Kehadiran polisi di jalan raya tidak hanya untuk menilang, tapi juga mencegah pelanggaran dan potensi kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Kasat Lantas juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan.
“Bila merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di area yang aman atau di pos polisi terdekat. Stop pelanggaran, stop kecelakaan,” pungkasnya. (Jef/Red)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
OPD Tak Hadir “Hearing“ MBLB, Ketua Ormas Bidik Jawa Timur: Ini Sengaja Demi Atur Sistem di Belakang Layar

BLITAR – Rencana rapat dengar pendapat (hearing) antara DPRD Kabupaten Blitar dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) berakhir mengecewakan. Seluruh undangan dari OPD Pemkab Blitar tidak hadir. Ketua DPD Ormas Bidik Jawa Timur, Sultan Abimanyu, pun mengutarakan kekesalannya.
“Jangan bilang ini karena kesalahan teknis. Saya yakin, ketidakhadiran ini sengaja dilakukan demi mengatur sistem di belakang layar,” ujar Sultan dengan nada geram di hadapan awak media, pada Rabu (08/04) siang.
Menurutnya, tindakan OPD yang tak mengirim satu pun wakilnya merupakan bentuk pelemahan terhadap DPRD sebagai lembaga legislatif. Padahal undangan hearing ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi.
“Yang mengundang adalah dewan, wakil rakyat. Masa tidak ada satu pun perwakilan OPD? Ini sangat tidak menghormati pengundang dan terkesan menyepelekan,” ujarnya.
Sultan menduga bahwa ketidakhadiran itu bukan tanpa perhitungan. Ia meyakini ada skenario di balik layar untuk mengulur waktu pembahasan Peraturan Bupati (Perbub) No 60 Tahun 2025 tentang pajak MBLB.
“Mereka butuh waktu menata sistem dulu. Tapi rakyat Blitar tidak bisa terus ditunggu. Peraturan ini menyangkut PAD dari tambang, lho,” tegasnya.
Perbub yang ditetapkan pada 13 Mei 2025 itu sangat krusial karena mengatur pajak tambang sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blitar, khususnya untuk aktivitas pertambangan di wilayah setempat. Tanpa hearing yang serius, ia khawatir aturan tersebut tak berjalan optimal.
DPD Ormas Bidik Jatim sebenarnya sudah berjuang lama. Surat permohonan hearing diajukan sejak 19 Januari 2026. Bahkan, Ormas Bidik beberapa kali memonitor langsung ke Kantor DPRD Kabupaten Blitar agar agenda ini segera terealisasi.
Undangan baru turun dan hearing digelar pada Rabu (8/4). Namun, kursi OPD yang disediakan tetap kosong sepanjang acara. Ia juga menambahkan, pimpinan rapat yang dipimpin wakil ketua DPRD M Rifa’i dengan didampingi wakil ketua Komisi 2 Suwito Saren Satoto, bersepakat untuk menunda kegiatan tersebut.
” Untuk saat ini kami bersepakat untuk menunda kegiatan ini, selain itu kami terus mengawal setiap lini pemerintahan. Tujuannya jelas, mendorong kinerja aparat agar lebih responsif terhadap kondisi di lapangan. Bukan malah mangkir dan main di belakang layar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak OPD Pemkab Blitar belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan kesengajaan tersebut. (JK/Red)
Jawa Timur
Mal Pelayanan Publik Polres Blitar: Urus SKCK, Samsat, hingga Bebas Narkoba dalam Satu Tempat

BLITAR – Warga Blitar kini tak perlu repot bolak-balik ke berbagai meja pelayanan kepolisian.
Polres Blitar resmi menghadirkan Mal Pelayanan Publik di ruang pelayanan Mal Prabu Hayam Wuruk yang menyatukan semua keperluan administrasi dalam satu tempat.
Mulai dari pelayanan identifikasi, pembuatan SKCK, cek bebas narkoba, Samsat, hingga SPKT kini tersedia di lokasi yang sama. Dengan konsep terpadu ini, masyarakat diharapkan bisa mengurus berbagai keperluan lebih cepat dan praktis.
Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui Kabag Ops Kompol Siswanto menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti di sini.
“Polres Blitar terus melakukan perbaikan dan inovasi guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Kehadiran mal pelayanan ini diharapkan tidak hanya mempermudah, tetapi juga memberi rasa nyaman dan efisien bagi masyarakat yang mengurus dokumen kepolisian.
Tak perlu lagi datang pagi-pagi atau antre lama, semua bisa diselesaikan lebih ringkas di satu atap.(Jef/Hms)
Editor: Joko Prasetyo
Redaksi1 minggu agoSPPG Panen Resto Disorot; Balita Dapat Menu Tak Layak, Aduan Warga Tak Digubris
Redaksi2 minggu agoFredi Moses Ulemlem Ingatkan Potensi “Ganti Kepala” dalam Kasus Korupsi Covid-19 dan Proyek Jalan di Maluku Barat Daya
Redaksi2 minggu agoHeboh !! Jantung Kota Tulungagung Jadi Ajang Mabuk; Kerjaan Satpol PP Apa?
Redaksi3 hari agoHarga Telur Anjlok, Pasar Sepi: Peternak dan Pedagang Tertekan Overproduksi
Redaksi2 minggu agoSurat Miskin Jadi ‘Tiket Emas’: Dugaan Permainan SKTM di RSUD dr. Iskak Lukai Rasa Keadilan
Redaksi4 hari agoHalal Bihalal Memanas: Isu TORA, Somasi Perusahaan, hingga Ancaman Aksi Damai Menguat di Tulungagung
Redaksi18 jam agoHarga Telur Anjlok, Peternak Blitar Tertekan di Tengah Inflasi Jawa Timur yang Naik
Hukum Kriminal1 minggu agoPengeroyokan Pakai Parang dan Tombak di Maluku Tenggara, Mahmud Tamher: Tangkap Pelaku dan Usut Tuntas Hingga Dalang Utama











