Jawa Timur
Paguyuban Rektor Jawa Timur Apresiasi TNI-POLRI Dalam Pengamanan Pemilu 2024

KOTA MALANG, 90detik.com – Pemilu merupakan pesta demokrasi yang dinanti-nantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan berlangsung setiap lima tahun sekali.
Bukan hanya semarak demokrasi yang dirindukan namun juga penggunaan hak pilih suara warga masyarakat untuk menentukan masa depan bangsa yang lebih baik.
Salah satu elemen yang mendukung adanya pelaksanaan Pemilu Damai 2024 yaitu dari elemen pendidikan. Pemilu damai dapat berlangsung atas sinergitas yang dijalin oleh TNI-Polri dalam pengamanan pelaksanaan Pemilu.
Proses pengamanan yang ketat dan ekstra oleh jajaran TNI Polri mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri Jawa Timur yang melaksanakan rapat kerja di Universitas Negeri Malang (UM) diikuti sekitar 55 para rektor.
Raker para Rektor PTN se-Jatim yang dihadiri Menko PMK Muhadjir Efendy tersebut, selain membahas masa depan pendidikan bangsa perguruan tinggi namun juga turut mendukung pelaksanaan Pemilu 2024.
Sementara Rektor UM Prof. Dr. Haryono M.Pd didepan awak media menyampaikan apresiasinya terhadap jajaran TNI Polri khususnya Polresta Malang Kota.
“Menjelang Pemilu damai 2024 ini kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi seluruh elemen TNI Polri dan ASN khususnya Polresta Malang Kota yang telah memberikan pengamanan secara optimal,” ujarnya, pada Selasa (06/02)
Prof Haryono menyebut Polresta Malang Kota juga tetap menjunjung netralitas dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa serangkaian proses pemilu akan berjalan dengan aman dan damai.
Rektor Universitas Negeri Malang juga menyampaikan bahwa harapannya terkait aspirasi masyarakat tidak terkanalisasi dan tetap mengutamakan kebebasan akademis karena hal tersebut merupakan salah satu proses demokrasi.
“Jelang Pemilu 2024 ini tidak perlu ada hal yang ditakuti atau dikhawatirkan, karena Pemilu setelah reformasi sudah berjalan sesuai dengan regulasi yang ada dan tentunya besar harapan kami bahwa seluruh aparat dan penyelenggara dapat bersifat rasional,” ungkap Prof. Hariyono.
Menurutnya untuk wilayah Kota Malang dari tahapan awal Pemilu 2024 hingga mendekati puncak yaitu pemungutan suara, tidak ada kejadian menonjol yang membahayakan keamanan.
“Alhamdulillah di wilayah Kota Malang ini baik yang di luar maupun lingkungan Kampus kita masih aman -aman saja,”ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan kegiatan dalam rangka pengamanan Pemilu 2024.
Melalui Operasi Mantap Brata, Polresta Malang Kota juga telah menerjunkan personel pengamanan baik terbuka maupun tertutup.
“Intinya kami akan laksanakan tugas pokok fungsi kami dalam menjamin keamanan dan kelancaran Pemilu 2024 sehingga kondusifitas Kota Malang terpelihara,”pungkasnya. (Red)
Jawa Timur
Polres Blitar Dampingi Warga Wujudkan Swasembada Pangan dan Memanfaatkan Lahan

BLITAR – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polres Blitar Polda Jatim dengan melakukan pendampingan warga tani, serta warga dalam memanfaatkan lahan untuk mewujudkan swasembada pangan.
Kali ini, Polsek Wlingi melalui fungsi Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan pendampingan pengelolaan lahan Tanaman Sayur di Desa Tembalang , Kecamatan Wlingi, pada Minggu (31/5).
Pendampingan dilakukan sebagai bentuk keseriusan Polres Blitar Polda Jatim dalam memastikan sektor pertanian memanfaatkan lahan tetap produktif dan mampu menopang kebutuhan masyarakat.
Kapolres Blitar, AKBP Rivanda menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal perkembangan swasembada pangan dan pemanfaatan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Selain itu melalui satuan Bag Sdm Polres Blitar juga aktif koordinasi dan berkolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci untuk meningkatkan hasil panen para Warga masyarakat.
“Kami terus berdiskusi dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian maupun kelompok tani agar tanaman sayur kebutuhan sehari-hari mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal,” ujar AKBP Rivanda.
Ia menambahkan, kehadiran Polres Blitar Polda Jatim di tengah aktivitas masyarakat bukan sekadar simbol pengawasan, namun juga bentuk dukungan nyata terhadap para warga agar semakin semangat mengelola lahannya.
“Program pendampingan tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari cuaca hingga fluktuasi harga hasil panen,”paparnya.
Polres Blitar terus melakukan terobosan menggandeng warga tani untuk turut mensukseskan ketahanan pangan nasional.(Jef/ Hms)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
Menjelang Muktamar VIII IPHI di Bali, PW Jatim Ingatkan Regenerasi Bukan Berarti Rebutan Kursi

SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Muktamar VIII Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Bali pada 15 –16 Juni 2026, muncul sejumlah spekulasi terkait pergantian kepengurusan di tingkat pusat.
Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah kemungkinan Ketua PW IPHI Jawa Timur, Emil Dardak, naik ke jajaran pengurus pusat.
Namun, isu tersebut segera diluruskan oleh Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan. Pada Kamis (28/5), pria yang akrab disapa Abah Imam itu menegaskan bahwa Emil Dardak saat ini masih fokus menjalankan khidmat di tingkat provinsi.
“Yang mengusulkan agar Mas Emil naik ke pusat, kayaknya orang yang tidak memahami PW IPHI Jawa Timur,” tegas Abah Imam.
Bahkan, ia mempertanyakan motif di balik usulan tersebut. “Mungkinkah yang usul itu justru ingin jadi ketua umum, tapi tidak punya kemampuan dan jalan?” imbuhnya.
Abah Imam mengingatkan bahwa muktamar seharusnya tidak dimaknai sebagai ajang perebutan kursi. Menurutnya, forum nasional ini merupakan wadah untuk memperkuat ukhuwah dan sinergi antar pengurus IPHI di seluruh Indonesia.
“Konsolidasi IPHI akan efektif manakala para pengurus saling menguatkan peran masing-masing. Tidak ada yang jadi benalu,” tegasnya.
Tiga Bidang Strategis yang Perlu Diperkuat
Sebagai wakil ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, Abah Imam berharap Muktamar VIII IPHI di Bali mampu membahas arah gerak dakwah yang lebih strategis, khususnya di era digital.
Ia menilai para pengurus wilayah memiliki peluang untuk merumuskan program-program yang relevan dengan kebutuhan jamaah haji.
Abah Imam merinci tiga bidang prioritas yang harus diperkuat ke depan, yaitu dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
“IPHI ditata untuk berkhidmat pada jamaah, masyarakat, dan bangsa,” ucapnya.
Jaga IPHI dari Politik Praktis
Di akhir pernyataannya, Abah Imam mengajak seluruh elemen IPHI untuk menjaga persatuan bangsa serta mengedepankan akhlakul karimah dalam setiap pelaksanaan muktamar. Ia menekankan pentingnya memberikan kontribusi nyata, bukan justru sibuk dengan urusan kursi.
“Berkhidmat di IPHI itu ibadah. Sebaiknya tulus ikhlas. Dan kita jaga IPHI jangan diseret ke ranah politik praktis. Tapi boleh menjalankan strategi politik kebangsaan,” tutupnya.
Muktamar VIII IPHI di Bali rencananya akan digelar pada pertengahan Juni 2026. Seluruh pengurus wilayah diharapkan dapat hadir untuk merumuskan program kerja nasional yang lebih berpihak pada pemberdayaan jamaah haji dan masyarakat luas.(DON/Red)
Editor: Joko Prasetyo
Jawa Timur
Ta’rif Arafah, Momentum Kembali kepada Allah di Pesantren Al Azhaar Tulungagung

TULUNGAGUNG— Di tengah umat manusia sibuk mengejar urusan dunia, Hari Arafah hadir mengajak manusia kembali mengenal dirinya dan mendekat kepada Allah Ta’ala.
Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan, pada Selasa (26/5/2026) menjelaskan bahwa Hari Arafah merupakan salah satu hari paling istimewa dan mulia dalam Islam. Hari tersebut hanya datang sekali dalam setahun, tepat pada 9 Dzulhijah.
“Di tengah umat manusia mengejar dunia, Arafah mengajak kita kembali kepada Allah. Lihat siapa dirimu, kenali siapa Tuhanmu, dan berjalanlah di jalan Allah dengan taubat yang tulus,” tutur beliau.
Abah Imam menjelaskan, pada hari itu jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Namun, bagi kaum muslimin yang tidak sedang berhaji, tetap diberikan kesempatan untuk turut menghadirkan suasana spiritual Hari Arafah melalui kegiatan Ta’rif Arafah.
“Ta’rif Arafah merupakan aktivitas berkumpul di Hari Arafah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.
Menurut beliau, kegiatan tersebut menjadi kesempatan istimewa untuk berdzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak taubat kepada Allah Ta’ala. Tradisi ini telah lama dilaksanakan di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung setiap Yaum At-Ta‘rīf pada 9 Dzulhijah.
Abah Imam memilih waktu setelah sholat asar, bertepatan dengan saat para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah.
“At-Ta‘rīf Arafah diisi dengan dzikir dan doa bersama. Setelah itu dilanjutkan berbuka puasa, sholat maghrib berjamaah, kemudian takbir hari raya,” ungkapnya.
Dalam penutup keterangannya, Abah Imam menegaskan bahwa Ta’rif Arafah menjadi momentum bagi manusia untuk mengenal kembali hakikat dirinya sebagai hamba Allah yang lemah dan penuh dosa.
“Kegiatan ini agar kita sadar sebagai hamba yang lemah, banyak dosa, dan tidak memiliki daya kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala. Inilah saat terbaik untuk bertaubat di hari yang istimewa,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Hari Arafah dikenal sebagai hari pengakuan dan penghambaan diri kepada Allah. Para jamaah haji mengenakan pakaian putih sederhana sebagai simbol kefanaan dunia, mengangkat tangan, menangis, dan memohon ampunan kepada Allah Ta’ala. Suasana spiritual tersebut kemudian dihadirkan oleh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung melalui kegiatan Ta’rif Arafah yang diikuti para santri dan guru di hall utama pesantren selepas sholat asar. (DON/Red)
Redaksi1 minggu agoMBG di Karangwaru Bobrok: Menu Tak Layak Diduga Akibat Permainan Mitra dan Kontrol Mandul
Redaksi1 minggu agoGelombang Protes Hantam SPPG Karangwaru Tulungagung, Menu MBG Dinilai Tak Manusiawi
Redaksi1 minggu agoKPK Cium Dugaan Setoran Uang ke Bupati Nonaktif Tulungagung, Plt Bupati dan Belasan Pejabat Diperiksa
Redaksi2 minggu agoWibawa Pemkab Tulungagung Dipertanyakan, Bangunan Disanksi Satpol PP Kembali Berdiri di Lahan LP2B
Jawa Timur1 minggu agoSantri Putri Tuban Tembus Dunia Lewat Novel Bahasa Inggris, Karya Keenam Tsalis Dipuji Guru Besar UINSA
Redaksi2 minggu agoPengumuman Mendadak, Peserta Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih Keluhkan Jadwal Ujian dan Lokasi Tes yang Jauh
Redaksi4 hari ago372 SPPG di Jatim Disetop Mendadak, 10 Titik di Tulungagung Kena Suspensi: Temuan “Perbaikan Major” Gegerkan Program MBG
Nasional2 minggu agoTak Hanya Kepala BPBD, KPK Juga Panggil 8 Direktur Perusahaan sebagai Saksi Kasus Bupati Tulungagung













