Redaksi
Pangkoarmada III Hadiri Syukuran HUT ke-62 Kowal Se-Wilayah Sorong

Sorong, 16 Januari 2025 – Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI Hersan, S.H., M.Si., bersama Ketua Daerah Jalasenastri Armada III, Ny. Dita Hersan, menghadiri acara syukuran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) se-wilayah Sorong. Acara tersebut berlangsung di Markas Komando Lantamal XIV, Sorong, Papua Barat Daya.
HUT ke-62 Kowal kali ini dipusatkan di Jakarta dan dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dalam acara seremonial di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada kesempatan tersebut, Kasal turut menyampaikan pesan melalui sambungan video conference (vicon).
Dalam sambutannya, Kasal menegaskan bahwa Kowal telah berperan signifikan dalam mendukung pembangunan TNI Angkatan Laut. Kowal juga menjadi bukti bahwa wanita mampu menjalankan peran ganda, yaitu sebagai ibu rumah tangga yang menjaga kodratnya, sekaligus sebagai prajurit TNI AL yang tangguh. “Kombinasi ini menjadikan Kowal bagian yang tak terpisahkan dalam memperkuat profesionalitas TNI AL,” ujarnya.
Dengan tema “Kowal Kreatif dan Inovatif Guna Menumbuhkan Semangat Juang serta Profesionalisme Prajurit Wanita Angkatan Laut”, peringatan HUT ke-62 Kowal di wilayah Sorong berlangsung dengan semarak. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh prajurit Kowal dari berbagai satuan, seperti Koarmada III, Lantamal XIV, dan Pasmar 3. Selain itu, turut hadir tamu undangan dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Korem 181/PVT dan Polwan Polres Sorong Kota.
Beberapa pejabat TNI Angkatan Laut di Sorong hadir dalam acara ini antara lain Kepala Staf Koarmada III Laksma TNI Singgih Sugiarto, S.T., M.Si. beserta istri,
Kapok Sahli Koarmada III Laksma TNI Heriyanto beserta istri, Komandan Lantamal XIV Laksma TNI Joni Sudianto, CHRMP., M. Tr. Opsla beserta istri, Komandan Pasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M dan pejabat pembina Kowal dari Koarmada III, Pasmar 3 dan Lantamal XIV.
Acara syukuran ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat juang, solidaritas, dan profesionalisme prajurit wanita TNI Angkatan Laut di wilayah Sorong.
(Tim/Red)
Redaksi
Tak Sekadar Kumpul, Community Jazz Ge8 Jatim Akan Siapkan Halal Bihalal Spektakuler di Pantai Midodaren

TULUNGAGUNG— Community Jazz Ge8 Jawa Timur akan menggelar acara halal bihalal yang bertempat di Pantai Midodaren pada Minggu, 26 April 2026 mendatang. Kegiatan ini direncanakan menjadi ajang temu kangen sekaligus mempererat tali silaturahmi antar member komunitas Jazz Ge8 Jatim yang tersebar di berbagai wilayah.
Acara tersebut dipastikan berlangsung meriah dengan hiburan dari orkes dangdut “Dewan Daru” serta penampilan sejumlah artis ternama asal Tulungagung yang siap menghibur seluruh peserta yang hadir.
Humas Jazz Ge8 Jatim, Donny Docken menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antar anggota komunitas.
“Acara ini juga sebagai ajang mempererat kebersamaan, memperkuat rasa kekeluargaan, serta membangun komunikasi yang lebih baik antar member dari berbagai daerah,” ujarnya, Kamis(9/4).
Sementara itu, Koordinator Jazz Ge8 Tulungagung, Mohhanes Rifai yang akrab dipanggil Johan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan acara agar dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kesan yang berkesan bagi seluruh peserta.
“Kami berharap seluruh member bisa hadir dan ikut meramaikan acara ini. Ini momen yang sangat baik untuk saling bertemu, bersilaturahmi, dan mempererat persaudaraan dalam komunitas,” ungkap Johan.
Tak hanya itu, Ketua Jazz Ge8 Jatim, Cak Supri juga menerangkan bahwa halal bihalal ini menjadi agenda penting komunitas yang rutin digelar setiap tahunnya.
“Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan komunitas Jazz Ge8 Jatim. Kami ingin seluruh anggota bisa merasakan kehangatan dan kekeluargaan dalam setiap pertemuan seperti ini,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan komunitas Jazz Ge8 Jatim semakin solid dan terus berkembang, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Jawa Timur. (DON/Red)
Redaksi
Perang Senyap” NIX vs White Rabbit, Klub Malam Jakarta Berguguran

Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap dua kasus besar peredaran narkoba di tempat hiburan malam (THM) yang melibatkan jajaran manajemen. Pengungkapan ini memicu efek domino berupa penutupan sejumlah klub malam di Jakarta yang diduga memiliki pola operasi serupa.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, menyatakan kedua kasus menunjukkan adanya pola sistematis, di mana peredaran narkotika dilakukan dengan persetujuan internal demi menarik pengunjung.
Dalam kasus pertama, Bareskrim menangkap Direktur N Co Living by NIX, Reindy alias Rendy Sentosa. Ia diamankan di area parkir Black Owl Pantai Indah Kapuk pada Senin (6/4/2026).
Penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus di Bali, setelah sebelumnya polisi mengamankan sejumlah pihak internal yang berperan sebagai penghubung antara pengedar dan tamu. Dari hasil pemeriksaan, Reindy diduga mengizinkan peredaran ekstasi dan ketamin di kelab yang dikelolanya.
“Untuk mengedarkan narkoba di tempat hiburan malam tersebut dengan maksud menarik pengunjung dan meningkatkan pendapatan,” ujar Eko.
Kasus kedua terjadi di White Rabbit, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dalam pengungkapan pada 18 Maret 2026, polisi menetapkan tujuh tersangka, termasuk direktur Alex Kurniawan dan manajer operasional Yaser Leopold Talahatu.
Dari hasil penyelidikan, Yaser diketahui memberikan persetujuan atas transaksi narkotika oleh tamu melalui pelayan. Sementara Alex diduga mengetahui dan membiarkan praktik tersebut sejak 2024.
“Pembiaran dilakukan agar tempat hiburan tetap ramai dikunjungi pelanggan,” kata Eko.
Keduanya ditangkap di lokasi berbeda pada hari yang sama, sementara polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa perangkat komunikasi dan dokumen identitas.
Rangkaian pengungkapan ini memicu dampak luas di industri hiburan malam Jakarta. Sejumlah tempat hiburan yang diduga memiliki praktik serupa dilaporkan memilih menutup operasional secara total.
Di lapangan, berkembang narasi adanya “persaingan keras” antar jaringan, khususnya antara kelompok yang terkait dengan NIX dan White Rabbit. Keduanya disebut memiliki modus operasi yang serupa dalam mendistribusikan narkoba di lingkungan klub malam.
Namun, hingga kini aparat belum menyatakan secara resmi adanya konflik langsung antar jaringan. Fokus penyidikan masih pada pembongkaran struktur distribusi dan keterlibatan pihak manajemen.
Di tengah gelombang penindakan, sejumlah tempat hiburan malam lain disebut-sebut belum tersentuh operasi, di antaranya Best 8 dan beberapa lokasi pujasera yang diduga menjadi titik peredaran.
Bareskrim menegaskan penyelidikan akan terus dikembangkan, termasuk melalui digital forensik dan penelusuran aliran dana guna mengungkap kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Pengungkapan dua kasus besar ini memperlihatkan pola lama dalam wajah baru: narkoba dijadikan instrumen bisnis untuk meningkatkan daya tarik dan omzet tempat hiburan malam. Bedanya, kini praktik tersebut melibatkan langsung pengambil keputusan di level manajemen.
Bareskrim memastikan tidak akan berhenti pada dua kasus ini. Penelusuran jaringan yang lebih luas terus dilakukan, seiring komitmen untuk membersihkan peredaran narkoba di sektor hiburan malam ibu kota. (By/Red)
Redaksi
Harga Telur Anjlok, Peternak Blitar Tertekan di Tengah Inflasi Jawa Timur yang Naik

Blitar— Hari ini 9 April 2026 Jarkoni, peternak ayam petelur di Blitar, hanya bisa menatap tumpukan telur di gudangnya dengan raut cemas. Harga yang sebelumnya mampu menutup biaya produksi kini merosot ke kisaran Rp15.000–Rp18.000 per kilogram, memaksanya menjual dalam kondisi merugi demi menghindari kerugian yang lebih besar.
“Kalau tidak dijual, telur bisa busuk. Tapi kalau dijual, ya jelas rugi,” ujar Jarkoni.
Dalam beberapa minggu terakhir, para peternak di Blitar berupaya menahan distribusi untuk mencegah harga jatuh lebih dalam. Namun, langkah tersebut belum cukup kuat menahan tekanan pasar yang terus berlangsung.
Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Agus “Kinclong”, pedagang telur berpengalaman dari Jawa Tengah, menilai gejolak harga sebagai bagian dari siklus pasar yang berulang. “Harga turun sekarang, nanti akan naik lagi. Kuncinya bertahan dan mengatur distribusi dengan bijak,” katanya.
Di sisi lain, kondisi makro ekonomi di Jawa Timur justru menunjukkan tekanan inflasi yang meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,79 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 107,43 pada Maret 2025 menjadi 111,50 pada Maret 2026. Secara bulanan (mtm), inflasi mencapai 0,39 persen, sementara secara tahun kalender (ytd) sebesar 1,13 persen.
Kenaikan inflasi ini salah satunya dipicu oleh tingginya harga komoditas pangan, termasuk telur ayam ras di tingkat konsumen. Meski di tingkat peternak harga anjlok, pada rantai distribusi dan pasar ritel di sejumlah wilayah, harga telur masih relatif tinggi dan berkontribusi terhadap tekanan inflasi bersama komoditas lain seperti beras, daging ayam ras, dan tarif listrik.
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi salah satu penyumbang inflasi dengan kenaikan 3,75 persen. Komoditas telur ayam ras tercatat sebagai salah satu faktor pendorong inflasi, mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara harga di tingkat produsen dan konsumen.
Kontras ini menunjukkan adanya persoalan dalam rantai distribusi. Di satu sisi, peternak mengalami tekanan akibat harga jual yang rendah karena kelebihan pasokan. Di sisi lain, konsumen masih menghadapi harga yang relatif tinggi di pasar.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya perbaikan sistem distribusi dan intervensi kebijakan agar disparitas harga tidak terus melebar. Tanpa langkah strategis, peternak akan terus merugi sementara tekanan inflasi tetap dirasakan masyarakat luas.
“Yang penting sekarang adalah strategi distribusi yang tepat, agar peternak bisa bertahan sambil menunggu harga kembali normal,” ujar Yasin, menutup hari dengan secercah harapan di tengah ketidakpastian. (By/Jk)
Redaksi1 minggu agoSPPG Panen Resto Disorot; Balita Dapat Menu Tak Layak, Aduan Warga Tak Digubris
Redaksi2 minggu agoFredi Moses Ulemlem Ingatkan Potensi “Ganti Kepala” dalam Kasus Korupsi Covid-19 dan Proyek Jalan di Maluku Barat Daya
Redaksi2 minggu agoHeboh !! Jantung Kota Tulungagung Jadi Ajang Mabuk; Kerjaan Satpol PP Apa?
Redaksi3 hari agoHarga Telur Anjlok, Pasar Sepi: Peternak dan Pedagang Tertekan Overproduksi
Redaksi2 minggu agoSurat Miskin Jadi ‘Tiket Emas’: Dugaan Permainan SKTM di RSUD dr. Iskak Lukai Rasa Keadilan
Redaksi4 hari agoHalal Bihalal Memanas: Isu TORA, Somasi Perusahaan, hingga Ancaman Aksi Damai Menguat di Tulungagung
Redaksi22 jam agoHarga Telur Anjlok, Peternak Blitar Tertekan di Tengah Inflasi Jawa Timur yang Naik
Hukum Kriminal1 minggu agoPengeroyokan Pakai Parang dan Tombak di Maluku Tenggara, Mahmud Tamher: Tangkap Pelaku dan Usut Tuntas Hingga Dalang Utama







