Jawa Timur
Penipuan dan Penggelapan Proyek Apartemen, Tersangka Diamankan Polisi

SURABAYA, 90detik.com– Kasus dugaan dugaan penipuan dan penggelapan proyek pembangunan apartemen di Jalan Kejawan Putih Tambak 9A nomor 02 Kecamatan Mulyorejo, Surabaya akhirnya diungkap oleh Polda Jatim.
Hasil ungkap kasus tersebut Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku penipuan dan penggelapan atas nama H, selaku Direktur Utama PT Bumi Wahanan Nusantara (BWN).
Hal itu disampaikan oleh Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, bersama Kasubdit IV Renakta pada Ditreskrimum Polda Jawa Timur saat konferensi pers, Senin (10/6).
“Dalam kasus duagaan tipu gelap ini Polda Jatim berhasil mengamankan satu tersangka berinisial H selaku Direktur Utama PT. BWN,”kata Kombes Dirmanto.
Kombes Pol Dirmanto menambahkan, terungkapnya kasus dugaan tipu gelap ini karena adanya laporan dari korban atas nama LD.
“Jadi LD ini korban yang pada tanggal 28 Maret 2023 karena merasa dirugikan atas tindakan tersangka H ,”terang Kombes Pol Dirmanto.
Pada kesempatan yang sama Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa, tersangka H selaku Direktur Utama PT BWN menawarkan proyek pembangunan Apartemen Eastcovia dengan membuat brosur serta mengadakan acara knowledge atau pemasaran apartemen.
Untuk menarik pembeli, tersangka ini menjelaskan bahwa apartemen yang akan dibangun lokasi strategis berada di tengah kota dan dekat dengan mal eastcoast, dekat kampus dan harga lebih murah menggunakan sistem inhouse.
AKBP Wahyu mengatakan, korban akhirnya tertarik melakukan pembayaran secara bertahap 36 kali angsuran sejak Maret 2017 hingga lunas pada 15 Mei 2020.
Namun lanjut AKBP Wahyu, diketahui bahwa belum ada ijin pembangunan Apartemen Eastcovia serta lokasi tanah masih milik orang.
“Oleh karenanya korban merasa dirugikan hingga mencapai Rp 342 juta lebih,” terang AKBP Wahyu.
Masih kata AKBP Wahyu , untuk unit yang sudah terjual sudah mencapai 112 orang pembeli.
“Total nilai kerugian dari para pembeli mencapai Rp 8,5 milyar lebih,”tambah AKBP Wahyu.
Ia membeberkan kronologi kasus ini dimana pada bulan Maret 2017 terlapor H mengadakan acara knowledge atau pemasaran apartemen di Ciputra World pengenalan progres pembangunan apartemen Eastcovia.
Audien yang hadir dari berbagai broker properti yang akan membantu menjualkan apartemen Eastcovia yang selanjutnya salah satu broker inisial AC menjelaskan secara lisan kepada pelapor bahwa lokasi apartemen ini strategis di tengah kota.
“Barang bukti yang berhasil disita diantaranya, satu lembar asli brosur apartemen Eastcovia The Ultimate Eco Living Complex, satu lembar formulir pemasaran, satu lembar asli pemesanan unit serta beberapa barang bukti lain,” terangnya.
Terhadap peristiwa ini tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.
“Kami menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur untuk lebih berhati hati dalam membeli aset berupa tanah, rumah, apartemen atau bangunan lainnya agar betul betul dicek atas kelengkapan dokumen, surat kepemilikan maupun developer yang melakukan pembangunan agar tidak menjadi korban penipuan,” harapnya.
Selain itu bagi masyarakat yang menjadi korban penipuan yang dilakukan tersangka H selaku Direktur Utama PT Bumi Wahana Nusantara dapat melapor ke Polda Jatim. (Red)
Jawa Timur
Arus Mudik di Jatim 2026 Naik Signifikan, Jumlah Kendaraan Tembus 1,93 Juta

SURABAYA— Pergerakan arus mudik dan balik di wilayah Jawa Timur selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data periode 13 hingga 24 Maret 2026, total kendaraan keluar-masuk tercatat mencapai 1.938.668 unit.
Angka tersebut meningkat sekitar 18 persen atau bertambah 300.676 kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.637.992 kendaraan.
Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat momentum mudik Lebaran tahun ini.
“Secara umum terjadi peningkatan arus lalu lintas baik di jalur arteri maupun tol. Total kendaraan yang keluar masuk Jawa Timur naik sekitar 18 persen dibanding tahun lalu,” ujar Kombes Pol Abast dalam keterangannya, Rabu (25/3/26).
Di jalur tol, peningkatan juga terlihat dengan total kendaraan mencapai 1.483.303 unit atau naik 10 persen.
Sementara di jalur arteri, lonjakan cukup signifikan terjadi di beberapa titik, seperti arteri Magetan yang mengalami kenaikan hingga lebih dari 400 persen.
Selain kendaraan, jumlah penumpang moda transportasi umum juga mengalami peningkatan cukup tinggi.
Total penumpang tercatat sebanyak 2.544.309 orang atau naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2.097.163 orang.
“Lonjakan penumpang terlihat di berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara. Ini menandakan aktivitas mudik tahun ini berjalan sangat dinamis,” tambah Kombes Abast.
Di sektor transportasi udara, Bandara Juanda mencatat kenaikan penumpang sebesar 13 persen menjadi 522.135 orang.
Sementara di terminal bus Purabaya jumlah penumpang meningkat 22 persen menjadi 472.519 orang.
Untuk transportasi kereta api, Stasiun Gubeng dan Pasar Turi juga mengalami kenaikan signifikan.
Di Stasiun Gubeng jumlah penumpang naik 41 persen menjadi 326.493 orang, sedangkan di Stasiun Pasar Turi meningkat 18 persen menjadi 210.016 orang.
Sementara itu, di sektor penyeberangan laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan penumpang hingga 21 persen menjadi 904.814 orang.
Namun, Pelabuhan Tanjung Perak justru mengalami penurunan total penumpang sekitar 21 persen.
Kombes Abast menegaskan, secara keseluruhan kondisi arus mudik dan balik di Jawa Timur selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan aman dan lancar meskipun terjadi peningkatan volume yang cukup tinggi.
“Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga kondusif. Ini berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkas Kombes Abast. (DON/Red)
Jawa Timur
Operasi Ketupat Semeru 2026 : Arus Mudik 2,1 Juta Kendaraan di Jawa Timur Tetap Kondusif

SURABAYA— Arus mudik Lebaran 2026 menuju Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Ketupat Semeru 2026 pada periode 13 hingga 25 Maret, volume kendaraan yang melintas di jalur arteri maupun tol mencapai 2.179.014 unit atau 18 persen dibanding tahun lalu.
Meskipun terjadi peningkatan kendaraan yang keluar masuk, secara umum di wilayah Jawa Timur situasi arus lalu lintas masih berjalan aman dan lancar.
Hal itu seperti disampaikan Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Mapolda Jatim, Kamis (26/3/26).
Kombes Abast mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat pada musim mudik tahun ini terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Jawa Timur.
“Hasil analisa dan evaluasi kami menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi pada arus mudik tahun ini,” ujar Kombes Abast.
Menurut Kombes Abast, peningkatan volume kendaraan paling mencolok terjadi di jalur arteri.
Salah satu titik tertinggi tercatat di perbatasan Magetan-Jawa Tengah, dengan kenaikan kendaraan masuk hingga 514 persen dibandingkan tahun lalu.
Selain jalur arteri, sejumlah ruas tol di Jawa Timur juga mengalami peningkatan arus lalu lintas.
Ruas Solo-Ngawi mencatat total 149.286 kendaraan, atau naik 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, ruas Tol Probolinggo-Situbondo (Prosiwangi) menjadi salah satu jalur yang mengalami lonjakan cukup tinggi, dengan total 525.463 kendaraan atau naik 34 persen.
Adapun ruas Pandaan-Malang juga menunjukkan peningkatan arus kendaraan meski relatif stabil.
“Jalur arteri masih menjadi pilihan utama masyarakat saat mudik. Namun sejumlah jalur tol juga mengalami peningkatan arus kendaraan yang cukup signifikan,” kata Kombes Abast.
Tak hanya kendaraan pribadi, jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur juga mengalami lonjakan.
Total penumpang dari berbagai moda transportasi, mulai dari udara, laut, kereta api, hingga bus, tercatat mencapai 2.775.689 orang, atau naik 21 persen dibandingkan tahun 2025.
Lonjakan tertinggi terjadi pada moda transportasi kereta api, khususnya di Stasiun Gubeng Surabaya, yang mencatat kenaikan penumpang hingga 42 persen.
Sementara itu, Terminal Purabaya/Bungurasih juga mengalami peningkatan signifikan.
Jumlah penumpang masuk di terminal tersebut tercatat naik hingga 66 persen, dari sekitar 157 ribu orang pada tahun lalu menjadi sekitar 262 ribu orang pada tahun ini.
Tak hanya itu, arus penumpang di Bandara Juanda juga ikut meningkat.
Tercatat, total penumpang di bandara tersebut mencapai 567.096 orang, atau naik 13 persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
“Kenaikan juga terjadi pada moda transportasi umum. Ini menunjukkan pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini cukup tinggi di seluruh sektor transportasi,” jelas Kombes Abast.
Melihat tingginya pergerakan masyarakat selama arus mudik, Polda Jatim mengimbau para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Polda Jatim juga terus menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan, termasuk di jalur arteri, tol, terminal, stasiun, hingga lokasi wisata.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati selama perjalanan. Jangan memaksakan diri saat lelah, manfaatkan rest area maupun pos pengamanan yang telah disiapkan,” pungkas Kombes Abast. (DON/Red)
Jawa Timur
Gerakan Ekonomi Desa Makin Gencar, 79 Unit Truk Resmi Diserahkan ke Koperasi Merah Putih Blitar

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program strategis nasional. Sebanyak 79 unit truk resmi diserahkan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pendopo Sasana Adhi Praja pada Rabu (25/3).
Penyerahan bantuan yang berasal dari pemerintah pusat ini dilakukan langsung oleh Bupati Blitar, Rijanto.
Hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, serta para penerima manfaat.
Bupati Rijanto menegaskan bahwa bantuan truk ini tidak diberikan secara cuma-cuma. Hanya koperasi yang telah memenuhi syarat ketat yang berhak menerimanya.
“Bantuan ini merupakan bagian dari program lanjutan pemerintah pusat. Prioritas kita berikan kepada koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan gedung hingga 100 persen dan dinyatakan siap beroperasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini akan terus berlanjut untuk koperasi Merah Putih lainnya di Kabupaten Blitar. Komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menggerakkan ekonomi dari tingkat desa.
Dalam arahannya, Bupati Rijanto berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia meminta agar pengurus koperasi mampu membangun koordinasi yang solid dengan pemerintah desa/kelurahan dan sesama koperasi.
“Kelola secara profesional dan berkelanjutan. Fasilitas ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota koperasi dan masyarakat luas,” tukasnya.
Tak lupa, orang nomor satu di Pemkab Blitar ini juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, mulai dari Dandim, Danramil, hingga Babinsa, serta para kepala desa.
Menurutnya, kolaborasi yang baik selama ini menjadi kunci kelancaran pembangunan gedung koperasi yang menjadi syarat utama pencairan bantuan.
Dengan diserahkannya 79 unit truk ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi penggerak utama roda perekonomian di tingkat desa.
Kehadiran armada ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan logistik koperasi, sehingga pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(JK/Red)
Redaksi3 minggu agoMenu MBG Tuai Sorotan, Belimbing Bonyok dan Tempe Gosong Disajikan untuk Anak Sekolah
Redaksi3 minggu agoOknum TNI Bobol Minimarket di Tulungagung, Dandim 0807 Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka
Redaksi2 minggu agoPSHT Gelar Santunan 50 Anak Yatim di Desa Plosokandang Tulungagung, Disertai Buka Puasa Bersama
Redaksi2 minggu agoIroni MBG di Tulungagung: Anak PAUD Disuguhi Buah Busuk Berbelatung
Redaksi3 hari agoFredi Moses Ulemlem Ingatkan Potensi “Ganti Kepala” dalam Kasus Korupsi Covid-19 dan Proyek Jalan di Maluku Barat Daya
Redaksi2 minggu agoMBG Tulungagung Kembali Disorot! Menu ‘Seupil Ayam dan Jeruk Asam’ di SDN 1 Tertek Viral, Wali Murid: Begini Kok Tidak Mau Disebut Korupsi?
Redaksi1 minggu agoPartai Kucing” Tantang Politik Lama, PPN Bawa Revolusi Gaya Baru dari Rakyat
Redaksi1 minggu agoSiapa yang Tepat Menentukan Idul Fitri 1447 H ?







