Connect with us

Nasional

Polda Papua Barat Gelar Pengamanan Deklarasi Damai Relawan Cagub- Cawagub Papua Barat

Published

on

 

Manokwari PB, 90detik.com – Polda Papua Barat melalui Satgas Operasi Mantap Praja Mansinam II melaksanakan pengamanan kegiatan deklarasi damai relawan salah satu Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Paslon di GOR Sanggeng Manokwari, Jumat (20/9/24).

Pengamanan dipimpin Kasatgas Wilayah Papua Barat Kombes Pol. Ari Nyoto Setiawan,S.I.K, M.H. dengan dibagi menjadi 3 wilayah yaitu ring 1 dengan 82 personil terdiri dari 36 personil Brimob dan 46 gabungan Satgas dipimpin Kasatgas Preemtif AKBP Frangky Samuel Lopulalan,S.I.K. bertugas di area tribun stadion, ring 2 melibatkan 164 personil terdiri dari 70 personil Brimob dan 94 gabungan satgas dipimpin Kasatgas Preventif bertugas di area parkir stadion, dan ring 3 melibatkan 54 personil terdiri dari personil lalu lintas dan gabungan satgas ban ops yang dipimpin Kasatgas Kamseltibcarlantas yang bertugas pengaturan arus lalu lintas, serta diback up TNI AD sebanyak 34 personil.

“Hari ini dari Satgas Operasi Mantap Praja Mansinam II Polda Papua Barat melaksanakan kegiatan pengamanan deklarasi damai relawan DOAMU dari Paslon
Drs. Dominggus Mandacan, M.Si dan Moh. Lakotani.,S.H.,M.Si kita melaksanakan apel pagi pkl. 09.00 WIT persiapan lebih awal
dibagi menjadi 3 ring, melibatkan 786 personil diback up 34 personil TNI dari Kodam. Alhamdulilah berjalan dengan aman dan lancar, dari kegiatan didapat hingga pengaturan lalu lintas” ujar Kombes Pol. Ari Nyoto Setiawan,S.I.K.,M.H.

“Kita pengamanan melibatkan beberapa kemampuan dari Kepolisian Brimob tim tindak ataupun geganan kita juga melakukan sterilisasi dulu tempatnya sesuai SOP. Ini tergolong pengamanan VIP kita juga laksanakan. pengawalan melekat pada paslon cagub cawagub,untuk antisipasi kita juga melibatkan tim anti anarkis dari Brimob untuk yang keluar kita juga melibatkan peleton Dalmas dan peleton tindak dari Brimob” ujar Kasatgas Wil Papua Barat.

Sementara itu Kombes Pol. Robertus Pandiangan, S.I.K.,M.H. selaku Kasatgas Humas Wilayah Papua Barat dalam keterangannya mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kamtibmas.

“Selama kegiatan pengamanan, personil Polri juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai hal, antara lain: masyarakat diminta untuk cerdas dalam memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong yang beredar di media sosial,kekerasan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban” ujar Kasatgas Humas OMP Mansinam II Papua Barat.

“Di masa tahapan Pilkada, masyarakat dihadapkan pada banyak informasi yang beredar. Kami mengimbau agar semua pihak lebih bijak dalam menyikapi informasi di media digital dan media mainstream. Jangan mudah terprovokasi, namun sebaliknya, mari kita tingkatkan bijak informasi dan bijak bermedia sosial yang cerdas,” tambahnya.

(Tim/Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Praktisi Hukum Desak Transparansi Penanganan Kasus Di Maluku

Published

on

Maluku — Praktisi hukum Fredi Moses Ulemlem melontarkan kritik keras terhadap kinerja Ditreskrimsus Polda Maluku pada 5 Mei 2026 yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan dalam penanganan sejumlah perkara, termasuk dugaan gratifikasi yang menyeret nama Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach.

Selain perkara tersebut, Fredi juga menyoroti penanganan kasus penggunaan anggaran Covid-19 serta proyek pembangunan jalan di Desa Lurang dan Naumatang, Pulau Wetar, yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan hukum.

Mengacu pada Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP2) tertanggal 2 Maret 2026, penyidik disebutkan akan melakukan koordinasi dengan Tipidkor Kortas Polri untuk menggelar perkara. Namun, hingga memasuki April 2026, agenda gelar perkara tersebut belum terlaksana.

“Jika merujuk pada prinsip kepastian hukum dan akuntabilitas, penundaan tanpa penjelasan yang transparan berpotensi mencederai kepercayaan publik,” ujar Fredi.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan bukanlah bentuk tuduhan, melainkan dorongan agar proses penegakan hukum berjalan terbuka, profesional, dan sesuai standar prosedur.

Fredi juga mengungkapkan telah berupaya mengonfirmasi perkembangan perkara kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Pieter Yanotama. Namun, hingga kini belum memperoleh tanggapan resmi.

“Padahal komunikasi sebelumnya berjalan baik. Ketika akses informasi menjadi terbatas, publik wajar mempertanyakan progres penanganan perkara,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa penanganan perkara yang berlarut-larut tanpa kepastian dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Penegakan hukum tidak hanya harus dilakukan, tetapi juga harus terlihat dilakukan secara transparan. Ini penting untuk menjaga legitimasi institusi,” tegasnya.

Lebih jauh, Fredi menyinggung pentingnya konsistensi antara komitmen institusional Polri dan implementasi di lapangan di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Komitmen Polri yang presisi harus tercermin dalam percepatan, keterbukaan, dan ketegasan penanganan perkara, terutama yang menjadi perhatian publik,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Fredi menyatakan pihaknya telah menyiapkan surat resmi kepada Mabes Polri guna meminta supervisi sekaligus memastikan perkembangan penanganan perkara tersebut.

“Kami akan menempuh jalur konstitusional untuk meminta kejelasan. Ini bagian dari kontrol publik agar proses hukum berjalan sesuai prinsip keadilan dan tidak berhenti di tengah jalan,” pungkasnya. (By/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Polda Jatim Bongkar Komplotan Curat Lintas Provinsi, Beraksi di 13 TKP

Published

on

Surabaya— Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan oleh komplotan spesialis rumah kosong lintas provinsi.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat tersangka yang diketahui telah beraksi di 13 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Penanganan tindak pidana pencurian dengan pemberatan menjadi prioritas kami guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kombes Abast dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, kejahatan curat kerap memanfaatkan kelengahan serta celah keamanan di lingkungan permukiman. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan di lingkungan masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Umar, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap dari laporan pencurian yang terjadi di wilayah Porong, Sidoarjo, pada 6 April 2026.

Dari hasil penyelidikan, para tersangka diketahui telah beraksi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, antara lain Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, Nganjuk, Malang, dan Ngawi. Selain itu, komplotan ini juga melakukan aksi kejahatan di wilayah Jawa Tengah, yakni Solo (Surakarta) dan Sragen.

“Para tersangka ditangkap di wilayah Jawa Barat, tepatnya di Karawang dan Purwakarta, saat berada dalam pelarian dan diduga akan kembali melakukan aksi,” jelas AKBP Umar.

Adapun empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial DJ, SWD alias Wardo (54), MS alias Sabta (30), dan GTP alias Hoget (38). Sementara itu, satu tersangka lainnya berinisial HEN masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku mengincar rumah kosong pada siang hingga sore hari, khususnya saat akhir pekan atau hari libur. Mereka terlebih dahulu mengamati kondisi rumah, seperti lampu yang menyala pada siang hari serta pagar yang terkunci dari luar.

Setelah memastikan rumah dalam keadaan kosong, pelaku masuk dengan cara melompati pagar dan merusak pintu belakang menggunakan alat berupa linggis.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa mobil, sepeda motor, linggis, serta hasil curian seperti emas, jam tangan, dan barang berharga lainnya.

“Para pelaku tergolong berpengalaman, bahkan salah satu tersangka merupakan residivis yang telah beraksi sejak lama,” ungkap AKBP Umar.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Polda Jatim kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat meninggalkan rumah serta memastikan sistem keamanan lingkungan berjalan dengan baik guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa. (DON/Red)

Continue Reading

Nasional

Spiritualitas dan Guncangan Peradaban: Mencari Arah Baru dari Nusantara

Published

on

Semarang— Di tengah laju peradaban yang kian dipacu oleh teknologi, manusia justru menghadapi paradoks yang sunyi: semakin maju secara material, semakin rapuh secara makna. Dunia tidak kekurangan kemajuan, tetapi mulai kehabisan arah. Di titik inilah spiritualitas kembali menemukan relevansinya, bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai fondasi.

Modernitas telah membangun peradaban yang efisien, cepat, dan terukur. Namun, ia juga melahirkan manusia yang terfragmentasi: cerdas secara intelektual, tetapi kering secara batin. Ketika nilai-nilai material menjadi pusat orientasi, etika dan makna perlahan tersingkir dari ruang hidup manusia. Peradaban pun kehilangan porosnya.

Tesis tentang masa depan dunia pernah dipetakan secara berbeda oleh para pemikir global. Samuel P. Huntington melihat dunia bergerak menuju benturan antar peradaban.

Sementara Francis Fukuyama justru menyatakan bahwa manusia telah mencapai titik akhir evolusi ideologi dalam bentuk demokrasi liberal. Di sisi lain, Edward Said mengingatkan bahwa peradaban bukan entitas tertutup, melainkan ruang interaksi yang cair dan saling memengaruhi.

Realitas hari ini menunjukkan bahwa dunia tidak sepenuhnya berada dalam “benturan” sebagaimana diprediksi, tetapi juga tidak mencapai stabilitas seperti yang dibayangkan. Yang terjadi adalah sesuatu yang lebih halus namun lebih dalam: guncangan peradaban. Sebuah kondisi ketika fondasi makna, nilai, dan arah hidup manusia mengalami erosi secara perlahan.

Dalam konteks ini, pemikiran Alvin Toffler tentang gelombang peradaban menjadi relevan. Dari masyarakat agraris, menuju industri, hingga era informasi, perubahan selalu digerakkan oleh teknologi dan pengetahuan.

Namun, satu hal yang tidak pernah benar-benar terselesaikan adalah pertanyaan tentang makna hidup itu sendiri. Kemajuan tidak otomatis melahirkan kedalaman.

Di sinilah spiritualitas mengambil peran strategis. Ia bukan sekadar praktik ritual, melainkan kesadaran eksistensial yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai yang melampaui materi. Spiritualitas menghadirkan kembali dimensi batin yang selama ini terpinggirkan oleh logika efisiensi dan akumulasi.

Menariknya, jika dunia modern sedang mencari keseimbangan baru, maka Nusantara memiliki modal kultural yang tidak kecil. Tradisi spiritual yang hidup dalam berbagai suku dan agama di Indonesia tidak pernah sepenuhnya terputus dari kehidupan sosial. Ia hadir dalam bentuk kearifan lokal, harmoni dengan alam, serta cara pandang yang menempatkan manusia sebagai bagian dari keseluruhan, bukan pusat semesta.

Dalam kerangka geopolitik, ini bukan sekadar warisan budaya, melainkan potensi peradaban. Nusantara dapat menawarkan pendekatan alternatif: bukan benturan, bukan dominasi, tetapi keseimbangan. Sebuah sintesis antara kemajuan material dan kedalaman spiritual.

Jika peradaban global hari ini diguncang oleh krisis makna, maka jawaban yang dibutuhkan bukan sekadar sistem baru, melainkan kesadaran baru. Spiritualitas, dalam pengertian yang inklusif dan transformatif, dapat menjadi fondasi bagi rekonstruksi arah tersebut.

Dunia mungkin tidak sedang runtuh. Tetapi ia jelas sedang mencari pusat gravitasinya kembali. Dan dalam pencarian itu, spiritualitas bukan lagi pilihan pinggiran, melainkan kebutuhan utama peradaban. (Red)

Oleh: Bayu Sasongko, Pengamat Budaya Geopolitik Nusantara

Continue Reading

Trending