Connect with us

Papua

22 Perwira Menengah Koarmada III Naik Pangkat, Pangkoarmada III: Ini Anugerah dan Tanggung Jawab

Published

on

Sorong PBD – Sebanyak 22 Perwira Menengah (Pamen) Komando Armada III resmi naik pangkat dalam Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI Hersan, S.H., M.Si. Acara berlangsung di Pasifik Room, Markas Komando (Mako) Armada III, Katapop, Kabupaten Sorong pada, Selasa (1/4/2025).

Acara peresmian kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Pangkoarmada III Nomor Sprin/235 /III/2026 tanggal 31 Maret 2025. Dari 22 perwira yang menerima kenaikan pangkat, sebanyak 7 orang naik dari Letnan Kolonel (Letkol) ke Kolonel, 8 orang dari Mayor ke Letkol, dan 7 orang dari Kapten ke Mayor.

Dalam sambutannya, Pangkoarmada III mengucapkan selamat kepada para perwira yang menerima kenaikan pangkat dan menegaskan bahwa ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya ucapkan selamat kepada Perwira Mako Armada III yang melaksanakan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Kenaikan pangkat merupakan anugerah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita syukuri,” ujar Pangkoarmada III.

Lebih lanjut, Pangkoarmada III menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan wujud apresiasi pimpinan atas dedikasi dan pengabdian prajurit.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa dengan pangkat yang lebih tinggi, tanggung jawab yang diemban juga semakin besar.

“Saya mengajak seluruh Perwira Koarmada III untuk terus bekerja dan berkarya dalam kedinasan dengan tulus, ikhlas, serta luar biasa. Jadikan momentum ini sebagai pendorong dan penyemangat baru dalam membangun Koarmada III yang lebih maju, guna mewujudkan TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani,” tegasnya.

Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Lobi Mako Armada III.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Laut (S) Ajik Sismianto, S.E., M.P.W.K., yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada III, mewakili para perwira yang naik pangkat menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangkoarmada III , para senior, rekan, dan seluruh keluarga besar Koarmada III yang telah memberikan dukungan, bimbingan, serta kepercayaan hingga mencapai pencapaian ini. Bagi seorang prajurit, pangkat adalah suatu kehormatan dan kebanggaan yang akan menjadi motivasi untuk semakin baik dalam menjalankan tugas sebagai Prajurit Jalasena,” ungkapnya.

Kenaikan pangkat ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kapabilitas, profesionalisme, dan integritas, sehingga para perwira dapat menjalankan tugas dengan lebih baik serta memberikan dampak positif bagi organisasi, khususnya Koarmada III.

Turut hadir dalam acara ini, Kas Koarmada III Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto, S.T., M.Si., beserta istri, Inspektur Koarmada III Laksma TNI Al Sunaryo beserta istri, Kapok Sahli Koarmada III Laksma TNI Heriyanto beserta istri, para Asisten Pangkoarmada III, Kepala Satuan Kerja Koarmada III, Komandan Satuan Koarmada III serta Ibu-ibu Jalasenastri.

(Tim/Red)

Papua

7 Tahun Buron, Pulan Wonda Akhirnya Dibekuk: Satgas Cartenz Tegakkan Hukum Profesional dan Transparan

Published

on

Jayapura — Setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama kurang lebih 7 (tujuh) tahun, tersangka Pulan Wonda alias Kamenak kini menjalani proses hukum lanjutan di Jayapura. Tersangka sebelumnya diamankan dalam operasi penindakan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.

Pada Sabtu (4/4/2026), tersangka dipindahkan ke Jayapura dan tiba di Bandara Sentani sekitar pukul 10.25 WIT dengan pengawalan personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

Proses pemindahan dilakukan sesuai standar operasional prosedur, dengan pengawalan ketat serta tetap memperhatikan hak-hak tersangka, termasuk pendampingan oleh pihak keluarga.

Wakasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, S.I.K. saat ditemui media pada Sabtu (4/4) menjelaskan bahwa seluruh tahapan pemindahan dilaksanakan secara terukur dan sesuai ketentuan.

“Proses pemindahan tersangka berlangsung aman dan sesuai prosedur. Pengawalan dilakukan secara ketat, serta seluruh tahapan dijalankan secara profesional dan transparan, dengan tetap memenuhi hak-hak tersangka, termasuk pendampingan keluarga,” ujarnya.

Setibanya di Jayapura, tersangka langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara TK II Jayapura untuk menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari prosedur penanganan.

Menurut AKBP Andria, langkah tersebut merupakan bagian dari standar penegakan hukum yang tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan.

“Setibanya di Jayapura, tersangka langsung menjalani pemeriksaan medis. Ini menunjukkan bahwa penanganan dilakukan secara menyeluruh, dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan yang bersangkutan,” jelasnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa seluruh rangkaian penindakan hingga penanganan tersangka dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Seluruh proses, mulai dari penangkapan hingga pemindahan, dilaksanakan secara profesional dan sesuai prosedur. Kami memastikan setiap tahapan berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menambahkan bahwa proses penyidikan akan terus dikembangkan oleh tim investigasi.

“Penyidikan masih berjalan dan akan terus dikembangkan untuk mendalami peran tersangka serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Saat ini, tersangka tengah menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Subsatgas Investigasi. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan pengungkapan perkara secara menyeluruh dan objektif.

AKBP Andria juga menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas.

“Ke depan, tersangka akan menjalani BAP dan proses penyidikan akan terus dikembangkan. Fokusnya adalah memastikan setiap tahapan berjalan objektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum,” pungkasnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menyatakan bahwa seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. (Red)

Continue Reading

Papua

Senator Paul Finsen Mayor Dorong Audit dan Kepastian Hukum atas Lahan Masyarakat Adat di Klamono

Published

on

Sorong— Anggota DPD RI Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor (PFM), menekankan perlunya audit independen dan kepastian hukum terkait pengelolaan lahan masyarakat adat di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong.

Senator PFM secara tegas menyerukan agar Kejaksaan Agung meninjau kesepakatan antara PT Hendrison Inti Persada (HIP) dan 14 marga pemilik tanah ulayat, termasuk memanggil pemilik perusahaan, Jimmy Wijaya, untuk memberikan keterangan terkait tata kelola lahan.

PFM menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan kewajiban perusahaan, antara lain kompensasi lahan, program pendidikan, pembangunan rumah layak huni, serta penyediaan fasilitas kesehatan bagi warga lokal.

Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan hak masyarakat terlindungi, kewajiban perusahaan terlaksana, dan risiko sosial-ekonomi dapat diminimalkan.

“Ini bukan soal menuduh pihak manapun, melainkan memastikan kepastian hukum dan tata kelola yang adil. Audit independen akan memberikan dasar yang jelas bagi semua pihak,” ujar PFM di Kantor Dewan Adat Wilayah III Doberay, Kota Sorong, Selasa (24/2/2026).

PFM, yang juga menjabat Ketua Kerukunan Keluarga Papua (KK PAPUA), mencontohkan Marga Malak sebagai pemilik lahan seluas 5.005 hektare yang menerima pembayaran plasma. Namun, menurut warga, skema tersebut perlu dievaluasi agar sejalan dengan potensi hasil bumi dan kesepakatan yang telah dibuat.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 Pasal 11 ayat (1), yang mewajibkan perusahaan membangun kebun untuk masyarakat sekitar minimal 20 persen dari total luas areal yang dikelola.

“Dialog konstruktif antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah harus dijalankan secara transparan. Dengan audit, pengawasan, dan kepastian regulasi, hak masyarakat adat terlindungi, perusahaan memperoleh kepastian operasional, dan risiko sosial dapat dikendalikan,” tutup PFM. (By/Red)

Continue Reading

Papua

Pangdam Kasuari Ikuti Ibadah Natal Bersama Kasad Secara Virtual, “Merayakan Natal dengan Hati, Menyatukan Iman dan Pengabdian”

Published

on

Manokwari PB — Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, bersama keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari mengikuti ibadah perayaan Natal bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang diselenggarakan secara virtual dari Aula Makodam XVIII/Kasuari, Senin (12/01/2026).

Ibadah Natal yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut menjadi ruang perjumpaan iman bagi seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat, meskipun dilaksanakan secara daring.

Suasana kebersamaan tetap terasa hangat, mencerminkan semangat persaudaraan dan kekeluargaan dalam bingkai pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam sambutannya, Kasad menegaskan bahwa tema Natal Tahun 2025, “Hikmah Natal Menghadirkan Sukacita Natal bagi Seluruh Prajurit dan ASN Angkatan Darat”, mengandung pesan mendalam agar semangat Natal tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui semangat Natal tersebut, diharapkan seluruh prajurit dan ASN TNI AD semakin meneguhkan komitmen pengabdian guna menghadirkan kedamaian, memperkuat persatuan, serta berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Timo)

Continue Reading

Trending