Connect with us

Jawa Timur

Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Periode 2025-2030, Ini Visi-Misinya…

Published

on

TULUNGAGUNG,– Upacara serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung periode 2025-2030, digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, pada Selasa(4/3) malam.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, DR. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, Forkopimda, DPRD, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Tulungagung.

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, secara resmi menyerahkan jabatan kepada Bupati Tulungagung terpilih, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang akan memimpin bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin, S.M. tahun 2025 hingga tahun 2030.

Sertijab ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024, yang ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Pj. Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, MT., Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, SE., M.E., dan Gubernur Jawa Timur, DR. (H.C.) HJ. Khofifah Indar Parawansa.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian visi-misi oleh Bupati dan Wakil Bupati dalam agenda Rapat Paripurna DPRD Tulungagung.

Visi yang disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung untuk masa jabatan 2025-2030 adalah “Masyarakat Tulungagung yang Sejahtera, Maju, dan Berakhlak Mulia Sepanjang Masa”.

Misi yang diusung meliputi:

  1. Pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
  2. Pembangunan yang dimulai dari wilayah desa.
  3. Pembangunan infrastruktur.
  4. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan.
  5. Mewujudkan masyarakat yang berkarakter dan berbudaya.
  6. Mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas.
  7. Menuntaskan pengentasan kemiskinan.
  8. Mewujudkan birokrasi yang berkualitas, profesional, dan bersih dari korupsi.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menekankan kesiapannya untuk mendukung penuh program-program pemerintah pusat dan provinsi.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan untuk proyek-proyek strategis,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi intensif dengan jajaran pemerintah kabupaten dan legislatif untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam mendukung program-program tersebut.

“Semua kebijakan harus selaras dengan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung. Foto; (dok/istimewa).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas visi-misi yang disampaikan oleh pasangan Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin.

Ia menilai visi “Berakhlak Mulia Sepanjang Masa” sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Ini adalah visi yang sangat mulia. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa pembangunan tidak hanya bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan, tetapi juga harus berlandaskan akhlak mulia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Heru Suseno atas dedikasi dan kepemimpinannya selama menjabat sebagai Pj Bupati.

Ia berharap adanya kolaborasi yang erat antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Tulungagung.

“Sertijab ini menandai awal babak baru bagi Tulungagung. Harapan besar kini tertuju pada pasangan bupati dan wakil bupati untuk mewujudkan visi-misi mereka, membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat, serta menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dengan sertijab ini, diharapkan terjalin kemitraan yang kuat antara eksekutif dan legislatif demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Tulungagung. (Abd-red)

Jawa Timur

Aksi Heroik, Polisi di Lumajang Gendong Siswa SD Seberangi Lahar Dingin Semeru

Published

on

LUMAJANG— Kepedulian dan respons cepat Polri kembali ditunjukkan dalam membantu masyarakat di tengah kondisi alam yang ekstrem.

Anggota Polsek Candipuro, Polres Lumajang, turun langsung membantu para pelajar dan warga menyeberangi derasnya aliran lahar dingin di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Selasa (24/2/2026) pagi.

Di lokasi, tampak Tiga personel Polsek Candipuro bergantian menggendong siswa SD Negeri 03 Jugosari asal Dusun Sumberlangsep saat menyeberangi sungai demi masuk sekolah.

Hal itu sebagai langkah antisipasi dan upaya pencegahan pascakejadian seorang siswi yang sebelumnya terseret banjir lahar hujan Semeru saat hendak berangkat sekolah pada Senin (23/2/2026) yang lalu.

Peristiwa terseretnya bocah SD bersama ayahnya itu menjadi perhatian serius jajaran Polres Lumajang Polda Jatim guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Diketahui, para pelajar tersebut terpaksa melintasi Sungai Regoyo karena satu – satunya jalan untuk menuju sekolah.

Sementara arus lahar dingin masih cukup deras akibat tingginya intensitas hujan di kawasan hulu.

Selain membantu para pelajar, personel Polsek Candipuro juga sigap menolong warga yang hendak melintas untuk beraktivitas.

Warga pejalan kaki dituntun satu per satu agar tetap seimbang, sementara pengendara sepeda motor dibantu dengan cara didorong bersama-sama guna menghindari risiko tergelincir dan terseret arus lahar dingin.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di wilayah rawan bencana.

“Melihat kondisi arus Sungai Regoyo yang cukup deras dan membahayakan, anggota Polsek Candipuro langsung turun membantu masyarakat. Alhamdulillah, anak-anak yang hendak berangkat sekolah dapat menyeberang dengan aman,” ujar Ipda Suprapto.

Ia menambahkan, Polres Lumajang Polda Jatim terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi situasi darurat atau bencana alam, guna memberikan rasa aman serta membantu kelancaran aktivitas warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Apabila kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilintasi, diharapkan menunda aktivitas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Kapolda Jatim Tekankan Deteksi Dini dan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

Published

on

SURABAYA— Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah menghadapi dinamika keamanan 2026 yang dinilai penuh tantangan global dan potensi gangguan kamtibmas daerah.

Peringatan itu disampaikan saat menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Jatim di Rupatama Polda Jatim, Senin (23/2/2026).

“Jangan pernah underestimate. Sekecil apa pun potensi gangguan, jika tidak dipetakan dengan baik bisa menjadi celah fatal,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi kinerja jajaran sepanjang 2025 hingga Februari 2026 yang berhasil menjaga Jatim tetap aman dan kondusif.

Ia menyoroti respons cepat penanganan kasus kamtibmas dan bencana, serta pengungkapan kasus atensi seperti judi online, narkoba, curanmor, korupsi, dan penyelundupan.

Kapolda Jatim juga memuji dukungan terhadap program pemerintah, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan SPPG yang berjalan tanpa komplain, serta kontribusi dalam penguatan swasembada jagung.

Mengacu pada dinamika global, Kapolda Jatim menilai dunia tengah berada dalam fase transformasi sosial, politik, dan ekonomi yang berpotensi menimbulkan gesekan dan instabilitas.

“Modern warfare bukan hanya perang darat, laut, dan udara. Ada perang ekonomi, drone system hingga psywar. Kita harus adaptif dan solid,” tegas Irjen Nanang.

Ia menekankan pentingnya mengawal Rencana Kerja Pemerintah 2026 sesuai arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Polri berada di barisan terdepan menyelamatkan kekayaan negara.

Kapolda Jatim memaparkan kalender kamtibmas 2026 yang dipenuhi potensi kerawanan, mulai dari agenda buruh, mahasiswa, konflik perguruan silat di Madiun Raya hingga peringatan hari besar nasional.

“Deteksi dini dan pemetaan kerawanan harus diperkuat,” tegasnya.

Di sisi internal, Kapolda Jatim mendorong transformasi penegakan hukum yang adaptif terhadap KUHP dan KUHAP baru dengan mengedepankan restorative justice dan pendekatan humanis.

“Tinggalkan pola represif. Jadilah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang empatik,” tegasnya.

Kapolda Jatim mengajak seluruh jajaran menguatkan program JOGO JATIM dan menyukseskan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sebelum resmi membuka Rapim Polda Jatim 2026. (DON/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

Viral Isu Gas Melon Langka, Polres Blitar : Stok Aman, Jangan Panik

Published

on

BLITAR – Menyambut bulan suci Ramadan, Polres Blitar bergerak cepat mengantisipasi kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau yang kerap disebut gas melon.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan gas di wilayah Kabupaten Blitar, pada Minggu (22/2).

Langkah ini diambil untuk memastikan stok gas bersubsidi tetap aman dan distribusinya tepat sasaran saat kebutuhan masyarakat meningkat di bulan puasa.

Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Margono Suhendra, memimpin langsung pengecekan bersama Unit Pidana Khusus (Pidsus). Dalam sidak tersebut, petugas tidak hanya menghitung stok tabung hijau, tetapi juga memeriksa harga jual dan mekanisme penyaluran kepada warga.

“Memasuki Ramadan, kebutuhan LPG 3 Kg memang selalu meningkat. Itu fenomena tahunan yang wajar. Tugas kami memastikan ketersediaannya aman dan tidak ada permainan di tingkat pengecer atau pangkalan,” ujar AKP Margono kepada awak media.

Dari hasil pemantauan di lapangan, polisi mencatat adanya lonjakan permintaan dari masyarakat. Namun, pihaknya memastikan stok secara umum masih terkendali.

Antisipasi kelangkaan ini tidak hanya dilakukan dengan razia. Polres Blitar juga bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar.

Hasil koordinasi tersebut sudah membuahkan hasil. Pemkab Blitar telah menerbitkan surat edaran bernomor B/510/XXX/409.29.3/2026 pada 12 Februari 2026 lalu yang mengatur tentang rencana penambahan kuota LPG 3 Kg fakultatif.

“Dengan tambahan kuota ini, kami optimistis kebutuhan warga selama Ramadan bisa terpenuhi dan tidak ada jeda kelangkaan,” imbuhnya.

Polres Blitar juga memberikan peringatan keras kepada para pemilik pangkalan. Mereka dilarang keras menimbun tabung gas atau menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Kami tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika menemukan praktik curang seperti penimbunan atau main harga. Masyarakat juga kami minta ikut mengawasi dan segera lapor jika menemukan kejanggalan,” tegasnya.

Dengan pengawasan ketat ini, Polres Blitar berharap masyarakat Kabupaten Blitar dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa perlu resah memikirkan kebutuhan dapur.(JK/Hms)

Continue Reading

Trending