Connect with us

Politik

Bukan PDIP, Empat Partai Ini Diprediksi Menjadi Korban Ekspansi PSI di Jawa Tengah

Published

on

JOGJAKARTA – Ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” pada Pemilu 2029 diperkirakan akan mengubah konfigurasi persaingan politik di provinsi yang selama ini dikenal sebagai basis terkuat PDI Perjuangan (PDIP).

Namun, jika membaca peta kursi DPRD Jawa Tengah hasil Pemilu 2024, partai yang paling berpotensi kehilangan kursi justru bukan PDIP.

Pernyataan elite PSI yang optimistis mampu menjadikan Jawa Tengah sebagai basis politik baru memantik respons dari sejumlah elite PDIP.

Perdebatan itu memperlihatkan bahwa persaingan kedua partai tidak lagi sekadar soal simbol “kandang banteng” dan “kandang gajah”, melainkan telah memasuki fase perebutan basis elektoral menuju Pemilu 2029.

Berdasarkan hasil Pemilu 2024, komposisi DPRD Jawa Tengah terdiri atas 120 kursi, dengan PDIP sebagai partai terbesar yang menguasai 33 kursi. Di bawahnya terdapat PKB 20 kursi, Gerindra 17 kursi, Golkar 17 kursi, PKS 11 kursi, Demokrat 7 kursi, PPP 6 kursi, PAN 4 kursi, NasDem 3 kursi, dan PSI 2 kursi.

Dalam sistem pemilu proporsional terbuka, setiap tambahan kursi yang diraih PSI hanya mungkin diperoleh apabila partai lain kehilangan kursi di daerah pemilihan yang sama. Karena itu, ekspansi PSI tidak hanya akan menguji dominasi PDIP, tetapi juga mengubah keseimbangan kekuatan partai-partai lain.

Pengamat politik Jawa Tengah, Suga Sapu Sapu, pada minggu 5/7/2026 menilai peta persaingan menuju 2029 menunjukkan bahwa ancaman pertama dari ekspansi PSI justru mengarah kepada partai-partai menengah.

Menurut dia, PAN, Demokrat, Golkar, dan NasDem merupakan empat partai yang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi apabila PSI berhasil meningkatkan elektabilitasnya secara signifikan.

“Kalau melihat karakter pemilih di Jawa Tengah, PSI akan lebih mudah mengambil suara dari partai-partai yang basis pemilihnya lebih cair. PAN, Demokrat, Golkar, dan NasDem memiliki irisan pemilih yang cukup besar dengan segmen yang dibidik PSI, yaitu pemilih muda, masyarakat perkotaan, kelas menengah, dan pemilih yang lebih berorientasi pada figur dibanding loyalitas ideologis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sistem proporsional terbuka, kehilangan beberapa ribu suara di satu daerah pemilihan saja dapat mengubah alokasi kursi DPRD. Karena itu, partai dengan jumlah kursi yang relatif terbatas akan lebih sensitif terhadap perubahan peta suara.

Suga menilai, meskipun menjadi lawan utama PSI dalam narasi politik, PDIP masih memiliki keunggulan yang sulit disaingi dalam waktu singkat.

Menurutnya, dominasi PDIP di Jawa Tengah tidak hanya dibangun melalui popularitas tokoh, tetapi juga melalui struktur organisasi yang mengakar hingga tingkat desa, kaderisasi yang berjalan selama puluhan tahun, serta loyalitas pemilih yang relatif kuat.

“PDIP tetap memiliki bantalan organisasi yang kuat. Basis ideologis dan jaringan partainya membuat perpindahan suara tidak semudah partai-partai yang lebih bertumpu pada pemilih mengambang. Jadi, bukan berarti PDIP tidak bisa kehilangan kursi, tetapi tingkat kerawanannya relatif lebih rendah dibanding empat partai tersebut,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa modal utama PSI yang bertumpu pada efek figur belum tentu otomatis berubah menjadi kemenangan legislatif.

Menurut Suga, pengalaman Pemilu 2024 menunjukkan bahwa popularitas tokoh nasional tidak selalu menghasilkan tambahan kursi apabila tidak diikuti penguatan organisasi dan kaderisasi di tingkat akar rumput.

“Pemilu legislatif berbeda dengan pemilihan presiden. Yang menentukan bukan hanya figur, tetapi juga kualitas calon legislatif, mesin partai, saksi, jaringan hingga tingkat TPS. Kalau PSI ingin menjadi kekuatan besar di Jawa Tengah, pekerjaan terberatnya justru membangun organisasi sampai desa,” ujarnya.

Suga menilai narasi “kandang gajah” lebih tepat dipahami sebagai strategi komunikasi politik untuk membangun optimisme dan menarik perhatian publik. Namun, keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan PSI mengonversi popularitas menjadi suara di setiap daerah pemilihan

“Pertarungan menuju 2029 bukan hanya soal siapa melawan siapa di tingkat elite. Yang menentukan adalah siapa yang mampu memenangkan persaingan di setiap dapil. Di situlah kursi DPRD diperebutkan,” katanya.

Menurut dia, apabila PSI mampu meningkatkan perolehan kursinya secara signifikan, tambahan tersebut kemungkinan besar merupakan akumulasi pergeseran kursi dari beberapa partai sekaligus, bukan hanya dari satu partai.

Peta politik Jawa Tengah menuju Pemilu 2029 diperkirakan tidak lagi sekadar mempertemukan PDIP sebagai partai dominan dengan para penantangnya. Munculnya PSI sebagai kekuatan yang berupaya memperluas basis elektoral berpotensi memicu redistribusi kursi di kalangan partai-partai menengah.

Dalam konteks itu, PAN, Demokrat, Golkar, dan NasDem dinilai menjadi partai yang paling perlu mengantisipasi perubahan peta persaingan.

Sementara itu, PDIP tetap menjadi lawan utama secara simbolik dan politik, tetapi dari sisi elektoral masih memiliki modal organisasi yang membuatnya relatif lebih sulit digeser.

Apabila tren ekspansi PSI berlanjut hingga 2029, pertarungan politik di Jawa Tengah diperkirakan tidak hanya menjadi duel memperebutkan dominasi, tetapi juga menjadi arena penataan ulang keseimbangan kekuatan antarpartai di salah satu provinsi paling strategis dalam politik nasional.(By/Red)

Jawa Timur

PKB dan KPU Trenggalek Siap Membangun Demokrasi Yang Inklusif dan Partisipatif

Published

on

TRENGGALEK,– Rangkaian kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek ke kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Trenggalek membahas pentingnya sinergi antara partai politik dan penyelenggara pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi demi mendukung pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, usai menerima kunjungan kerja dan koordinasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek di Kantor DPC PKB, Senin (28/7/2025).

“Kunjungan KPU ke DPC PKB merupakan bagian dari agenda ke seluruh partai politik peserta pemilu. Dan hari ini jadwalnya di DPC PKB. Ada beberapa hal yang disampaikan, utama terkait pemutakhiran data Sipol yang dilakukan setiap enam bulan sekali,” ujar Sukarodin.

Dalam agenda tersebut, antara KPU dan PKB selain membahas teknis administrasi partai, juga muncul usulan strategis dari menjelang Pilkada 2029.

Satu diantaranya dari PKB mengusulkan adanya forum bedah visi-misi calon kepala daerah agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Trenggalek.

“Dalam forum tersebut PKB mengusulkan agar ke depan ada forum terbuka untuk membedah visi-misi calon bupati dan wakil bupati, supaya program mereka tidak bertabrakan dengan arah pembangunan jangka panjang daerah,” paparnya.

Sukarodin menambahkan, forum tersebut menurutnya perlu melibatkan Bappeda Litbang dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan arah pembangunan yang terpadu.

Sukarodin juga menyoroti adanya temuan dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) terkait nama kader PKB yang tercatat namun sebenarnya sudah tidak aktif.

“Ada beberapa nama yang dulu masuk SK PPPK, namun setelah dicek sudah mengundurkan diri dan dikeluarkan dari pengurus. Tapi belum tercatat di sistem Sipol. Ini sudah kami tanggapi dan akan segera kami perbarui,” jelasnya.

Sukarodin menambahkan PKB, siap menjalin komunikasi aktif dengan KPU kapanpun dibutuhkan.

Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komunikasi kelembagaan menjelang tahapan Pilkada, sekaligus upaya membangun demokrasi yang lebih inklusif dan partisipatif.

“Pintu PKB terbuka lebar untuk membangun jalinan sinergitas dengan KPU kapanpun demi kemajuan demokrasi di Trenggalek,” pungkas Sukarodin. (Ji/Red)

Continue Reading

Jawa Timur

H. Sutoyo M. Muslih Terpilih Kembali Sebagai Ketua PPDI Jawa Timur

Published

on

Surabaya, – Musyawarah Daerah Provinsi (Musdaprov) ke-3 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jawa Timur yang berlangsung di Hotel Sanggahan Nganjuk pada Jum’at dan Sabtu, 9-10 Mei 2025, telah menghasilkan keputusan penting.

H. Sutoyo M. Muslih, MM, seorang perangkat desa asal Palang Tuban, terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua PPDI Provinsi Jawa Timur untuk periode 2025-2030.

Dalam Musdaprov yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur ini, H. Sutoyo M. Muslih meraih suara mutlak dengan total 29 suara, menunjukkan dukungan yang kuat dari para peserta.

Keberhasilan ini menegaskan kepercayaan yang diberikan kepada Sutoyo untuk memimpin organisasi yang berperan penting dalam menyuarakan kepentingan masyarakat desa.

Di tempat terpisah, Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan, memberikan ucapan selamat dan doa kepada H. Sutoyo M. Muslih.

Ia berharap agar kepemimpinan Sutoyo kali ini dapat lebih amanah dan berkhidmad untuk masyarakat.

“Pengurus PPDI Jawa Timur merupakan pengabdian tulus dalam berkhidmad. PPDI adalah wadah untuk mengabdi dan menyuarakan kepentingan masyarakat desa. Semoga berkah dalam berkhidmad dan dilindungi Gusti Alloh Ta’ala sehingga mampu profesionalisme dalam melayani masyarakat,” ungkap Abah Imam.

Lebih lanjut, Abah Imam juga menekankan pentingnya perangkat desa untuk mengutamakan perjuangan demi kepentingan masyarakat, agar mereka dapat lebih sejahtera dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.

Dengan terpilihnya H. Sutoyo M. Muslih, diharapkan PPDI Jawa Timur dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat peran perangkat desa dalam pembangunan daerah. (DON)

Continue Reading

Jawa Timur

Kampanye Akbar, Pasangan “SEHATI” Sukses Menggugah Dukungan Masyarakat Tulungagung

Published

on

TULUNGAGUNG– Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Budi Setiyahadi dan Susilowati dengan slogan “SEHATI”, telah sukses menggelar kampanye akbar di GOR Lembupeteng pada hari Sabtu(23/11).

Acara ini dihadiri ribuan pendukung yang antusias, menunjukkan dukungan yang kuat kepada pasangan calon dalam pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2024 – 2029.

Sebelum mencapai acara puncak di GOR, para pendukung “SEHATI”terlebih dahulu melaksanakan konvoi kendaraan bermotor yang melibatkan berbagai jenis kendaraan.

Konvoi ini menambah semarak suasana kampanye, disertai dengan penampilan musik dari artis ternama dan group dangdut New Primadona, yang merupakan kebanggaan lokal Tulungagung.

Suasana di GOR Lembupeteng terlihat sangat meriah dan berwarna, dengan kerumunan yang terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak muda, orang dewasa, hingga anak-anak.

Semua kompak menikmati panggung yang dihiasi secara megah, menampilkan dua sosok calon pemimpin Tulungagung.

Pasangan “SEHATI” tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan disambut dengan meriah oleh para pendukung yang menunjukkan semangat tinggi.

Masyarakat, termasuk anak muda, dan anggota komunitas motor, turut hadir dengan atribut partai pengusung, bendera PKB, sebagai simbol dukungan yang kuat.

Dalam sambutannya, Calon Bupati Tulungagung, Budi Setiyahadi menyampaikan optimisme tinggi terkait pencalonan mereka.

Ia menekankan pentingnya kedekatan dengan masyarakat serta keyakinan akan garis takdir Tuhan.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Tulungagung yang memahami bahwa daerah ini perlu ganti bupati demi kemajuan. Kami pasangan “SEHATI” merupakan pasangan komplit, kami siap menjadi pelayan masyarakat, termasuk tani, buruh, pemuda, dan lainnya,” ungkapnya.

Susi, yang juga berperan sebagai calon wakil bupati Tulungagung, menambahkan pandangannya sebagai seorang ibu.

“Sebagai seorang ibu, saya sangat memahami pentingnya perhatian terhadap perempuan dan keluarga. Mohon dukungan kalian, agar di tahun 2024 kami dilantik menjadi pelayan kalian,” ujarnya.

Pasangan “SEHATI” juga menegaskan komitmen mereka untuk menjaga kompetisi yang sehat dalam pemilu.

Mereka mengungkapkan keprihatinan mengenai adanya upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mengambil alih jadwal kampanye pada akhir masa kampanye, namun hal tersebut telah mereka laporkan dan kendalikan.

Dengan semua agenda kampanye yang telah terjadwalkan oleh KPUD Tulungagung berjalan lancar, pasangan “SEHATI”berharap masyarakat akan memberikan suara mereka pada tanggal 27 November 2024 dengan memilih kartu suara yang menampilkan pasangan calon berpakaian batik lurik.

Kampanye akbar ini menegaskan keseriusan pasangan “SEHATI” dalam mengabdi kepada masyarakat Tulungagung dan mengambil langkah nyata menuju pemajuan daerah. (DON/red).

Continue Reading

Trending