Menu

Mode Gelap
Beri Apresiasi, Pemkot Blitar Gelar Undian PBB-P2 Tahun 2023 Tingkatkan Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Jerman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung Berkunjung ke Jerman Pelaku Pencurian Mobil Berhasil Diringkus Polisi, Ini Modusnya… Rakorbin SSDM Polri, Biro SDM Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Jawa Timur · 7 Feb 2024 WIB ·

Kurang Sepekan Pesta Demokrasi, Abah Imam: Pilihlah dengan Minta Petunjuk 


 Kurang Sepekan Pesta Demokrasi, Abah Imam: Pilihlah dengan Minta Petunjuk  Perbesar

TULUNGAGUNG, 90detik.com -Pesta demokrasi yang dilakukan setiap lima tahun di Indonesia, tinggal beberapa hari. Pesta demokrasi di Indonesia tidak menganut paham liberal yang tidak mengikat dan mengkaitkan keimanan.

Karena dasar negara Republik Indonesia adalah Pancasila, dan sebagai warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila tentunya adalah masyarakat yang religius.

Pembina Yayasan Pendidikan Al Azhaar Indonesia, KH. Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan, pada sila pertama sebagai landasan bahwa masyarakat Pancasila wajib mendasarkan pada keyakinan Tuhan Yang Maha Esa yaitu Gusti Allah SWT bagi yang muslim.

“Korelasinya spiritual yang bagaimana menjelang pesta demokrasi 2024, yang pertama para pemilih disarankan melakukan istikharah baik dengan cara sholat atau metode lainnya. Istikharah itu berarti menyerahkan pilihan pada Gusti Allah Ta’ala,” ujar Abah Imam panggilan akrab KH Imam Mawardi Ridlwan, pada Rabu (07/02).

Masih Abah Imam mengatakan, eksistensi pemilih ditiadakan. Akan tetapi dalam memilih dipasrahkan totalitas pada keputusan hasil istikharah.

“Segala dampak baik dan buruk atas pilihan sudah disandarkan Gusti Alloh Ta’ala. Sehingga pasrah bahwa segala yang menimpa, telah ditetapkan Gusti Alloh Ta’ala, sebagai pelindung dan pemberi anugerah,” imbuh Abah Imam yang juga sebagai Sekretaris IPHI Jawa Timur ini.

“Konsep kehidupan pasrah kepada Gusti Allah Ta’ala untuk memberi ketenangan dan kepastian. Dampaknya adalah tiada kesempatan untuk memaksakan diri dalam mendapatkan hasil,” tukasnya.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang mempunyai hak pilih, Abah Imam menyatakan memilih sesuai arahan para masyayikh, guru, kyai, dan kasepuhan masing-masing.

Budaya bangsa Indonesia adalah mengikuti panutan kehidupan. Dan kehidupan berbangsa akan stabil tidak goyah, serta tidak mudah diporakporandakan oleh asing dan aseng.

“Apabila masyarakat telah punya pilihan sesuai pilihan panutan masing-masing akan tumbuh subur sikap saling menghormati dan damai. Tidak ada lagi caci maki dan saling bermusuhan,” ujarnya.

Untuk langkah ketiga, sebaiknya setiap lingkungan terkecil membuat do’a bersama, selamatan atau tasyakuran untuk meminta perlindungan Allah SWT dari bencana, balak dan kemurkaan.

“Dan yang paling utama, adalah sikap yang legowo, menerima hasil pilihan mayoritas rakyat. Tidak lagi ada provokasi untuk melakukan protes apalagi anarkisme,” tegasnya.

Kesempatan ini, Abah Imam berpesan, seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para penyelenggara Pemilu, serta mengawasi jalannya pemilihan.

“Seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan dan pengawasan kepada para petugas Pemilu, untuk tetap berlaku adil, jujur dan tidak lagi ada kecurangan Pemilu. Jika sudah ditetapkan pemenang Pemilu maka beri dukungan yang menang,” pungkasnya.

(JK/Red)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Kamtibmas, Polres Kediri Tingkatkan Patroli Rutin Obyek Vital

19 April 2024 - 09:57 WIB

Tanggap dan Responsif, Personel Polres Mojokerto Bantu Korban Laka Lantas

19 April 2024 - 09:43 WIB

Cegah Laka Laut Pada Lebaran Ketupat Sinergitas TNI – Polri Beri Pengamanan di Pantai Watu Pecak Lumajang

19 April 2024 - 09:39 WIB

Polda Jatim Terapkan KRYD Antisipasi Arus Balik Mudik Tahap Dua

19 April 2024 - 09:34 WIB

Polrestabes Surabaya Amankan 11 Orang di Jalan Kunti Diduga Pemain Narkoba

19 April 2024 - 09:17 WIB

Polisi Berhasil Amankan Seorang Residivis yang Melakukan Percobaan Pencurian Kotak Amal

19 April 2024 - 09:14 WIB

Trending di Jawa Timur