Redaksi
Kapolres Blitar bersama Forkopimda Ikuti Giat Lauching Gugus Tugas Polri Dukung Ketahanan Pangan

BLITAR, – Kapolres Blitar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Blitar turut serta dalam kegiatan peluncuran program tugas Polri mendukung ketahanan pangan.
Acara yang digelar di lahan Perhutani Desa Darungan Kec.Kademangan Kab. Blitar ini merupakan wujud sinergi antara Polri dan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, pada Rabu(20/11)
Kapolres Blitar, AKBP Wiwit Adisatria melalui Kasi Humas Polres Blitar, menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan, baik melalui pengawasan distribusi maupun pengamanan terhadap potensi gangguan di sektor pertanian dan peternakan.
“Kami siap mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” ujar Kapolres.
Forkopimda juga memberikan dukungannya dalam kegiatan ini, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekonomi lokal.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi petani, pelaku usaha pangan, dan masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Blitar.
Acara ini diakhiri dengan penanaman simbolis penanaman bibit jagung oleh Kapolres Blitar dan anggota Forkopimda, sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah
Blitar.(*/Hms)
Redaksi
Komplotan Pembobol Toko Lintas Daerah Diringkus, 1 Orang Masuk DPO

MADIUN— Polres Madiun Polda Jatim mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kabupaten Madiun.
Dalam pengungkapan tersebut, Empat orang pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
4 orang tersangka itu adalah inisial JMH, AMD, MHL, dan SBM, sementara satu tersangka lainnya berinisial WWT masih dalam pengejaran petugas.
Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, kasus pencurian itu terjadi di dua lokasi kejadian perkara (TKP) di wilayah Kabupaten Madiun, masing-masing di Kecamatan Dolopo dan Kecamatan Dagangan.
“Para pelaku beraksi dengan cara membobol tembok bangunan, baik toko maupun gudang, menggunakan alat seperti bor, linggis, dan obeng,” kata AKBP Kemas Indra Natanegara, Kamis (15/1/2026).
Selain para pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah linggis, dua buah obeng, satu palu, dan satu kunci inggris yang digunakan untuk melancarkan aksi pencurian.
Berdasarkan hasil pengembangan, komplotan ini diketahui tidak hanya beraksi di wilayah Madiun.
“Pelaku juga melakukan pencurian di wilayah Kabupaten Magetan. Dari pengungkapan tersebut, kami turut mengamankan barang bukti berupa emas,” jelas Kapolres Madiun.
Aksi pencurian dengan pemberatan di toko emas Magetan tersebut menyebabkan kerugian korban yang ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Di lokasi yang sama, Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anto Prabowo menambahkan bahwa penangkapan dilakukan saat para pelaku baru saja melakukan aksi pencurian di wilayah Kabupaten Magetan.
“Pada saat kami melakukan penangkapan, para pelaku baru saja melakukan pencurian di wilayah Magetan. Barang bukti berupa emas, uang tunai, serta alat-alat yang digunakan berhasil kami amankan,” ungkapnya.
Hasil pengembangan penyidikan, Polisi akhirnya menyita ratusan perhiasan emas yang terdiri dari 42 kalung emas. 275 cincin emas dan 144 gelang emas.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (2) juncto Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Wah/Red)
Redaksi
Tipu Warga dengan Dalih Sumbangan, Uang Justru Ludes Untuk Berjudi

PONOROGO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo Polda Jatim mengamankan puluhan orang yang tergabung dalam komplotan peminta sumbangan mengatasnamakan yayasan yatim piatu.
Dari hasil penyelidikan, uang sumbangan yang dihimpun dari masyarakat ternyata disalahgunakan untuk berjudi dan membiayai penginapan di hotel.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dan keresahan warga terkait aktivitas sekelompok orang yang berkeliling meminta sumbangan dari desa ke desa di wilayah hukum Polres Ponorogo Polda Jatim.
“Total ada 23 orang yang kami amankan. Mereka mengaku mencari sumbangan untuk yayasan yatim piatu, namun hasilnya justru digunakan untuk berjudi,” ujar AKP Imam Mujali, Jumat (16/1/2026).
Petugas kemudian melakukan penelusuran dan mendapati kelompok tersebut menginap di salah satu hotel di Kabupaten Ponorogo.
Dari hasil penggerebekan, Polisi menemukan praktik perjudian dadu yang dilakukan dengan menggunakan telepon genggam.
“Mereka memesan delapan kamar hotel dan sudah menginap sekitar satu minggu. Saat kami lakukan pengecekan, ada 10 orang yang sedang bermain judi,” jelasnya.
Dari pengakuan para pelaku, mereka berasal dari Lampung dan setiap hari beroperasi sejak pagi hingga sore untuk meminta sumbangan ke rumah-rumah warga.
Warga yang menyumbang rata-rata memberikan uang mulai Rp2.000 hingga Rp10.000, bahkan ada yang lebih, dan diberi stiker atas nama yayasan.
Hasil pemeriksaan juga mengungkap bahwa kelompok tersebut memang dibekali surat tugas dari yayasan.
Pembagian hasilnya disepakati 70 persen untuk yayasan dan 30 persen untuk pencari dana. Namun dalam praktiknya, sebagian uang justru digunakan untuk berjudi.
Dalam kasus perjudian tersebut, Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka berinisial RD dan IM yang berperan sebagai bandar. Sementara delapan orang lainnya berstatus sebagai penombok.
“Kedua tersangka sudah kami tahan. Sedangkan 21 orang lainnya kami serahkan ke Satpol PP Kabupaten Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” tegas AKP Imam.
Polisi mencatat, dalam satu hari kelompok tersebut bisa memperoleh uang sumbangan antara Rp.2 juta hingga Rp.5 juta.
AKP Imam Mujali juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memberikan sumbangan.
“Salurkan bantuan kepada pihak yang benar-benar jelas dan membutuhkan, agar tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (DON/Red)
Redaksi
Isra Miraj 2026: Menelusuri Sejarah Perjalanan Nabi Muhammad SAW, Memahami Makna Spiritual, dan Meneguhkan Tujuan Peringatannya bagi Umat Islam

Jakarta — Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 2026 kembali menjadi momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk mengenang salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam.
Isra Miraj bukan sekadar peristiwa luar biasa yang sarat mukjizat, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, akidah, dan ibadah yang mendalam bagi kehidupan umat Muslim hingga saat ini.
Secara historis, Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam. Peristiwa ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Isra, perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, dan Miraj, yaitu perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha atas kehendak Allah SWT.
Dalam peristiwa inilah Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu yang menjadi kewajiban utama bagi umat Islam.
Makna Isra Miraj sangat luas dan relevan sepanjang zaman. Peristiwa ini menegaskan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, sekaligus menguatkan keimanan umat Islam terhadap hal-hal gaib.
Selain itu, Isra Miraj juga menjadi simbol penghiburan dan penguatan bagi Nabi Muhammad SAW setelah menghadapi berbagai ujian berat dalam dakwahnya, termasuk wafatnya istri tercinta Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib.
Peringatan Isra Miraj 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana refleksi diri bagi umat Islam.
Melalui peringatan ini, umat diajak untuk kembali memahami pentingnya salat sebagai tiang agama, memperbaiki kualitas ibadah, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, dan doa bersama biasanya digelar di masjid, sekolah, dan lingkungan masyarakat untuk mengisi peringatan Isra Miraj.
Para ulama dan tokoh agama pun menekankan agar nilai-nilai Isra Miraj dapat diterapkan secara nyata, terutama dalam membangun moral, kedisiplinan, dan kepedulian sosial di tengah tantangan kehidupan modern.
Dengan memahami sejarah, makna, dan tujuan peringatan Isra Miraj, umat Islam diharapkan dapat menjadikan peristiwa ini sebagai sumber inspirasi untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. (Red)
Oleh: Donny Saputro (Docken).
Nasional1 hari agoDoktor Pertama dari LPI Al Azhaar, Retnawati Firmansyah Torehkan Sejarah di UIN SATU Tulungagung
Redaksi3 minggu ago141 Pejabat Pemkab Tulungagung Dilantik, Bupati; Jangan Menjadikan Jabatan Untuk Mencari Kenyamanan
Jawa Timur2 minggu agoDilema 38 Pekerja Terminal Cargo Blitar: Kontrak Ditandatangani, Pemberhentian Diterima via WA Tengah Malam Tahun Baru
Redaksi2 minggu agoWabup Tulungagung Dikucilkan dari Proses Mutasi ASN: Saya Tak Diajak, Ada Yang Tak Wajar dan Bernuansa Nepotisme
Redaksi3 minggu agoTema: “Temu Kangen”, Ratusan Honda Jazz GE8 Pererat Silaturahmi Komunitas Otomotif Jatim
Redaksi1 minggu agoKepergian Mashuri Tinggalkan Duka Mendalam bagi Dunia Pers Tulungagung
Nasional2 minggu agoAksi Damai 212 di Tulungagung, Soroti Jalan Desa Kedoyo dan Tegaskan Dukungan pada Pemkab
Redaksi2 minggu agoKesehatan Dijadikan Alat Pencitraan, Rakyat Kecil Tulungagung Menanggung Derita













