Connect with us

Jawa Timur

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung

Published

on

TULUNGAGUNG – Dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup santri, Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden H. Prabowo Subianto meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPGG) yang bertugas di Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Sebrina Mahardika, bersama wakilnya Alvifatika Vriarindani, melaksanakan sosialisasi program ini kepada wali santri di Balai Sekolah Dasar Islam Al Azhaar Tulungagung, Kamis(5/12).

Acara sosialisasi dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Danramil Kedungwaru Tulungagung, Kapten Sugiharto, Direktur Pelaksana LPI Al Azhaar Tulungagung, Nurdin Wahyudi, Kepala PMS Al Azhaar, Yeni, serta para pimpinan Al Azhaar Tulungagung.

Program MBG merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memastikan semua anak mendapatkan asupan gizi yang halalan thoyiba.

Dalam sambutannya, Kapten Sugiharto mengungkapkan bahwa di Kabupaten Tulungagung akan terdapat 72 titik untuk program ini.

“Al-Hamdulillah, saat ini sudah ada dua tempat yang digunakan untuk program MBG, yaitu di Kecamatan Kalidawir dan PMS Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung. Kebutuhan makan bergizi di Tulungagung cukup besar, dengan jumlah anak usia sekolah mencapai ribuan siswa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pengasuh Pesantren Al Azhaar, Kyai Imam Mawardi Ridlwan, atas kerjasamanya dalam program ini,” jelasnya.

Sebrina Mahardika juga menjelaskan bahwa tugasnya adalah bersinergi dengan Penyelenggara Makan Santri (PMS) di Pondok Pesantren Al Azhaar.

“Kami telah berkoordinasi untuk memastikan PMS Al Azhaar Tulungagung siap bekerja sama dalam program MBG yang akan menyajikan makanan bergizi untuk 1700 santri setiap hari,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sebrina menekankan bahwa program ini memiliki standar kualitas gizi yang halalan thoyiba.

“Kami meminta doa dan dukungan dari para wali murid agar program ini dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyatakan dukungannya terhadap program ini.

“Kami mendukung sepenuhnya langkah Kabinet Merah Putih untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di pesantren. Dengan asupan gizi yang baik, santri dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa PMS Al Azhaar selama ini telah berupaya menyajikan makanan bergizi yang segar dan tanpa bahan pengawet.

Sebrina Mahardika menambahkan bahwa persiapan untuk uji coba program MBG pada Senin, 9 Desember 2024, di Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung sedang dilakukan dengan matang.

“Kami menghaturkan terima kasih atas dukungan para wali santri agar program ini dapat berjalan lancar,” tutupnya.

Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis ini, diharapkan kesehatan dan gizi santri di Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung dapat meningkat, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka di masa depan. (DON-red)

Jawa Timur

Polres Blitar Kota Kerahkan 281 Personel Gabungan Amankan Halal Bihalal Perguruan Silat

Published

on

K0TA BLITAR – Polres Blitar Kota mengerahkan sebanyak 281 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan Halal Bihalal yang digelar salah satu perguruan silat di wilayah hukumnya. Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, pada Minggu (12/04).

Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, Satpol PP, Pamter serta instansi terkait lainnya. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di lokasi kegiatan, hingga patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Kami mengedepankan pengamanan terpadu dan humanis, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Kegiatan Halal Bihalal tersebut dihadiri ratusan anggota perguruan silat dari berbagai daerah wilayah kota Blitar. Selama pelaksanaan, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya insiden yang menonjol.

Polres Blitar Kota juga menghimbau seluruh peserta untuk terus menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi memicu konflik.

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah Kota Blitar.(Jef/Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Polres Blitar Laksanakan Program Polisi Go to School

Published

on

BLITAR – Polres Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri dengan generasi muda melalui program unggulan Polisi Go to School. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menjadi pembina upacara bendera di SDN 2 Kalipang,  Kademangan pada Senin (13/4).

Program Polisi Go to School merupakan salah satu upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya kedisiplinan dan perilaku positif di lingkungan sekolah.

Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menyampaikan bahwa kehadiran anggota Polri sebagai pembina upacara bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin kepada siswa sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta memberikan pemahaman kepada para siswa agar menjauhi perilaku negatif seperti bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam amanatnya, petugas juga memberikan imbauan kepada para siswa agar saling menghormati sesama teman, menjaga kerukunan, serta berani melaporkan kepada guru apabila terjadi tindakan perundungan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa yang terlihat antusias mengikuti jalannya upacara.

Diharapkan, melalui program ini, hubungan antara Polri dan dunia pendidikan semakin erat serta mampu menciptakan generasi muda yang disiplin dan berkarakter. (Jef/Hms)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Jawa Timur

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Gantikan Gatut Sunu Tersangka Korupsi KPK Rp 5 M

Published

on

TULUNGAGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menunjuk Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Penunjukan ini dilakukan menyusul penetapan Bupati Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Lilik Pudjiastuti, membenarkan bahwa penunjukan tersebut sudah sesuai aturan.

“Sudah ada, ya wakil bupati,” ujar Lilik, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, Surat Keputusan (SK) penetapan Plt Bupati telah diterbitkan pada 12 April 2026, meskipun belum diumumkan secara resmi ke publik.

Dasar hukum penunjukan ini adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memperbolehkan wakil kepala daerah menjalankan tugas saat kepala daerah berhalangan tetap.

Lebih lanjut, ia menegaskan penunjukan Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati tertuang dalam Surat Perintah Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.1.4.2/12240/011.2/2026 yang ditandatangani Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 12 April 2026.

Surat tersebut memerintahkan Ahmad Baharudin untuk:

1. Melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Tulungagung selama pejabat definitif berhalangan
2. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Timur

Surat perintah ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai ada kebijakan pemerintah lebih lanjut.

Sementara itu, terkait posisi pejabat di tingkat OPD yang ikut terseret kasus korupsi, Pemprov Jatim menegaskan bahwa kewenangan penunjukan pelaksana tugas berada di pemerintah kabupaten.

Ahmad Baharudin menggantikan Gatut Sunu Wibowo yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada 10 April 2026.

Dalam kasus ini, Gatut diduga memeras 16 organisasi perangkat daerah (OPD) dengan nilai mencapai Rp5 miliar. Modusnya, ia meminta para pejabat menandatangani surat pengunduran diri tanpa tanggal sebagai alat tekanan.

Selain itu, Gatut juga diduga mengatur sejumlah proyek, mulai dari pengadaan alat kesehatan di RSUD hingga jasa cleaning service dan keamanan. Hingga penangkapan, KPK mencatat dana yang telah terkumpul mencapai sekitar Rp2,7 miliar, dengan setoran bervariasi dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Saat ini, Gatut dan ajudannya ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut. (DON/JK)

Editor: Joko Prasetyo

Continue Reading

Trending